fadjarp3g

Situsnya Guru Matematika

PowerPoint Penjumlahan Bilangan Bulat

fs.jpg aym

Berikut ini adalah contoh program PowerPoint Penjumlahan Bilangan Bulat, seperti: 5 + 3;5 + (-3); ataupun (-5) – (-3).

DownLoad Penjumlahan 1

DownLoad Pengurangan 1

DownLoad Penjumlahan 2

April 22, 2007 - Ditulis oleh fadjarp3g | PowerPointku | , , , , , | & Komentar

& Komentar »

  1. Nyoba kasih komentar

    Komentar oleh fadjarp3g | April 23, 2007 | Balas

  2. saya Mau Menanyakan konsep bilangan bulat ? tolong penjelasannya ! terima kasih

    Komentar oleh Gede Adi Putra | Oktober 14, 2007 | Balas

  3. Pak Gede, pertanyaan Bapak ini luas sekali. Maksud saya apakah penjumlahannya, perkaliaannya, atau apanya.
    Kalau hanya konsep bilangan bulat, maka pada awalnya yang dikenal adalah bilangan asli yang menunjukkan banyaknya anggota suatu himpunan. Contohnya, konsep bilangan 2, menunjukkan banyaknya sesuatu yang berpasangan. Contohnya, banyak mata kita 2 buah, dan seterusnya. Ada buku yang menyatakan bahwa manusia mengembangkan bilangan 0 setelah 200 tahun kemudian. Setelah itu, dengan adanya operasi pengurangan pada bilangan asli lalu muncul bilangan bulat negatif.
    Untuk memudahkan membedakan bilangan bulat positif dan negatif pada proses pembelajarannya, dapat digunakan beberapa konteks, seperti:
    +5 berarti memiliki 5 kelereng atau melakukan kebaikan 5 kali, serta sebaliknya:
    -5 berarti berhutang 5 kelereng atau melakukan kejahatan sebanyak 5 kali.

    Komentar oleh fadjarp3g | Oktober 16, 2007 | Balas

  4. Maaf pak, saya peserta diklat komputer sebagai pembelajaran matematika SMP. Saya mengammbil beberapa presentasi bapak yang berbentuk power point, ma’af ya pak dan terima kasih.
    (ma’af baru belajar kirim e-mail)

    Komentar oleh Ahamadi, S.Pd | November 21, 2007 | Balas

  5. Utk pak Ahmadi, ya tidak apa-apa. Juga untuk teman-teman guru matematika yang lain. Memang power point tersebut ditampilkan untuk digunakan teman-teman yang berminat. Terima kasih untuk Bapak / Ibu guru yang mau menggunakannya untuk kemajuan siswa di Indonesia.

    Komentar oleh fadjarp3g | November 25, 2007 | Balas

  6. saya sering membaca artikel atau makalah bapak dan memakainya pada saat mengajar disekolah atau pun pada saat saya menatar guru SD, terima kasih atas ilmu yang bapak sampaikan semoga mendapat balasan dari Allah SWT, Amin

    Komentar oleh tendas | Januari 7, 2008 | Balas

  7. Saya senang jika Bapak (atau Ibu) Tendas sering membaca artikel atau makalah saya dan memakainya pada saat mengajar disekolah atau pun pada saat saya menatar guru SD. Terima kasih juga. Semoga usaha keras Bapak atau Ibu mendapat balasan dari Allah SWT, Amin. Kalau boleh tahu, Bapak/Ibu mengajar di mana ya?

    Komentar oleh fadjarp3g | Januari 7, 2008 | Balas

  8. Haloo Pak Fajar,
    wakh ini bagus program-program pak Fajar, kalau ada yang lain pak, segera saja di up-load, nuwun

    Komentar oleh Pak Kamto | Januari 12, 2008 | Balas

  9. Pak Kamto, terima kasih kunjungannya dan terima kasih juga dukungannya. InsyaAllah pak, naskah lain segera saja di up-load. Sekali lagi terima kasih.
    FadjarShadiq.

    Komentar oleh fadjarp3g | Januari 14, 2008 | Balas

  10. Terimakasih. Semoga jerih payah Bapak dibalas berlipat ganda oleh Allah. Saya iri pada Bapak. Kelak saya akan buat jauh lebih baik daripada yang Bapak buat. Insya Allah.

    Komentar oleh Bicar Sunjaya | Februari 22, 2008 | Balas

  11. Terima kasih juga. Benar saya mendorong bapak, mudah-mudahan yang bapak rencanakan akan jauh lebih baik daripada yang saya buat. Maklum saya sekarang kadang-kadang merasa sudah agak tua. Sekali lagi terima kasih.

    Komentar oleh fadjarp3g | Februari 25, 2008 | Balas

  12. bapak fajar yang baik saya ada pertanyaan yang saya masih bingung menjawabnya

    1. keliling sebuah segitiga siku-siku 3akar 2, tentukan panjang minimum sisi miring segitiga tersebut?

    2. tentukan nilai eksak dari sin 18

    3. tentukan nilai sin18sin54

    maaf ya pak saya banyak tanya sebelumnya terima kasih

    Komentar oleh Bapak Tendas Teddy | Maret 25, 2008 | Balas

  13. Pak…saya coba download file presentasi hasil karya bapak untuk bahan inspirasi saya dalam mendesain presentasi di kantor. Terima kasih sekali pak, semoga kebaikan bapak membawa berkah, amin

    Komentar oleh dm4s | April 14, 2008 | Balas

  14. Untuk Bapak TendasTeddy, maaf saya belum sempat menyelesaikan soal Bapak. Kalau ada Bapak dan Ibu yang dapat mengerjakan soal tersebut, mohon diinformasikan melalui situs ini.
    Untuk sahabat dan teman dm4s terima kasih dukungannya.

    Komentar oleh fadjarp3g | April 15, 2008 | Balas

  15. Pak TendasTeddy, ini jawaban sementara saya untuk nomor 1 dan 3.
    Nomor 3.
    sin 18 = sin 18.cos 18 : (cos 18 )
    = sin 36 : (2 cos 18 )
    = sin 36.cos 36 : (2 cos 18.cos 36)
    = sin 72 : (4 cos 18 . cos 36)
    = cos 18 : (4 cos 18 . cos 36)
    = 1 : (4 cos 36)
    Jadi, sin 18 . cos 36 = 1/4 atau sin 18 . sin 54 = 1/4

    Nomor 1.
    Mis sisi segitiga itu adalah a, b, dan c; sehingga didapat:
    (a^2 + b^2 = c^2) dan c = 3V2a – b – a … (1) dan jika dikuadratkan akan didapat:
    c^2 = 18 – 6V2a – 6V2b + a^2 + b^2. sehingga didapat:

    18 – 6V2a – 6V2b + 2 ab = 0 => a(3V2 – b) = 9 – 3V2b

    atau a = (9 – 3V2b)/(3V2 – b) yang jika disubstitusi ke (1)akan didapat:

    c = 3V2 – b – (9 – 3V2b)/(3V2 – b)
    dan seterusnya yang kayaknya dapat diselesaikan dengan turunan atau persamaan biasa.

    Untuk soal nomor 2 malah saya belum dapat pak. Mudah-mudahan ada yang bisa. Kalau ada yang bisa tolong ditulis di situs ini ya. OK? Sebelumnya disampaikan terima kasih.

    Komentar oleh fadjarp3g | April 15, 2008 | Balas

  16. Terima kasih banyak pak atas jawabannya, hanya Allah, SWT yang dapat membalas kebaikan bapak, ditengah kesibukan bapak masih sempat memberikan jawaban pada saya.

    Komentar oleh Bapak Tendas Teddy | April 23, 2008 | Balas

  17. Bapak Fadjar yang baik, saya berpendapat bahwa terpuruknya nilai siswa terutama dalam bidang matematika itu dikarenakan proses belajar mengajar yang berorientasi pada buku tanpa ada inovasi oleh guru, saya melihat kemampuan berhitung siswa saat ini sangat sangat lemah, saya sering menemukan siswa kelas 5 dan 6 atau bahkan smp dan sma masih kurang kemampuannya dalam berhitung terutama perkalian, pembagian, bilangan bulat dan pecahan. Sementara kalau saya melihat soal-soal terutama dibuku pelajaran Sekolah dasar soal hitungannya bahkan sampai ratusan ribu padahal yang angkanya kecil saja mereka tidak bisa, tetapi terkadang mereka dipaksakan untuk dapat menghitung angka yang besar-besar tersebut, bagaimana sebenarnya mengajarkan kemampuan berhitung, apa perlu siswa SD dapat menghitung sampai dengan ratusan ribu pak, sementara di SMP atau SMA tidak ada soal matematika yang hitungannya sampai dengan ribuan,mohon saran bapak, Terima Kasih Wassalam

    Komentar oleh Bapak Tendas Teddy | April 23, 2008 | Balas

  18. Bapak Tendas Teddy, terima kasih juga. Menurut saya penekanan pembelajaran matematika sekarang bukan lebih ke keterampilan berhitung sampai ke bilangan besar namun harus lebih ke pengertian atau pemahamannya. Karenanya, aneh kalau ada guru yang mengacu pada soal yang hitungannya sampai ratusan ribu padahal yang angkanya kecil saja mereka tidak bisa. Namun yang dasar harus dikuasai siswa. Contohnya perkalian dasar dari 1×1 sampai dengan 9×9 harus dikuasai siswa. Sekali lagi terima kasih yang telah menjadikan situs ini situsnya guru matematika. Wassaalamu;alaikum Wr. Wb.
    sependapat dengan bapak bahwa

    Komentar oleh fadjarp3g | April 24, 2008 | Balas

  19. Bapak Fadjar yang baik, kurikulum matematika saat ini sudah tidak ada lagi pembelajaran dengan metode mencongak untuk siswa SD, sementara menurut saya mencongak atau menghapalkan perkalian dari satu sampai dengan 9 terutama untuk siswa SD sangat perlu, memang saya harus tetap menanakan konsep bahwa perkalian adalah penjumlahan berulang, bahwa 3 x 2 = 2 + 2 + 2, tetapi jika siswa menghitung semua perklaian sebagai penjumlahan berulang tentu akan sangat menyita waktu, bagaimana menurut bapak apakah sistem pembelajaran dengan cara menghapal demikian bagus untuk siswa atau malah tidak baik, mohon saran

    Komentar oleh Bapak Tendas Teddy | April 30, 2008 | Balas

  20. Terima kasih pertanyaannya.
    Pertama siswa harus tahu konsep perkalian adalah penjumlahan berulang, bahwa 3 x 2 = 2 + 2 + 2, Untuk memudahkan siswa, pemahaman konsep itu dikaitkan dengan 3 x 2 tablet adlah 2 (pagi) + 2 (siang) + 2 (malam).
    Setelah itu baru dilatihkan keterampilannya. Contohnya dengan mengisi tabel perkalian, dst. Namun saya juga tidak setuju jika anak diminta langsung menghafasl tanpa tahu konsep dasarnya. Dengan konsep itu, ia akan paham juga bahwa:
    3 x (-2) = (-2) + (-2) + (-2) = -6
    3 x (1/2) = (1/2) + (1/2) + (1/2) = 3/2
    Soal mencongak, ya benar hal itu sangat penting.
    OK?

    Komentar oleh fadjarp3g | Mei 1, 2008 | Balas

  21. kirimin soal-soal turunan dunk

    Komentar oleh evi | Juni 23, 2008 | Balas

  22. Mbak Evi, mudah-mudahan permintaan mbak dapat dipenuhi pembaca lain. OK?

    Komentar oleh fadjarp3g | Juni 25, 2008 | Balas

  23. Kami berharaf bapak bisa memberikan naskah soal OSN tahun 2007, makasaih

    Komentar oleh Sudarman | Juli 24, 2008 | Balas

  24. Duuuh seneng syekallii.. Nemuin site ini, slm kenal pak dr sy. Pak kr2 bp punya contoh alat peraga yg paling pas buat materi op.bil bulat.

    Komentar oleh Hedi | Juli 24, 2008 | Balas

  25. Untuk pak Sudarman dan pak/ibu Hedi; terima kasih dukungannya. Untuk pak Sudarmnan, saya masih mengusahakan.Untuk bu Hedi di PPPPTK Matematika ada alat peraga yang ebrkait dengan alat peraga dimaksud. Kapan2 main2 ke PPPPTK Mat Yogya.

    Komentar oleh fadjarp3g | Juli 25, 2008 | Balas

  26. salam kenal pak…
    pak saya punya pertanyaan, mohon sudi kiranya di jawab.
    bagaimana caranya menjelaskan pada anak -4 x -4?
    apakah masih bisa menggunakan penjumlahan berulang?
    atau dengan garis biilangan?
    makasih sebelumnya..

    Komentar oleh elizar | Agustus 2, 2008 | Balas

  27. Pak, Elizar. Ada beberapa cara untuk itu. Salah satunya adalah para siswa harus tahu bahwa:
    3 x 1 = 1 + 1 + 1 (Ingat 3 x 1 tablet).
    Dengan demikian didapat:
    4 x (-2) = (-2) + (-2) + (-2) + (-2) = -8. Selanjutnya minta siswa menentukan hasil dari:

    3 x (-2) = …. (-6)
    2 x (-2) = …. (-4)
    1 x (-2) = …. (-2)
    0 x (-2) = …. (0)

    Minta siswa mengamati hasil di atas, lalu minta mereka menyebutkan hal-hal menartik tersebut.
    Alternatif jawaban yang diinginkan adalah, semakin turun nilai pengali yang di depan maka semakin naik nilai hasil kalinya. Bisa juga, jika pengalinya turun 1 nilai maka hasilnya naik 2 nilai. Atau alternatif jawaban lain yang masuk akal harus diterima.
    Jika siswa tidak dapat menjawab, turunkan pertanyaannya. Alternatifnya adalah:
    “Apa yang dapat kamu katakan tentang pengali yang di depan?”
    “Apa yang dapat kamu katakan tentang hasil kalinya?
    Setelah itu minta siswa melanjutkan pola di atas. Yaitu:

    0 x (-2) = ….
    (-1) x (-2) = ….
    (-2) x (-2) = ….
    (-3) x (-2) = ….
    (-4) x (-2) = ….

    Komentar oleh fadjarp3g | Agustus 5, 2008 | Balas

  28. Diskusi yang sangat bagus.
    Ijinkan suatu saat saya ikut gabung.

    Salam,
    Terimakasih.

    Komentar oleh apiqquantum | Agustus 12, 2008 | Balas

  29. untuk mbak/mas apiqquantum, terima kasih.

    Komentar oleh fadjarp3g | Agustus 15, 2008 | Balas

  30. Terima kasih materinya yang bisa asya donload. Mau tanya pak bagaimana pembelajaran bilangan bulat dengan PMRI?

    Komentar oleh Beli Ngakan | September 6, 2008 | Balas

  31. Untuk Pak Beli Ngakan. TK dukungannya.

    Komentar oleh fadjarp3g | September 8, 2008 | Balas

  32. assalamualaikum..
    pak saya mau minta tolong..
    apa pengertian dari penjumlahan bilangan dan pengertian pembelajaran matematika????
    thank’s.

    Komentar oleh jerry uno | Oktober 23, 2008 | Balas

  33. Penjumlahan bilangan merupakan abstraksi dari gabungan dua atau lebih banyaknya himpunan.
    Pembelajaran matematika adalah proses agar seorang anak agar dapat memiliki kompetensi tertentu.

    Komentar oleh fadjarp3g | Oktober 24, 2008 | Balas

  34. jazzakumullah telah berbagi ilmu. pak saya mau tanya bagaimana cara mengajarkan FPB dan KPK dengan contoh real…? makasih power pointnya ya….

    http://www.ariftaat.co.cc

    Komentar oleh arif | Desember 1, 2008 | Balas

  35. Untuk Pak arif, TQ dukungannya.
    1. Untuk FPB, katakan pada anak2 (kalimatnya bisa disempurnakan sesuai kondisi dan situasi siswa Bapak);

    “Pak guru memiliki 8 daun (perlihatkan ke anak-anak). Tentukan banyaknya anak pada setiap kelompok sehingga daun ini dapat terbagi rata tanpa disobek.”

    “Pak guru memiliki 12 batu. Tentukan banyaknya anak pada setiap kelompok sehingga batu ini dapat terbagi rata tanpa dipecah.”

    “Tentukan banyaknya anak pada setiap kelompok sehingga daun dan batu ini dapat terbagi rata tanpa disobek dan dipecah.”

    “Tentukan banyaknya anak terbanyak pada kelompok yang ada tadi.”

    2. Untuk KPK. Anak-anak yang duduk di kelas diberi nomor urut. Lalu katakan (atau ditulis di charta lebih baik) pada anak-anak (kalimatnya bisa disempurnakan sesuai kondisi dan situasi siswa Bapak):

    “Pak guru akan memberi pita merah untuk setiap 5 anak secara berurutan.”
    “Siapa saja siswa yang mendapat pita merah?”
    “Anak ke berapa saja yang akan mendapat pita merah?”

    “Pak guru akan memberi pita biru untuk setiap 3 anak secara berurut.”
    “Siapa saja siswa yang mendapat pita biru?”
    “Anak ke berapa saja yang akan mendapat pita biru?”

    “Siapa dari mereka yang mendapat dua pita sekaligus?”
    “Anak ke berapa saja yang akan mendapat dua pita sekaligus?”
    “Anak ke berapa yang akan mendapat dua pita sekaligus untuk pertama kali?”

    Maaf terburu-buru, namun idenya begitu.

    Komentar oleh fadjarp3g | Desember 1, 2008 | Balas

  36. Pak, saya guru Matematika SD kelas 4, maaf saya ingin memakai power point bapak yang bilangan bulat untuk menjelaskan konsep operasi bil bul pada murid saya.
    trimakasih.

    Komentar oleh Ima | Desember 26, 2008 | Balas

    • Untuk mbak Ima, oh ya tidak apa2 pakai saja. Terrima kasih dukungannya.

      Komentar oleh fadjarp3g | Desember 26, 2008 | Balas

  37. pak saya mo tanya, bagaimana cara menjelaskan pengertian dan konsep “apa itu bilangan bulat?” untuk siswa yang baru mengenal bilangan bulat seperti siswa kelas 4 SD?
    kl misalnya saya memakai media buah apel yang utuh dan yang tidak utuh untuk menggambarkan bilangan bulat, bagaimana pak cocok ato tidak?

    Komentar oleh Ima | Desember 26, 2008 | Balas

    • Yang penting, untuk memudahkan siswa SD, bilangan cacah digunakan untuk menunjukkan ‘banyaknya sesuatu”. Contohnya, dua mata saya, yang kiri dan kanan. Satu mulut saya, tidak berhenti makan. Untuk bilangan negatif, kalau di luar negeri yang cuacanya dingin menggunakan temperatur sebagai dasar. Temperatur 5 derajad di bawah 0, dinyatakan dengan -5. Masalah realistik untuk 5 + (-3) adalah:
      “Amir memiliki 5 kelereng, namun ia berhutang 3 kelereng pada Budi. Berepa kelereng yang dimiliki Amir sesungguhnya?” Dengan soal seperti ini siswa diharapkan dapat menjawab bahwa 5 + (-3) = 2. OK?

      Komentar oleh fadjarp3g | Desember 26, 2008 | Balas

  38. bagus juga… aku jd tertarik…

    Komentar oleh agus | Desember 27, 2008 | Balas

  39. untuk Mas Agus, TK dukungannya.

    Komentar oleh fadjarp3g | Desember 30, 2008 | Balas

  40. pak, sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas jawaban yang bapak berikan…
    yang ingin saya tanyakan…
    1. bagaimana langkah-langkah penggunaan media tabel penjumlahan bilangan cacah di SD?
    2. lalu apa sifat-sifat bilangan cacah itu ?

    Komentar oleh aldeviawati | Januari 9, 2009 | Balas

  41. Assalamu’alaikum …

    saya mau tanya pak, untuk mengajarkan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat pada kelas 4 SD itu sebaiknya cukup pakai garis bilangan saja atau setelahnya boleh kita kasih konsep tanpa garis bilangan? sebab dar teman MGMP satu sekolah ada yang bilang harus pakai Gar Bil aja, dan satunya bilang Gar Bil itu nantinya gak dipakai dalam operasi penjumlahan atau pengurangan secara aplikatif nya. jadi setelah anak di ajarkan Gar Bil lalu ajarkan konsep tanpa GarBIl. Apa itu nanti tidak bikin rancu anak2? menurut bapak bagaimana baiknya? terimakasih banyak Pak…
    kalu menurut bapak bagaimana baiknya?

    Komentar oleh Ima | Januari 9, 2009 | Balas

  42. Untuk mbak aldeviawati.

    1. langkah-langkah pemebelajaran penjumlahan bilangan cacah di SD dapat bermacam-macam. Misalnya dengan: (a) garis bilangan; (b) punya dan hutang; (3) pakai pola seperti berikut, di mana supaya siswa lebih aktif, maka anak (siswa) diminta menyelesaikan dan melanjutkan soal berikut:

    5 + 3 =
    5 + 2 =
    5 + 1 =
    5 + … =
    5 + … =
    5 + … =
    5 + … =

    Minta siswa memikirkan, apa yang menarik:
    a. dari bilangan yang di depan (bil pertama)?
    b. dari bilangan yang di belakang (bil kedua)?
    c. dari hasil penjumlahannya?

    juga untuk

    5 + 3 =
    4 + 3 =
    3 + 3 =
    … + 3 =
    … + 3 =
    … + 3 =
    … + 3 =
    … + 3 =
    Langkah-langkah mana yang akan digunakan, ya disesuaikan dengan kemampuan anak di kelas ibu/bapak guru sendiri-sendiri?

    2. lalu, sifat-sifat pada penjumlahan bilangan cacah itu di antaranya:

    a. bersifat komutatif 2+3 = 3+2
    b. bersifat asosiatif (2+3) + 5 = 2+(3 + 5). Kalau (2+3) + 5 berarti (2+3) dikerjakan dahulu baru hasilnya ditambah dengan 5.
    c. adanya bilangan 0 sebagai unsur netral; di mana setiap bilangan ditambah 0 hasilnya bilangan itu sendiri. Contohnya 2+0 = 0+2 = 2
    d. adanya lawan suatu bilangan. Contohnya, 5 lawannya -5 dan -3 lawannya 3 karena jumlkah keduanya 0.

    Komentar oleh fadjarp3g | Januari 12, 2009 | Balas

  43. wAssalamu’alaikum …

    Sekarang saya juga mau tanya untuk mbak Ima. Jika mbak diminta untuk menentukan hasil dari:

    140 + (-80);
    -273 + (-234)

    apa mbak masih harus menggunakan gar-bil?

    Jadi, memang benar, pada awalnya kita dapat menggunakan

    a. masalah realistik dahulu;
    b. gar-bil;
    c. pola140 + (-80);
    d. lain-lain

    baru setelah itu, diharapkan siswa berabstraksi; sehingga ia dapat melihat adanya kesamaan pada:

    5 + (-3) dengan 140 + (-80);

    Pada penjumlahan di atas, apanya yang sama?
    Hasilnya harus positif atau negatif? Mengapa?

    Ya benar, pada akhirnya Gar Bil itu nantinya gak dipakai dalam operasi penjumlahan atau pengurangan. Namun itu juga tergantung siswanya.

    Ada siswa yang menjumlahkan 7 + 8 masih pakai jari-jarinya kan meskipun ia sudah kelas tiga. Ada siswa yang mencari 6×7 pakai turus kan? jadi tergantung anaknya juga. Ada anak yang cepat dan ada anak yang sangat lambat. OK?

    Komentar oleh fadjarp3g | Januari 12, 2009 | Balas

  44. sangat bagus tentang informasi pembelajaran matematika saya sangat setuju dan saya selalu membaca informasi pembelajaran matematika ini dari giyana SMP negeri 1 Pleret Bantul

    Komentar oleh Giyana | Maret 8, 2009 | Balas

  45. terima kasih mas, akan saya gunakan sebagai inspirasi.

    Komentar oleh roma | Maret 30, 2009 | Balas

  46. Permisi Pak, saya mengambil karya Bapak, untuk kami gunakan
    semoga dengan ini matemetka lebih menarik bagi siswa
    karya ini membuat saya terinspirasi untuk mengembangkan media pembelajaran matematika.
    Trima kasih

    Komentar oleh sutiyanauus | April 21, 2009 | Balas

  47. pak,,
    mu tanya
    penggaris geser untuk membantu pengajaran bilangan bulat itu seperti apa? dan bagaimana?
    nuwun,,

    Komentar oleh fie | Juni 10, 2009 | Balas

  48. Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

    Salam kenal pak,

    Dari diskusi yang menarik, saya melihat bahwa kesulitan pada operasi bilangan bulat baik positif dan negatif dialami oleh siswa-siswa SD.

    Pengalaman kami ketika sedang “belajar untuk mengajar” siswa SMP Kelas VII di satu sekolah NON FORMAL, membuat saya cukup prihatin bahkan mungkin juga teman-teman disini.

    Awalnya kami mencoba bermain-main dengan bilangan negatif dengan media (dapat menunjukkan konsep bilangan positif dan negatif) yang didapat dari “apiqquantum”, ternyata siswa-siswa tersebut masih belum mampu untuk menemukan pola penjumlahan dengan bilangan negatif.

    Pada pertemuan berikutnya, kami pun mencoba mengulang kembali pembelajaran operasi penjumlahan bilangan bulat positif dan negatif. Bedanya, kali kami sudah menggunakan beberapa media penggaris geser yang sudah kami buat sendiri.

    Dalam pertemuan kedua ini pun, kondisi pemahaman siswa masih memprihatinkan, karena anak masih belum mampu / mau menemukan pola penjumlahan bilangan bulat positif dan negatif.

    Pertanyaan saya pak :

    1. Apakah kemampuan (KREATIVITAS) untuk melihat suatu pola pada operasi matematika bergantung pada IQ anak? Sedangkan kita tahu bahwa KREATIVITAS adalah kemampuan mendayagunakan otak kanan kita dan IQ adalah kemampuan otak kiri kita.

    2. Sebagaimana kita tahu bahwa, pembelajaran yang baik adalah jika siswa dapat membangun pengertiannya sendiri berdasar pengetahuan yang telah dimilikinya (menemukan sendiri bagaimana pola operasi penjumlahan bilangan bulat). Namun dengan kondisi demikian, bagaimana pembelajaran yang harus saya pilih pak, apakah dengan tetap pada prinsip ini dengan resiko membutuhkan waktu yang cukup lama (2-3 pertemuan) untuk belajar satu materi?
    Atau, kita berikan saja polanya, kemudian kembalikan pilihan kepada siswa untuk menghafal atau memahami polanya?

    Kondisi siswa-siswa tersebut membuat “gairah” untuk berbagi ilmu yang sedikit ini dengan bermain sempat menurun pak.

    Namun, disisi lain, selalu timbul pertanyaan “apakah hanya anak-anak yang memiliki ORANG TUA YANG MAMPU saja yang BERHAK menjadi ANAK YANG PINTAR”, jika demikian bagaimana dengan anak-anak yang lain, jangankan untuk membayar sekolah, MEMILIKI SATU BUKU PEGANGAN yang dapat digunakan untuk belajar mereka di rumah pun, mereka tidak mampu.

    Mohon maaf pak atas komentar yang panjang ini pak. Disamping keinginan berbagi informasi bahwa masih banyak siswa bahkan di usia SMP kelas VII dengan kemampuan masih memprihatinkan, satu dan lain saya juga ingin mengajak teman-teman, bersama-sama mari kita saling berbagi ilmu (walaupun ilmu yang kita miliki baru sebutir padi) untuk bersama-sama mencerdaskan anak-anak bangsa kita demi terwujudnya satu generasi yang lebih baik. GENERASI YANG CERDAS DENGAN AKHLAK YANG TANGGUH yang BERHAK UNTUK DIRAIH OLEH SEMUA KALANGAN.

    Wassalaamu’alaikum Wr.Wb.

    Komentar oleh Yudhi | Juli 28, 2009 | Balas

  49. saya ingin pintar matematika supaya saya bisa mengenal artinya bilangan bulat terlebih dahulu

    Komentar oleh samuel rahmanto | Agustus 21, 2009 | Balas

  50. trims info

    Komentar oleh AMIRULLAH | September 7, 2009 | Balas

  51. asslamualaikum Wr. Wb
    Saya saat ini mencoba suatu media yang bernama nomograf yang saya yakin bapak sudah tahu nomograf itu, mungkin ada pengalaman bapak bagaimana tanggapannya jika penggunaanya di SMP?

    Komentar oleh AMIRULLAH | September 7, 2009 | Balas


Tinggalkan komentar