APA DAN MENGAPA MATEMATIKA BEGITU PENTING?
Memformulasikan definisi Matematika tidaklah semudah yang dibayangkan. Alasannya, definisi dan tujuan pembelajaran matematika di kelas akan selalu menyesuaikan dengan tuntutan perubahan zaman. Matematika tidak seharusnya hanya berperan sebagai ‘saringan’ seperti yang berlaku selama ini …… DownLoadArtikel_ Naskah ini sudah dimual di LIMAS Majalah PPPPTK Matematika Edisi Nomor 23, Agustus 2009
Selamat Merayakan Kemenangan Berpuasa 1430 H
Beberapa hari lagi, kita akan meninggalkan bulan romadhon. Selama bulan nan suci dan agung itu, kita telah berusaha mengisi waktu-waktu siang dan malamnya dengan sholat, tadarus al Quran, tarawih, sedekah, maupun amalan lainnya. Pertanyaan yang pantas diajukan setelah melalui bulan itu adalah sejauh mana dan seberapa besar keberhasilan shaum dan amalan kita pada hari-hari di bulan tersebut dalam mendekatkan diri kepada-Nya dan kepada sesama?
Menurut sabda junjungan kita, Nabi besar Muhammad s.a.w.; ada dua kebahagiaan bagi orang yang sedang shaum, yaitu di kala ia akan berbuka puasa dan di saat ia akan menemui Rob-nya, sang Kholik. Tentunya yang terakhir ini hanya akan diperuntukkan bagi mereka yang berhasil dan sukses melaksanakan shaum dan amalan lainnya sehingga ia menjadi seorang yang benar-benar bersih tanpa cacat dan cela diharibaan-Nya. Itulah yang kita harapkan.
Karena itu, setelah menyelesaikan shaum, di saat lebaran, para sahabat dibimbing Rosulullah untuk mengucapkan: “Taqobbalallahu minna wa minkum.” kepada sesama umat islam yang baru melaksanakan shaum. Suatu do’a, yang artinya mudah-mudahan amal kita dan amal Anda selama bulan romadhon nan agung ini diterima oleh-Nya. Insya Allah.
Pertanyaan berikutnya, akankah kita akan bertemu lagi di tahun-tahun yang akan datang dengan romadhan untuk makin mendekatkan diri kita dan akan menjadikan diri kita semakin taqwa kepada-Nya? InsyaAllah. Selama 11 bulan ke depan, buah romadhon tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya akan diuji. Kalau kita semakin melaksanakan perintah-Nya dan semakin menjauhi larangan-Nya, maka kadar ketaqwaan kita sudah semakin tinggi. Bagi mereka yang bertaqwa, janji Allah S.W.T.; surga balasannya. Bukan hanya surga balasannya nanti di hari akhir, namun dengan kesalihan Anda dan saya kebahagian itu akan didapat juga di dunia yang fana ini. Bukankah itu tujuan paling hakiki dari hidup kita ini?
Seiring ucapan “Taqobbalallahu minna wa minkum” kepada yang melaksanakannya dengan tulus, ijinkan juga saya dan keluarga memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh teman-teman dan handai taulan.
Selamat Melaksanakan Ibadah di Bulan Suci Romadhon
Beberapa hari yang lalu, kita telah memasuki bulan romadhon. Bulan yang suci nan agung. Karenanya, kita wajib bersyukur karena kita diperkenankan Allah melaluinya. Karena itu, sudah selayaknya kita mengisi waktu-waktu siang dan malamnya dengan sholat, tadarus al Quran, tarawih, sedekah, maupun amalan lainnya. Alasannya, kalau shaum kita diterima Allah SWT, maka dosa-dosa kita akan diampuni, Insya Allah, kecuali dosa-dosa sesama anak Adam yang belum termaafkan. Karenanya, seraya mengucap selamat menunaikan ibadah selama romadhon, perkenankan juga saya beserta keluarga memohon maaf atas segala kekeliruan dan kesalahan yang diperbuat, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Terima kasih atas perkenannya.
BAGAIMANA MENENTUKAN BENAR TIDAKNYA SUATU PERNYATAAN?
Naskah ini dimuat di majalah ‘Limas’ yang merupakan majalah PPPPTK Matematika. JIka Anda berminat membacanya, klik pada kata berikut DownLoad Kriteria Kebenaran. Jika Anda ingin memberi komentar dan saran, sudilah mengklik pada judul di atas, tunggu sebentar, lalu ketik pada tempat yang disediakan di bawahnya’
INVESTIGASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Naskah ini dimuat di majalah ‘Gentengkali’ yang merupakan majalah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. JIka Anda berminat membacanya, klik pada kata berikut DownLoad Investigasi. Jika Anda ingin memberi komentar dan saran, sudilah mengklik pada judul di atas, tunggu sebentar, lalu ketik pada tempat yang disediakan di bawahnya’
Apa Implikasi dari Inti Psikologi Kognitif?
Naskah ini dimuat di majalah ‘Limas’ yang merupakan majalah PPPPTK Matematika, Edisi No 22 (April, 2009). JIka Anda berminat membacanya, klik pada kata berikut DownLoad 09 IntiPsikologi . Jika Anda ingin memberi komentar dan saran, sudilah mengklik pada judul di atas, tunggu sebentar, lalu ketik pada tempat yang disediakan di bawahnya’
Percikan Perenungan di Tepian Sungai Mahakam
Beberapa hari yang lalu, saya menjadi fasilitator diklat Vokasi (untuk SMK) di LPMP Kaltim. Tempatnya di dekat sungai Mahakam. Waktu itu terpikir di benak ini bahwa alangkah luasnya sungai tersebut. Berapa km sih panjangnya?; berapa km persegi luas permukaannya? Berapa kilometer kubik volumnya? Selanjutnya, jika dibuatkan keramba; ada berapa juta kerambanya? Berapa juta rupiah hasil keramba tersebut? Alangkah kayanya Kaltim, alangkah kayanya Indonesia. Ketika pikiran tersebut dilontarkan ke teman-teman peserta diklat mereka menjawab: “Yang banyak ikannya hanya di hulu pak.” Lalu saya mengajukan beberapa pertanyaan seperti ini:
- mengapa ikannya hanya ada di hulu?
- lalu siapa yang bertanggung jawab terhadap keadaan seperti itu?
- mengapa kita, sebagai warga dan guru matematika (yang harus selalu bernalar dan berpikir) membiarkan keadaan seperti itu terjadi terus?
- lalu apa peran kita?
Pada akhirnya kita bersepakat bahwa tugas kita semua untuk melestarikan alam. Tugas guru matematika jugalah untuk membantu para siswa bernalar sehingga mereka dapat mencintai dan mewariskan alam yang hijau, asri, dan indah untuk masa depan bangsanya.
Siapa yang harus memulai tugas ini? Menurut saya, guru matematika yang seharusnya ikut juga memulai dengan mengajukan beberapa pertanyaan di atas kepada para siswa kita. Tugas ini adalah tugas kekhalifahan kita yang harus kita tunaikan bersama-sama. Bukankah telah nyata kerusakan di bumi dan di laut akibat ulah kita sendiri? Lalu, sekali lagi, apakah kita akan membiarkannya? Selamat berjuang sahabatku di Kalimantan dan di seluruh Indonesia? Masa depan bangsa ini ada di tangan kita sendiri. Bukankah Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum atau bangsa tanpa kaum atau bangsa itu mau mengubah nasibnya sendiri?
Untuk Apa Belajar Matematika?
Naskah ini dimuat di majalah ‘Widya’ yang merupakan majalah pendidikan, seni, oleah raga, dan pariwisata Vol. 4/ No 41/Desember 2008. JIka Anda berminat membacanya, klik pada kata berikut DownLoad-Artikel. Jika Anda ingin memberi komentar dan saran, sudilah mengklik pada judul di atas, tunggu sebentar, lalu ketik pada tempat yang disediakan di bawahnya’
Penilaian di Sekolah. Antara Harapan dan Kenyataan
Naskah ini dimuat di majalah ‘Buletin Puspendik’ yang merupakan majalah resmi Pusat Penilaian Pendidikan, Jakarta, Vol. 5/ No 2/Agustus 2008. JIka Anda berminat membacanya, klik pada kata berikut download_08_peniaian_puspendik_1. Jika Anda ingin memberi komentar dan saran, sudilah mengklik pada judul di atas, tunggu sebentar, lalu ketik pada tempat yang disediakan di bawahnya’
Empat Objek Langsung Matematika Menurut Gagne
Naskah ini dimuat di majalah ‘Median’ yang merupakan majalah LPMP Jawa Timur Vol. VI. No 1 (Juni 2008). JIka Anda berminat membacanya, klik pada kata berikut DownLoad_08_Gagne. Jika Anda ingin memberi komentar dan saran, sudilah mengklik pada judul di atas, tunggu sebentar, lalu ketik pada tempat yang disediakan di bawahnya’
-
Arsip
- Oktober 2009 (1)
- September 2009 (5)
- Juli 2009 (1)
- Desember 2008 (4)
- Juli 2008 (1)
- Juni 2008 (6)
- Maret 2008 (2)
- November 2007 (1)
- Oktober 2007 (4)
- September 2007 (11)
- Agustus 2007 (9)
- Mei 2007 (3)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS


