Contoh Penalaran Induktif dan Deduktif Menggunakan Kegiatan Bermain-main dengan Bilangan
Naskah ini sudah dimuat di Majalah LIMAS (PPPPTK Matematika) Edisi Nomor 28 (November, 2011). Jika Anda berminat membacanya secara lengkap, klik pada kata berikut: 11 Permainan Bil _Limas
Jika Anda ingin memberi komentar dan saran, sudilah mengklik pada judul di atas, tunggu sebentar, lalu ketik pada tempat yang disediakan di bawahnya’.
Pengembangan Modul untuk Guru SMK dalam Rangka Peningkatan Pemahaman dan Penerapan Lima Tujuan Pelajaran Matematika
Naskah ini sudah dimuat di Jurnal Edukasi Matematika (EDUMAT, PPPPTK Matematika) Edisi Volume 2 Nomor 3 (Juni, 2011). Jika Anda berminat membacanya secara lengkap, klik pada kata berikut: 11 LaporanPenelitian SMK
Jika Anda ingin memberi komentar dan saran, sudilah mengklik pada judul di atas, tunggu sebentar, lalu ketik pada tempat yang disediakan di bawahnya’.
REPORT ON SHORT COURSE PROGRAMME AT THE UNIVERSITY OF WAIKATO NEW ZEALAND
Berikut ini adalah: “2011 REPORT ON WAIKATO SHORT COURSE” beserta lampiran 4 power point berikut yang kami (Prof Subanar, PhD, Dr Wahyudi, dan Fadjar Shadiq, M.App.Sc) dapatkan.
1 Mathematics Education in the New Zealand Setting
2 Mathematics Education in the New Zealand Setting (Part 2)
3 Helping students acquire a range of mental strategies to solve problems
Ada beberapa hasil yang dapat dipelajari Bapak dan Ibu, terutama yang berkait dengan:
- NDP (‘Numeracy Development Projects 2001-10’) yang dapat dibaca pada halaman 9 yang membagi kemampuan siswa yang berkait dengan ‘Numeracy atau Number Sense‘ dalam 9 stages (tingkatan). Stage 0, tidak bisa apa-apa, sampai ke stage 8.
- The Effective Pedagogy in Mathematics/Pàngarau: Best Evidence Synthesis Iteration [BES],” yang dikerjakan Associate Professor Glenda Anthony and Dr Margaret Walshaw yang dapat dibaca pada halaman 10. Hasil monumental tersebut dihargai dunia internasional dengan meminta kedua pakar tersebut untuk mensintesakannya dalam bentuk buku saku, dan telah diterbitkan IEA (http://www.iaoed.org) or of the IBE (http://www.ibe.unesco.org/publications.htm). IEA dan IBE telah menerbitkan beberapa serial lain yang dapat Bapak dan Ibu download dari alamat web di atas.
Di samping dua alamat di atas, alamat web lainnya yang dapat Bapak serta Ibu explore adalah:
http://www.nzmaths.co.nz
www.educationcounts.govt.nz/goto/BES
Report on Education Institutions Visit in Hong Kong (Schools, Universities, Education Bureau, Pre-service and In-service of Mathematics Education): A Part of Benchmarking Programs of SEAMEO QITEP in Mathematics
Hong Kong merupakan negara yang berhasil dengan gemilang pada kegiatan:
- Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS). Siswa HK berada pada posisi 4 dari 38 negara maju. Bandingkan dengan Indonesia yang berada di posisi 34.
- Program for International Student Assessment (PISA). Siswa HK berada pada posisi 1 dari 41 negara maju. Bandingkan dengan Indonesia yang berada di posisi 39.
Hasil atau informasi tersebut dapat membantu penentu kebijakan, peneliti, pendidik, dan masyarakat luas mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh tentang kemampuan matematika dan literasi matematika (mathematical literacy) siswa di seluruh dunia.
Hasil yang spektakuler tersebut menunjukkan bahwa sistem pendidikan di HK merupakan sistem terbaik di dunia. Karenanya SEAMEO QITEP in Mathematics mengirimkan TIM ke HK untuk mempelajari kelebihan sistem pendidikan di HK dari 27 November s.d. 03 Desember 2011. Beberapa hal penting yang didapatkan adalah:
- Pengetahuan Guru dan Calon Guru Matematika di HK yang berkait dengan materi matematika sangat baik. Kemampuan bernalar, memecahkan masalah, dan berkomunikasi mereka juga patut diacungi jempol
- Orang tua sangat membantu proses pembelajaran matematika. Mereka menganggap matematika sangat penting untuk masa depan dan negara mereka. Budaya agar berhasil mempelajari matematika dengan belajar tekun dan sungguh-sungguh selalu ditanamkan dari generasi ke generasi.
- Para siswa sangat taat pada guru. Suasana kelas tidak terlalu ramai namun teratur. Para siswa mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan guru dan baru menjawab sambil berdiri jika diminta gurunya, sedangkan siswa lain menyimak.
Berikut ini beberapa hasiln BENCH Mark dimaksud.
2011 B REPORT BenchMark HongKong
Ayah, Selamat Jalan
Ayah, kemarin, tanggal 28 Oktober 2011 merupakan 40 hari Ayahanda meninggalkan kami semua pada usia 82 tahun. Adik Firdaus (Ir Misykatul Firdaus Safwan, Dep Perikanan dan Kelautan), melalui SMS mengingatkan kami tentang hal itu dan meminta kami untuk selalu berdoa mudah-mudahan Ayahanda selalu memperolah maghfirah dan mendapat tempat yang layak di sisi-Nya. Ayah dan Bunda tercinta: “Robbi firli wa liwalidayya warhamhuma kama robbayani soghira.” Ya Alloh, ampunilah dosa hamba dan dosa Ayah dan Bunda tercinta hamba sebagaimana mereka mencintai dan menyayangi hamba ketika masih kecil. Allahumma, amin.
Pada 19 September 2011, kami, putera putri Ayahanda dan Ibunda, terutama adik Nizami (dr Nizami, Bogor) dan adik dr Iis (dr Zunaizah Hasanah Safwan, Bogor) berusaha keras disertai doa tulus yang lain untuk menyembuhkan Ayah, dan dibantu para dokter RS Mitra Keluarga, Waru Sidoarjo, namun Allah yang maha besar (Allahu Akbar) dan maha suci (Subhanallah) berkehendak lain yang harus kita terima. Ketentuan-Nya itu harus dan telah kita terima dengan tabah dan tawakkal. Pada sekitar pukul 03.00, hari Senin, 19 September 2011, tepat seperti di saat Rosulullah wafat, Ayahanda menghembuskan nafas dan meninggalkan kami semua. Adinda Mukminah berkomentar: “Saat wafat Ba Sahwan seperti Rosulullah. Memang Ba Sahwan dan Ba Putri orang baik.”
Ayah, kami juga akan selalu berdoa, mudah-mudahan Ayahanda dan Ibunda tercinta beserta semua keluarga besarnya akan selalu mengikuti tuntutan Allah dan Rosulullah. Allahumma, amin. Ayah, ketika Ayah berlibur di Sambisari, Sleman, DIY, ananda masih dan akan selalu ingat ketika Ayahanda berkata, : “Nabi Muhammad SAW tidak pernah lupa melaksanakan sholat sunnah dua rokaat sebelum Subuh,” dan hal itu juga selalu Ayah laksanakan. Ayah, ananda yang menjadi saksi bahwa Ayahanda dan Ibunda selalu melaksanakan sholat sunnah dua rokaat sebelum Subuh tersebut. Ibunda tercinta juga berceritera bahwa ketika Ayahanda sudah mulai uzur, setiap hari Jumat, ayah sudah siap untuk ke Mesjid sejak sekitar pukul 10.00. Ananda membayangkan hal itu lagi ketika Ayahanda sudah meninggalkan kami. Itulah beberapa contoh keteguhan Ayahanda melaksanakan semua perintah-Nya dan mengikuti contoh Rosulullah. Ya Alloh, terimalah amal Ayahanda dan ampunilah semua dosanya. Allahumma, amin.
Ayah tercinta, banyak sekali sahabat dan karib keluarga Ayahanda yang menyolatkan Ayah, sampai enam kali rombongan. Sesuai pesan Ayahanda kepada ananda, yang menjadi imam sholat pertama sampai kelima adalah sahabat-sahabat Ayahanda. Sebanyak 33 karangan bunga menghiasi rumah di jalan Dirgahayu. Semua merasa kehilangan Ayahanda, semua menyatakan bahwa Ayahanda akan selalu berusaha untuk ikut taksiah ke tempat orang yang meninggal dunia. Ayahanda tidak membedakan orang. Orang miskin, kaya, perempuan, laki-laki, tua, atau muda akan ayahanda datangi dan sholati ketika mereka meninggal. Itu jugalah teladan untuk kami. Rosullullah juga begitu. Pak Musyaffak, mantan Guru Pendidikan Jasmani di SMA 1 Pamekasan juga menyatakan: “Saya bersilaturrahmi dengan Pak Sahwan satu kali, Pak Sahwan bersilaturrahmi dengan saya delapan kali.” Itu jugalah kelebihan Ayahanda.
Menjelang Kepergian Ayahanda
Pada Senin, 13 September 2011, ananda bertugas ke Kupang karena diminta menjadi juri Olimpiade Sains Terapan Nasional (OSTN) untuk para siswa SMK se propinsi NTT. Namun pada Selasa, 14 September 2011 adik Dayat (Syamsul Hidayat Safwan, SE, BNI Pamekasan) menelepon ananda bahwa Ayahanda drop. Waktu itu ananda tidak terlalu kuatir. Kepada panitia di Kupang, ananda menyatakan berita itu, akan tetapi ananda belum menyatakan ingin pulang ke Madura. Namun beberapa jam kemudian, datang lagi kabar bahwa Ayahanda mengalami koma. Ananda lalu menghubungi panitia untuk menceriterakan hal itu. Kepulangan ananda ke Yogyakarta yang seharusnya hari Sabtu, nanda minta untuk dimajukan. Waktu itu ananda menyatakan bahwa tugas nanda sudah nanda tunaikan. Soal dan kunci jawaban untuk kegiatan OSTN sudah selesai. Tinggal melaksanakan saja. Panitia memahami, sehingga pada Kamis, 14 September 2011, nanda bisa pulang ke Madura. Sebelum tiba dan bertemu Ayahanda, kondisi ayah membaik, sehingga adik Nizami dan Iis sepakat untuk membawa ayah ke Surabaya untuk menjalani scan. Saudara-saudara yang lain sudah tiba dan semuanya berkumpul di Rumah Sakit Asy Syifa, Pamekasan. Hasil scan lumayan baik.
Hari Jumat, 15 September 2011, kondisi ayahanda menurun lagi. Sekali-kali, ananda menyaksikan Ibunda menciumi tangan Ayahanda yang menunjukkan bakti dan kecintaan beliau kepada Ayahanda. Kami juga, secara bergantian, membantu Ayahanda untuk mengucapkan ‘Allahu Akbar’. Adik Nizami berusaha keras untuk mengatasi hal itu. Usaha Adik Nizami tersebut berhasil. Kondisi Ayah menjadi lebih baik dan kami sepakat untuk membawa ayah ke Surabaya. Melihat hal itu, ananda lalu kembali ke Yogya. Namun Allah SWT berkehendak, Ayahanda meninggalkan kami semua, putera puterinya di sekeliling Ayahanda. Ananda tidak menyangka Ayahanda akan secepat itu pergi. Hari ini, Ayahanda telah dikuburkan di dekat Nenenda dan adinda M Sulaiman Safwan. Dua orang yang ayahanda cintai selain Ibunda dan kami, putera puterinya. Beberapa minggu sebelum wafat Ayahanda telah memilih tempat tersebut sebagai tempat beristirahat.
Lebaran Terakhir dengan Ayahanda
Ayah, foto ini adalah dua foto labaran idul fitri tahun 2o11 ini. Waktu itu, suara Ayahanda sudah mulai kurag jelas terdengar. Namun semangat Ayahanda masih sangat besar. Menjelang sholat Idul Fitri, Ayahanda yang paling awal dan paling siap ke tanah lapang. Sekali lagi ayahanda, inilah contoh dan teladan Ayahanda dalam melaksanakan dengan sungguh-sungguh perintah-Nya dan mengikui sunnah Rosulul-Nya
Ayah, gambar di atas menunjukkan keteguhan Ayah dan kekonsistenan Ayah untuk selalu melaksanakan yang diperintah-Nya dan menjauhi yang dilarang-Nya. Foto di bawah ini menunjukkan keluarga besar Ayahanda yang sedang bergembira merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, namun kami tidak menyangka bahwa itu merupakan hari terakhir bersama Ayahanda tercinta. Selamat jalan Ayah, do’a tulus kami menyertai Ayahanda.
Bagaimana Cara Guru Matematika Memfasilitasi Siswanya Agar Dapat Membangun Sendiri Pengetahuan Mereka?
Naskah ini sudah dimuat di Majalah LIMAS (PPPPTK Matematika) Edisi Nomor 27 (Mei, 2011). Jika Anda berminat membacanya secara lengkap, klik pada kata berikut: 11 PembRealistik_Limas. Jika Anda ingin memberi komentar dan saran, sudilah mengklik pada judul di atas, tunggu sebentar, lalu ketik pada tempat yang disediakan di bawahnya’.
Andai Aku Menjadi …..
Beberapa hari ini penulis sering melihat acara Trans TV dengan judul ‘Andai Aku Jadi….’ Jika Anda menonton acara tersebut, apa yang Anda dapatkan? Yang penulis dapatkan di antaranya adalah:
- Ternyata, banyak warga bangsa kita yang perlu dibantu. Penulis lalu menjadi sedih dan terenyuh mendapatkan kenyataan seperti itu. Apa pendapat Anda jika orang-orang yang tidak beruntung itu adalah adik, kakak, paman, tante, orang tua, atau kakek dan nenek kita?
- Pada akhir setiap acara tersebut, penulis ikut senang dan berbahagia ketika mereka berbahagia mendapatkan sesuatu yang sangat berharga bagi mereka namun bagi sebagian orang lain yang bergelimang kemewahan, maka apa yang diberikan itu tidak atau kurang berharga. Penulis ikut merasa juga melihat kebahagian mereka. Sering juga penulis menangis bahagia melihat kebahagiaan mereka.
- Lalu, mengapa di negara kita tercinta ini, sebagian warga bangsa kita ada yang tidak berdaya sehingga perlu dibantu sedangkan warga lainnya begelimang dengan kemewahan?
- Tentunya, sebagian orang yang bergelimang kemewahan tersebut sedikit banyak ikut menyebabkan dan harus ikut bertanggung jawab terhadap orang-orang yang tidak beruntung itu. Semakin banyak si kaya, si pintar dan si empunya kekuasaan melakukan tindakan tercela maka hal itu akan menyebabkan hak-hak si miskin itu menjadi semakin terabaikan, sehingga akan semakin besar pula peran dan tanggung jawabnya.
- Bukankah Nabi Muhammad yang agung yang juga harus diacu muslimin dan muslimat pernah bersabda: “Tidak beriman seseorang jika ia tidur kekenyangan sedangkan tetangganya kelaparan.” Sudahkah kita yang muslim melaksanakan sabda Nabi Muhammad itu? Tidak hanya itu bukankah Panca Sila mengajarkan kita tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?
- Kadangkala saya merasa sedih akan ketidakmampuan kita, bangsa dan pemimpin kita untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Namun banyak pejabat di negara ini yang bergelimang dengan kemewahan. Lalu apa fungsi negara, terutama pemimpinnya di eksekutif, legislatif, dan yudikatif, jika ia tidak mampu untuk berbuat dan memecahkan masalah tersebut?
- Lalu apa peran kita semua sebagai warga bangsa ini agar jurang perbedaan yang miskin dengan yang kaya tidak terlalu lebar? Lalu apa peran orang kaya, orang pintar, pejabat, menteri, anggota DPR, Presiden dan Wakilnya?
- Tentunya mereka sudah memiliki peran-peran sendiri-sendiri, namun mengapa jurang itu menganga terlalu jauh. Apa yang harus dilakukakan?
India pernah punya pemimpin yang memberi contoh langsung bangsanya pada diri Mahatma Gandhi. Beliau menjadi pemimpin besar bangsa India karena ketulusan hatinya untuk mengentaskan rakyatnya. Tidak hanya itu, Sang Budha Gautama keluar dari kerajaan yang bergelimang kemewahan dan menentang kemewahan itu untuk kemakmuran dan kesjahteraan ummat manusia.
Paling tidak, saat ini bangsa Indonesia punya panutan dan contoh pada diri Pak Dahlan Iskan dan Pak Mahfud MD. Pak Mahfud pernah mengembalikan uang yang diberikan Direktur Harian SINDO. Apa yang dilakukan Pak Mahfud merupakan hal yang sangat tepat dan harus dicontoh semua orang di era reformasi sekarang ini meskipun ada sebagian orang yang mencemoohkan tindakan pak Mahfud tersebut. Beliau juga hidup bersahaja. Saya tidak tahu pemimpin lain yang berbakat menjadi pemimpin bangsa dengan kesederhanaan dan keteguhan hatinya untuk mensejahterakan dan memimpin bangsa dan ummat manusia.
Kesederhanaan tentunya akan menjadi salah satu faktor pemimpin bangsa ini di masa yang akan datang. Ternyata, ada empat orang lain yang dapat menjadi acuan bangsa kita ini dalam kesederhanaannya, seperti pak Emil Salim, pak Mar’ie Muhammad, pak Satrio Budihardjo Joedono, dan pak Sarwono Kusumaatmadja. Lebih lengkap lagi, baca di alamat blog ini
http://let-us-study.blogspot.com/2011/05/4-tokoh-super-bersih-dari-indonesia.html
Namun dari kelima beliau di atas, apakah pantas untuk memimpin bangsa kita ini? Tentunya masih diperlukan keberanian, ketulusan hati yang teguh, serta beliau harus mencintai dan melindungi saudaranya seperti ia mencintai dan melindungi dirinya sendiri. Mudah-mudahan akan muncul pemimpin bangsa itu di kemudian hari. Mungkin Anda sendirilah pemimpin tersebut.
REPORT ON ATTENDING THE APEC-TSUKUBA INTERNATIONAL CONFERENCE V: INNOVATION OF CLASSROOM TEACHING AND LEARNING THROUGH LESSON STUDY, FOCUSING ON MATHEMATICS TEXTBOOKS, E-TEXTBOOKS AND EDUCATIONAL TOOLS. TOKYO AND TSUKUBA, JAPAN, 15 – 21 FEBRUARY, 2011
This international level conference was attended by prominent mathematics educators from 5 continents, except Africa, such as Max Stevens and Peter Gould (from Australia), Catherine Lewis (from USA), Ivan Vysotsky (from Rusia, Europe), and Simizu Shizumi (from Japan, Asia). Due to the importance of the meeting and conference to the QITEP in Mathematics; therefore the delegation of QITEP in Mathematics was participated in that activity as part of benchmark activity of the SEAMEO QITEP in Mathematics.
0 QiM’s_Paper as per 11 Feb 2011-3.
11 02 REPORT QiM LessonStudy Uni Tsukuba Final.
Grade 5-LessonPlan Mr Hasomizu-
Eksplorasi Matematika di SD/MI: Contohnya, Pengertiannya, dan Keunggulannya
Naskah ini sudah dimuat di Majalah Fasilitator Majalah Dit Pembinaan TK dan SD) Edisi 1 Tahun 2010. Jika Anda berminat membacanya secara lengkap, klik pada kata berikut: 10 EksplorasiDiSD_Fasilitator_. Jika Anda ingin memberi komentar dan saran, sudilah mengklik pada judul di atas, tunggu sebentar, lalu ketik pada tempat yang disediakan di bawahnya’.
Kesempatan Mengikuti Diklat di SEAMEO Qitep in Mathematics
SEAMEO QITEP in Mathematics sebagai lembaga Regional di bawah SEAMEO (South East Asian Ministers of Education Organization) yang saat ini berkedudukan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika mempunyai tugas pokok meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan matematika di lingkup SEAMEO Member Countries (Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Myanmar, Malaysia, Singapura, Thailand, Timor Leste, serta Vietnam ).
Pada tahun 2011 ini, SEAMEO QITEP in Mathematics akan menyelenggarakan diklat-diklat reguler sebagai berikut. Lanjut untuk membaca persyaratannya.
-
Arsip
- Januari 2012 (4)
- Oktober 2011 (1)
- Juni 2011 (1)
- Mei 2011 (1)
- April 2011 (1)
- Maret 2011 (1)
- Februari 2011 (1)
- Januari 2011 (2)
- Desember 2010 (3)
- April 2010 (1)
- Maret 2010 (1)
- Januari 2010 (5)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS







