Bagaimana Mengoptimalkan Olimpiade Matematika SD?
Naskah yang membahas tentang olimpiade matematika di SD ini pernah dimuat di majalah Median yang diterbitkan LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Popinsi Jawa Timur. Jika Anda ingin membaca, sudi kiranya mengklik pada kata berikut DownLoadOlimpiadeSD. Jika Anda memiliki komentar, sudi kiranya mengklik judul artikel di atas lalu memberi komentar di bawah ini.
& Komentar »
Tinggalkan komentar
-
Arsip
- Oktober 2009 (1)
- September 2009 (5)
- Juli 2009 (1)
- Desember 2008 (4)
- Juli 2008 (1)
- Juni 2008 (6)
- Maret 2008 (2)
- November 2007 (1)
- Oktober 2007 (4)
- September 2007 (11)
- Agustus 2007 (9)
- Mei 2007 (3)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS

saya sangat menyukai soal-soal pemecahan masalah. Tetapi untuk membuat soal pemecahan masalah saya masih merasa kesulitan, seringkali terjebak bahwa soal yang saya buat tersebut ternyata soal aplikasi yang sudah dapat ditebak langkah-langkah pemecahannya.
Mungkin suatu saat p. Fadjar bisa memberikan kiat-kiat untuk menysun soal-soal pemecahan masalah/nonrutin.
Terimakasih.
Terima kasih. Menurut saya, untuk langkah2 awal tidak apa2. Akan tetapi kita harus mempunyai contoh masalah2 dari buku juga sebagai referensi untuk menghasilkan masalah seperti yang mbak titik harapkan.
Aduh… Kenapa disini kok nggak ada soal olimpiade matematika!!! K’lo ada orang mo cari or mo belajar gimana? Kan jadi sulit… Tolong diadakan ya lain kali! Jgn asal bikin blog. Di google dan dimana2 nggak ada contoh soal olimpiade” BIKIN ORANG STRESS AND SUSAH…
Untuk Adlya, PPPPTK sejatinya sudah menerbitkan beberapa paket melalui PPM (Paket Penggemar Matematika) seperti keinginan Anda. Namun naskah tersebut hanya terbatas untuk beberapa orang alumnus peserta diklat PPPPTK Matematika. Saran Anda akan saya perhatikan. Mudah-mudahan naskah tersebut dapat di on-line kan juga.
Saya berencana lebih peduli lagi dengan matematika di tingkat sd-smp dan sudah ada beberapa buku yang sudah kami terbitkan khususnya mengenai problem solving, dll. Kami berencana melakukan pengembangan untuk buat bulletin, majalah, website tentang matematika. Kami mohon kesediaan bapak untuk membantu kami dan kami siap membuat kerja sama lain yang sesuai dengan kesamaan visi dan misi kita masing-masing.
Kami tunggu jawabannya.
Terima kasih,
Terima kasih Pak Polmas Sihombing. Seharusnya kita memang harus bekerja sama. Saya siap kekerja sama untuk kemajuan pendidikan matematika di Indonesia. Kalau boleh tahu, bapak tugasnya di mana ya?
Your blog is very Ok. So, I am very intersted to open it daily> See you. Wassalam.
Thank you very much for your support my friend. I hope yopu every sucsess in the future.
Saya sejak 1991 bekerja di dunia penerbitan (10 thn di Penerbit Erlangga) dan 2 tahun sebagai GM Ganeca Exact. Sejak 2003 resign dan berusaha mendirikan penerbitan buku. Saya fokus di Matematika. Buku kami MTK SMP dan SMP lulus dalam penilaian BSNP, dan tahun 2008 akan mengikuti penilaian untuk SD. Saat ini sedang membuat buku 18 Strategi Menjuarai Olimpiade Matematika SD. Untuk mendukung kegiatan, kami mendirikan yayasan (Yayasan Peduli Matematika Indonesia : http://www.peduli-matematika.org dan Januari 2008 akan terbit Buletin Matematika yang memuat artikel dan soal-soal tantangan sekelas olimpiade.
Jika, Bapak ke Jakarta, mohon berita, telp saya 021-68575663. Ditunggu Pak. Tks
Oh ya pak. Terima kasih. Saya sangat mendukung usaha baik Bapak.
very interesting, but I don’t agree with you
Idetrorce
Thank you very much. It would be better if you tell me in what or which part of my article you don’t agree. So we can discuss.
Halo Pak, bagaimana kabar? Mohon komentar atas website kami: http://www.peduli-matematika.org. Kalau boleh berikan saran dan kritikan, agar web tsb lebih bermanfaat.
Apakah Bapak mempunyai buku-buku cerita yang memuat tentang matematika? Bolehkah kami diberitahu atau dipinjami.
Terima kasih.
Polmas Sihombing
saya bekerja di LPMP Kaltim Staf di Lab. matematika, saya juga mengajar di SD Muhammadiyah 2 Samarinda, Saya memiliki pertanyaan tentang bagaimana saya memberi penjelasan kepada siswa tentang penggunaan nilai phi = 22/7 atau phi = 3,14 untuk menghitung luas lingkaran atau keliling lingkaran apakah benar konsep saya jika mengatakan phi = 22/7 digunakan jika jari-jari atau diameter suatu lingkaran merupakan kelipatan 7, dan gunakan phi = 3,14 jika diameter bukan merupakan kelipatan 7, tetapi jika diameternya 10,5 atau 3,5 saya menggunakan phi = 22/7 padahal 10,5 atau 3,5 bukan kelipatan 7 (berdasarkan pengetahuan siswa SD) bagaimana saya harus menjelaskannya, mohon saran dari bapak, sebelumnya saya ucapkan terima kasih
ya awalnya dinyatakan seperti itu. Cumna jika diameternya 10,5 atau 3,5 lebih mudah digunakan phi = 22/7. Cuma yang perlu diingat juga bahawa phi = 22/7 adalah nilai pendekatan.
saya ingin siswa bimbingan saya (SD) dapat berhasil dalam olympiade matematika SD,saya ingin bekerja sama dengan anda. Bagaimana caranya ya,Pak?
Untuk Pak abdul fattah, ada beberapa hal yang berkait dengan siswa dan soal OSN (matematika). Di antaranya:
1. Soal olimpiade terkategori ‘masalah’ atau ’soal non-rutin’. Karena itu, siswanya harus yang lebih terkategori sebagai pemecah masalah ‘problem solver’. Anak yang nilainya 10 terus waktu ulangan karena tekun saja bisa kalah dari anak yang nilainya biasa-biasa saja namun ia senang mengerjakan soal non rutin ayng penuh tantangan.
2. melatihnya adalah dengan memfokuskan pada strategi pemecahan masalahnya; seperti: Membuat diagram, mencoba-coba, membuat model matematikanya, membuat tabel, melihat pola, dll.
3. Sebagai pelatih (jangan berposisi sebagai guru) maka tugas Anda yang utama adalah meng-’kader’ siswa yang sudah Anda pilih agar lebih jago dari Anda. Anda disebut berhasil jika siswa Anda jauh lebih jago dari Anda. Seharusnya Anda memiliki koleksi soal2 non rutin.
4. dll.
Maaf terburu-buru.
Ass. Wr. Wb. Mudah-mudahan Bapak masih mengingat saya. Saya guru di SMPN 4 Kupang. Saya baru belajar untuk membuat Blog. Mungkin bapak bisa bantu saya bagaimana cara memuat file powerpoint ke dalam blog. ini blog saya: siswantogosis.blogspot.com
Wassalam.
Untuk Pak Siswanto, ya saya masih ingat Bapak. Sekarang dimana? Tentang blog, gampang saja, klik ‘tulisan baru’ lalu klik ’sisipkan’ lalu klik tanda seperti matahari yang jika didekati akan keluar tulisan ‘media’; lalu ikuti dengan mengklik ‘pilih berkas’; pilih file power point yang akan diungguh; tunggu sebentar; lalu klik ‘terbitklan’. OK? Mudah kan. Jika tidak berhasil hubungi saya ya.
Assalamu wr.wb.
Saya pendatang bru pak, baru belajar internetan oh iya pak saya guru SD di Bangkalan. Ngajar soal cerita di SD kok sulit sekali anak mengerti. Tolong resepnya pak. Suwun !
Untuk mas Suyono, isteri saya juga dari Bangkalan (desa Kramat, tempat makam KH Holil, gurunya KH Hosyim Asyari). Saya ingin nanya ke Mas Suyono, ketika belajar membaca di saat masih kecil, lalu menemui kata yang baru dan belum tahu artinya, apa yang mas lakukan? Kalau saya sih dengan mengira-ngira dengan mengaitkan pada kata-kata sebelumnya maupun sesudahnya.
Di matematika, soal ceritera ada yang mengkategorikannya sebagai ‘masalah’. Menurut pakar, salah satu strategi yang sering digunakan adalah dengan mencoba pada soal/masalah yang mudah/sederhana dahulu.
Ketika anak saya yang SD tidak bisa menyelesaikan soal ceritera dengan bilangan besar, maka saya minta ia untuk mengganti untuk sementara bilangan besar tadi dengan bilangan kecil. Dengan mengganti bilangan besar tadi dengan bilangan kecil untuk sementara, ternyata operasi yang ada dapat ia temukan. Dengan mengetahui operasi yang harus ia lakukan, maka ia dapat mengerjakan soalnya dengan baik. Selanjutnya, ia berhasil mengerjakan soal/masalah ceritera tadi dengan baik.
Contoh ini berdasar pengelaman saya sendiri waktu masih kecil di SD; ketika itu soalnya 33 1/3 %; kelihannya sulit bukan? Maka saya ubah sementara menjadi 5% dan 2 1/2 % yang sudah saya ketahui adalah 5% = 5/100. Lalu saya mencoba dengan 2 1/2 % (Karena saya tahu 2 1/2 = 5/2; sehingga saya bisa mengerjakan soal yang mudah yang saya buat sendiri, yaitu 2 1/2 % = 5/200, mka pada akhirnya, saya dapat mengerjakan soal tentang 33 1/3 % yang pengerjaannya sama dengan pengerjaan 2 1/2 %. Sehingga didapat 33 1/3 % = 100/300 = 1/3.
Jadi secara umum, pemecahan masalah yang sulit dapat atau harus dimulai dari yang mudah dan sederhana, lalu berdasar soal dan pengetahuan yang mudah tersebut, soal yang sulit dan jlimet dapat diselesaikan. OK? Mudah2an bermanfaat.
ass. sy mhsiswa fkip unej. sy mw minta penpadt atau pandangan untuk pelaksanaan olimpiade mtk tingkat sd, terutama di acara semifinal menuju final, idealnya seperti apa? pengalaman sya, kemren semifinal tetep soal2, stlah itu ada cepat tepat dan psikomotorik, tp ada phk yg mengatakan itu bkan olimpiade. lalu yg benar seperti apa? trims
Ass. pak sy mahasiswa pgsd program studi matematika, sy smstr 7 skrg, sy rencanya mau membahas tntg problem solving dan open ended buat skripsi saya, tp sy kesulitan mencari referensi khususnya tntg open ended, mohon bapak mau berbagi informasi tntg buku problem solving dan open ended..terima kasih.