fadjarp3g

Situsnya Guru Matematika

Report on Attending the Conference on Science and Mathematics Education (CoSMEd) SEAMEO RECSAM, Penang, Malaysia November 16 – 19, 2015

cosmedbanner

SEAMEO RECSAM (Southeast Asian Ministers of Education Organisation- Regional Centre for Education in Science and Mathematics) conducted Conference on Science and Mathematics Education (CoSMEd) in Penang, Malaysia, on November 16 – 19, 2015.

cosmed 2015 participant

SEAMEO RECSAM invited Fadjar Shadiq, M.App.Sc (The Deputy Director for Administration of SEAMEO QITEP – Quality Improvement of Teachers and Education Personnel in Mathematics, Yogyakarta, Indonesia, on the picture number two from right) to attend and present his paper during the Conference.

Please find:

2015 8 Report on the Cosmed

2 2015 FullPaper_cosmed_DRR_FJR

3 2015 Cosmed DRR FJR4 ppt 2015

Cosmed Teaching Obser Inst

Desember 2, 2015 Posted by | Artikel, Fotoku, PowerPointku | Tinggalkan komentar

Pernikahan Ananda Dina dan Emir Firdaus

share

Pada 13 September 2015 berlangsung pernikahan dan resepsi ananda Dina dan Emir di Pusdiklat Mahkamah Konstitusi di Bekasi. Foto di atas adalah foto keluarga besar H Sahwanoedin Dojoprayitno, Pamekasan, Madura. Mudah-mudahan penikahan yang merupakan sunnah nabi tersebut dapat menjadikan keluarga yang sakinah. mawaddah, dan rohmah. Aamiin YRA.

September 15, 2015 Posted by | Tanpa kategori | Tinggalkan komentar

Beberapa Tulisan Pak Soleh (2)

Berikut ini adalah dua tulisan Pak Soleh terbaru yang berkait dengan kejadian pada bulan Muharram. Pembaca disilakan menikmati:
RENUNGAN TAHUN BARU HIJRIAH 1 MUHARAM
YATIM 2)
Berikut ini adalah tulisan Pak Soleh tentang:
dimulai dengan pengantar berikut.
“Sahabat sahabat tercinta.
Assalamualaikum ww.
Hari ini saya merasa seperti seorang ibu yang baru selesai masak untuk keluarga sendiri.
Tiba-tiba teringat ajaran Rasululah, agar mengantarkan juga makanan itu untuk tetangga, sebagai silaturrahmi.
Masakanku Qadha dan Qadar.  Aku senang berbagi masakan ini, tanpa berpikir, tetanggaku suka atau tidak.
Silakan saja, jika suka, alhamdulillah, jika tidak suka, buang saja.
Tetanggaku sangat beragam:
  1. sebagai orang yang aku sungkemi, pembimbingku dalam karirku.  Matur nuwun bu.
  2. sebagai kakak seniorku, teladanku dalam karirku, salam hormat, mas.
  3. sebagai rekan seperjuangan dalam dinas (di Kementerian, di Dinas, di P4TK, Instruktur, Pengawas, Kepala Sekolah, Guru, Staf Kantor atau staf Sekolahj)  baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun.  salam hangat bro.
  4. sebagai kerabatku, baik dari aku maupun dari istriku.  salam do’a  berakallahu.
  5. sebagai adik-adikku, tentunya yang masih aktif berdinas (MPS, MKKS, MGMP),  salam sukses ya say.
  6. sebagai anak didikku, (alumni SMPN 95,  mahasiswa STIT Insida Tanjung Priok). salam sayang, nak,  maju terus ya.”

Berikut ini adalah tulisan yang berkait dengan Haji, Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail.a.s.

BUKAN DAGING DAN DARAH ITU

PADANG ARAFAH PADANG MAHSYAR

REFLEKSI IBRAHIM

Berikut ini adalalah tulisan Pak Soleh tentang Tuhan:

 APA (pak Sholeh)

Tulisan tentang: “Apa yang Kau Ketahui, Apa yang Kau Saksikan, dan Apa yang Kaucari Ya Duyufar Rahman?” yang merupakan catatan Pak Soleh tentang Nabi Muhammad, s.a.w., Islam, Iman dan Ihsan serta catatan beliau ketika menunaikan ibadah haji pada 2005. Selamat menikmati.

Berikut ini adalah editan Pak Soleh tentang Nabi Muhammad.
KEKHUSUSAN NABI MUHAMMAD SAW
Berikut ini adalah surat pengantar Pak Soleh tentang artikel di atas.
“Assalamualaikum wr. wb.
Sahabat-sahabatku
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw, saya sharing tulisan mengenai kekhususan Rasulullah s.a.w.
Semoga menambah kecintaan kita kepada Rasulullah saw.  Sebelumnya pernah saya kirim 2 tulisan: Meneladani kecerdasan Intra personal Rasulullah, dan meneladani kecerdasan inter personal Rasulullah. Kalau merasa belum terima, boleh saya kirim ulang.
Saya juga mengajak sahabat untuk menshalat gaibkan dan mendoakan saudara kita yang belum lama meninggalkan kita berpulang ke Rahmatullah, yaitu: saudara kita dari Jakarta: Bp Djoko Waliadi (mantan Konsultan PKG), dan Ibu Hartami (mantan Guru Inti PKG) dan untuk saudara kita dari Cirebon: Bp Nedi Sunaedi (mantan Instruktur PKG).
Kita berdoa:  Allahummaghfir lahum warhamhum. wa  afihim wa’fuanhum. Amin
Berikut ini adalah email pak Soleh ke saya:
“Alhamdulillah, Allah swt menggerakkan niat pak Fadjar untuk menyebarluaskan ajaran-Mu ya Allah. Terima kasih pak Fadjar atas kebaikannya mempostkan tulisan saya. Semua tulisan saya yang saya share ke teman2 saya ikhlaskan untuk dibaca banyak orang. Saya mohon ampun kepada Allah kalau ada kesalahan dalam tulisan itu, insya Allah Tuhan mengmpuninya. Kalau ada kebaikannya saya mengharap Allah mencatatnya sebagai pahala untuk bekal di akhirat. Aamiin y.r.a.”

 

September 9, 2015 Posted by | Tanpa kategori | Tinggalkan komentar

Teman SMA Pamekasan Angkatan 1971

Aku menempuh pendidikan di SD Manten 1, SMP Negeri 1 Pamekasan dan SMA Negeri 1 Pamekasan. Menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Pamekasan pada 1971 – 1974. Karena itu aku termasuk siswa SMA Pamekasan Angkatan 1971. Berikut ini adalah foto sebagian teman-teman SMA Pamekasan Angkatan 1971 ketika mengadakan acara di rumah seorang teman di Pademawu (Muawiyah), Pamekasan.

Temans SMA PMKBerdiri dari kiri ke kanan: Sundari, Cece, Hannah, Ningsih. Wiwik, Susi Kamsuri, Din, Eny dan Ana.

Duduk dari kiri ke kanan: Berni, Agus, Bodet, Nunung, Muawiyah dan Handoko.

Banyak juga teman-teman yang tidak ikut kegiatan dimaksud karena kesibukannya seperti:

Anwar Zain. Bachrul Kamar, Hosna, Ariadi Kussaseno, Farid Syukur, Tsabit Thalib, Astuti Kustantin (Titut), Rika Bir Ali, Sekar Susilowati, LIen Hosen atau Lien Sentot dan lain-lain.

Cece, Anwar Zain. Ariadi Kussaseno, Farid Syukur, Tsabit Thalib, Handoko dan Berni juga teman di SMP N 1 Pamekasan, sedangkan Bachrul Kamar dan Wiwik teman di SD Manten 1 Pamekasan

Dg Farid.

Foto di atas adalah dengan teman di SMPN 1 dan SMAN 1 Pamekasan, Farid Syukur dan Isterinya. Terakhir saya bertemu beliau tahun 1978. Sehabis lulus SMA, saya melanjutkan ke IKIP Surabaya sedangkan Farid kuliah di ITB, lalu bekerja di perusahaan perminyakan. Terakhir bekerja di MEDCO. Pertemuan tersebut di Hotel Mutiara, Malioboro, Yogyakarta.

Agustus 17, 2015 Posted by | Tanpa kategori | Tinggalkan komentar

Nyoba Equation Editor di Blog

CodeCogsEqn

Caranya:

Untuk menulis simbol atau rumus matematika di halaman web, termasuk blog, dapat menggunakan Online Equation Editor, contohnya situs CodeCogs (codecogs.com). Situs ini menyediakan form tampilan untuk menulis rumus secara visual tinggal mengklik pada simbol-simbol yang ingin dituliskan.

Langkah menuliskan rumus pada blog menggunakan CodeCogs adalah sebagai berikut:

  • Masuk ke situs codecogs.com, pilih link Equation Editor.
    Akan muncul tampilan equation editor yang dapat digunakan secara visual maupun langsung menggunakan kode latex. Bagi pemula sebaiknya gunakan cara visual. Sebagai latihan tuliskan rumus di atas (integral).
  • Setelah rumus dibuat kita memiliki dua pilihan untuk memasukkan ke blog atau halaman web. Alternatif pertama adalah dengan mengunduh rumus tersebut menjadi gambar (Pilih link Click here to Download Image). File diunduh ke komputer lokal dan kemudian dari komputer lokal file ini diunggah ke blog seperti kita mengunggah foto/gambar.
  • Cara yang lain adalah dengan menyalin kode HTML yang ada pada bagian bawah tampilan (sebaiknya pilih yang HTML dan bukan HTML Edit). Kode ini disalin dan ditempelkan ke dalam artikel/tulisan blog pada mode HTML (jangan pada mode visual). Jika kode sudah disalin coba lihat preview-nya pada mode visual.
  • Jika rumus sudah tampil, lanjutkan menulias artikel/posting seperti biasa.

Cara ini berlaku untuk berbagai blog maupun situs web. Khusus untuk blog yang ada di wordpress.com kita juga dapat langsung menuliskan kode latex pada artikel dengan kode $$ pada awal dan akhir kode latex. Informasi lebih lengkap mengenail ini silahkan baca artikel berikut: Menulis Ekspresi Matematika di WordPress.

Bagi yang telah meencoba membuat rumus di blog silahkan link-nya dibagikan disini berikut pengalamannya

Alhamdulillah. Berhasil . . . .

Agustus 13, 2015 Posted by | Tanpa kategori | Tinggalkan komentar

Taqobbal Allahu Minna wa Minkum, 1436 H

images

Pada waktu masih kecil, di Pamekasan, sekitar Jl Bonorogo, desa Barurambat Kota, pada sekitar tahun 1960-an, sebelum Sahur tetangga ada yang melakukan tarhim, dari atas pohon, sambil membangunkan warga bersahur, mereka menyerukan:

Taqobbal Allahu minkum … minna wa minkum ya Karim … .

Allohu Allah robbuna …. ….

Suara dan doa tersebut terasa sangat menyentuh hati. Atinya kurang lebih adalah:

Semoga Allah menerima amal kita dan amal Anda.

Ketika besar, sadarlah penulis bahwa kalimat-kalimat itulah yang dicontohkan baginda Rasul kepada Ummat-Nya pada saat merayakan kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh, sehingga harus dicontoh dan diikuti. Alasan utamanya adalah karena kita pengikut Allah dan baginda Rasul, dan berdasarkan:

  1. Pernyataan-Nya bahwa Islam adalah sudah sempurna (Alyawma akmaltu lakum dienakum …. )
  2. Perintah-Nya agar menuruti perintah Allah dan contoh Rosulnya (Atiúllah wa atiür rosul ). Artinya, dalam hal ibadah kita harus mengikuti yang dicontohkan baginda Rasul. Contohnya Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda: ‘Sholatlah kamu sebagaimana aku sholat‘. Hal ini berarti juga bahwa tidak ada hak manusia untuk menambah hal-hal yang tidak dicontohkan Nabi dalam hal Ibadah dan akan dikategorikan sebagai ‘sesat’.
  3. Manusia sebagai ‘Cholifah fil Ardhi‘, Artinya, dalam hal keduniaan kita harus mengelola dunia sesuka kita selama tidak ada larangan Allah dan Rosu-Nya. Hal ini berarti juga bahwa tidak ada hak manusia untuk melarang hal-hal kreatif dan inovatif selama  hal-hal itu tidak dilarang Allah dan Rosu-Nya. Contohnya, ummat Islam seharusnya di depan dan paling dahulu mengelola alam berdasar IPTEK. Nabi sendiri mengakui bahwa dalam hal keduniaan kita harus lebih pintar dari Nabi (Antum aklamu bi umuriddunyakum).

Maka, karena itu yang dicontohkan baginda Nabi, maka tidak ada lain selain berkata “samikna wa athokna” yang berarti kita mengikutinya dan menaatinya maka tanpa tanya ini dan itu. Saya, Fadjar Shadiq, mengucapkan dan berdoá dengan tulus:

“Selamat  Idul Fitri 1436H. Taqobbal Allahu minna wa minkum”
(Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian). Aamiin

selamat-idul-fitri-2

Berikut ini adalah WA yang saya terima.

📚 Pesan Dakwah
—————————-

MARI UCAPKAN YANG BENAR
By Ust. Arya Abie adham

Sejalan dengan akan datangnya IDUL FITRI sebentar lagi, sering kita dengar tersebar ucapan: “MOHON MAAF LAHIR & BATHIN.” Seolah-olah saat Idul Fitri hanya khusus dengan ucapan semacam itu.

Sungguh sebuah salah kaprah, karena Idul Fitri bukanlah waktu khusus untuk saling maaf memaafkan. Memaafkan bisa kapan saja tidak terpaku dihari Idul Fitri. Demikian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mengajarkan kita.

Tidak ada satu ayat Qur’an ataupun suatu Hadits yang menunjukkan keharusan mengucapkan “ Mohon Maaf Lahir dan Batin ” disaat-saat Idul Fitri.

Satu lagi, ucapan yang keliru saat Idul Fitri, yakni ucapan: “MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN”.
Arti dari ucapan tersebut adalah:“Kita kembali dan meraih kemenangan.” KITA MAU KEMBALI KEMANA? Apa pada ketaatan atau kemaksiatan?

Meraih kemenangan? Kemenangan apa? Apakah kita menang melawan bulan Ramadhan sehingga kita bisa kembali berbuat keburukan?

Satu hal lagi yang mesti dipahami, setiap kali ada yang ucapkan: “Minal ‘Aidin wal Faizin.” Lantas diikuti dengan kalimat “Mohon Maaf Lahir dan Batin.” mungkin kita MENGIRA artinya adalah kalimat selanjutnya.

Ini sungguh KELIRU luar biasa. LUAR BIASA keliru… hehe… ^^

Coba saja sampaikan kalimat itu pada saudara-saudara seiman kita di Pakistan, Turki, Saudi Arabia atau negara-negara lain…. PASTI PADA BENGONG BIN BINGUNG…!! ^^ Sebagaimana diterangkan di atas, dari sisi makna kalimat ini keliru sehingga sudah sepantasnya kita HINDARI.

Ucapan yang lebih baik dan dicontohkan langsung oleh para sahabat Rasulullah SAW, yaitu:
“Taqobbal Allahu minna wa minkum.” (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)

Jadi lebih baik, ucapan / SMS /BBM kita :
“Selamat  Idul Fitri. Taqobbal Allahu minna wa minkum”
(Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)

Semoga risalah ini bermanfaat dan saling berbagi niat untuk meluruskan kekeliruan yang selama ini terjadi…
Silahkan disebarkan.
Baraka Allah fiikum…. ^^

Note :
Untuk kalimat : “Mohon maaf lahir & bathin” bahasa arabnya adalah: AS’ALUKAL AFWAN MINAL DZAHiRAN WAL BATHINIAH.

Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Shiyamana wa Shiyamikum wa Ahalahullahu ‘Alaik. (Semoga Allah menerima <amalan> dari kami dan darimu, juga diterima-Nya puasaku dan puasamu sekalian, serta semoga Allah menyempurnakannya)

MINAL AIDIN WAL FAIDZIN agar memiliki arti yg jelas adalah “Ja‘alanallahu Minal Aidin wal Faidzin”
(semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang kembali <fitrah/suci> & orang-orang yang menang)

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqobbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

[Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, Darul Ma’rifah, 1379, 2/446.]

Berikut ini adalah tulisan sahabat saya, Drs M Soleh IEDUL FITRI.

Berikutnya adalah foto keluarga besar Sahwanoedin

Kel Besar Sah

—————————-
♻ Group Whatsapp Tarbiyah Online

Juli 13, 2015 Posted by | Tanpa kategori | Tinggalkan komentar

SOUTHEAST ASIA REGIONAL STANDARDS FOR MATHEMATICS TEACHERS (SEARS-MT)

In 2013, SEAMEO RECSAM invited Fadjar Shadiq, M.App.Sc (The Deputy Director for Administration of SEAMEO QITEP – Quality Improvement of Teachers and Education Personnel in Mathematics), Yogyakarta, Indonesia, representing Prof. Subanar, Ph.D (The Director of SEAMEO QITEP in Mathematics) to attend the WORK SHOP ON SOUTHEAST ASIA REGIONAL STANDARDS FOR MATHEMATICS TEACHERS (SEARS-MT)

Please find these files if you need to learn more.

SEARS_MT Information paper

Southeast Asia Regional Standards – MT – draft

DMTQS-HOM

SEARS-MT HOM

Juli 1, 2015 Posted by | Tanpa kategori | Tinggalkan komentar

ATTENDING THE REGIONAL CONSULTATIVE MEETING ON SEAMEO BASIC EDUCATION STANDARDS (SEA-BES) AND SOUTHEAST ASIA PRIMARY LEARNING METRICS (SEA-PLM)

SEAMEO RECSAM invited Fadjar Shadiq, M.App.Sc (The Deputy Director for Administration of SEAMEO QITEP – Quality Improvement of Teachers and Education Personnel in Mathematics, Yogyakarta, Indonesia, representing Prof. Subanar, Ph.D (The Director of SEAMEO QITEP in Mathematics.) to attend the REGIONAL CONSULTATIVE MEETING ON SEAMEO BASIC EDUCATION STANDARDS (SEA-BES) AND SOUTHEAST ASIA PRIMARY LEARNING METRICS (SEA-PLM) in SEAMEO RECSAM, Penang, Malaysia, 4 – 5 November 2014.

Please find these files if you need to learn more.

2014 Fadjar’s REPORT ON SEA-PLM RECSAM

2014 1 Brochure Brief for SEA-BES and SEA-PLM (3 Nov14)

2014 2 SEA PLM Concept Note_Final_22 Jan14_no tracks

2014 3 SEAMEO Edu Standard CONCEPT 4 Nov2014 RECSAM

2014 4 Overview of SEA-PLM for SEABES JIM ACKERS

2014 A Early Childhood Development (ECD) Scales Ghazala Final

2014 B Experience_IIEP_Mioko Saito

Penang Learning Assessments Cresswell

SEAMEO RECSAM Emma Perason_311

SEAMEO_HONG_CHO (20141104)

UNESCO GChang at SEABES_SEAPLM meetings in Penang Malaysia

Juni 17, 2015 Posted by | Tanpa kategori | Tinggalkan komentar

Seminar Assesmen Matematika Tingkat Region Asia Tenggara atau Mathematics Regional Wide Assessment (MaRWA) di SEAMEO QITEP in Mathematics pada 16 Juni 2015

MaRWA atau Mathematics Regional Wide Assessment adalah test untuk Grade 5 dan Grade 8. Ada 3 tujuan MaRWA, yaitu:

  1. Improving teaching and learning of Mathematics in SEA region,
  2. Providing data base for teachers at school/classroom level and for policy makers to judge the effectiveness of their education system in SEAMEO countries, and
  3. Measuring the readiness of SEA school students in entering modern world on 21st century.

2015 MaRWA Online

Juni 16, 2015 Posted by | Tanpa kategori | Tinggalkan komentar

Selamat Memenangkan Ibadah di Bulan Suci Romadhon 1436H dengan Menjadi Muttaqin

Assalaamu’alaykum wr. wb.

images OK 3

Beberapa hari lagi, kita akan memasuki bulan romadhon. Marilah kita masuki bulan tersebut dengan sukacita dan kegembiraan. Selama bulan nan suci dan agung itu, kita akan tetap berusaha untuk mengisi waktu-waktu siang dan malamnya dengan sholat, tadarus al Quran, tarawih, sedekah, maupun amalan lainnya. Semuanya dilakukan untuk mendekatkan diri ini kepada-Nya. Marilah kita meluruskan niat puasa kita untuk mendekatkan diri ini kepada-Nya, bukan dengan niat lain, sehingga niat puasa kita tidak ikhlas untuk mencapai ridho-Nya. Bulan romadhon merupakan bulan tarbiyah atau bulan pendidikan untuk kita yang khusus dipanggil Allah dengan panggilan mesra dengan sebutan orang yang BERIMAN untuk melakukan shiyam agar kita menjadi orang yang bertaqwa, dalam arti selama bulan itu kita dididik untuk belajar tidak melakukan hal-hal yang haram, bahkan untuk yang halal sekalipun. Sebagai contoh, bagi mereka yang sudah meniatkan dirinya untuk berpuasa, maka makan di siang hari menjadi haram meskipun yang akan kita makan itu merupakan makanan yang halal. Karena itu, selama bulan-bulan berikutnya sudah sewajarnya kita dapat menjauhi yang haram. Selama bulan nan suci dan agung itu, jika ada yang menganggu kita, Rosulullah mengajari kita untuk mengelak dari gangguan dan ajakan yang sesat itu sambil berucap: “Saya sedang berpuasa.” Karena itu ada hadits yang menyatakan bahwa selama bulan Romadlon pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka. Selama bulan nan agung itu pula, kita dapat saja minum sepuas kita, karena tidak ada yang melihat. Namun hal itu tidak kita lakukan karena kita sebagai orang yang BERIMAN kepada-Nya dan kepada hal-hal yang gaib, sudah berniat untuk berpuasa agar kita menjadi orang yang bertaqwa. Itulah inti yang pertama kita berpuasa  agar kita menjadi orang yang sholeh secara individu. Itulah cara Allah S.W.T. melatih orang yang BERIMAN menjadi MUTTAQIN, Sekarang, tergantung pada diri kita masing-masing, akankah kita memanfaatkan peluang tersebut dengan sebaik-baiknya atau tidak. Bagi kita yang betul-betul mengaku orang yang BERIMAN maka peluang tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. InsyaAllah. Allahumma Aamiin.

Bukan itu saja, selama bulan puasa kita dididik juga untuk makin peka terhadap lingkungan kita, akan kelaparan orang miskin, papa dan mereka yang terlunta-lunta hidupnya. Karena itu, selesai melaksanakan ibadah puasa, kita diwajibkan untuk mengeluarkan Zakat (Fitrah dan Mal) untuk menyucikan diri dan harta kita. Sekali lagi, harta yang halalpun harus dikeluarkan zakatnya. Agama Islam  mengajarkan bahwa pada harta kita yang halalpun ada hak orang fakir, miskin, papa, janda, dan mereka yang terlunta-lunta hidupnya. Iktibarnya, selama bulan-bulan berikutnya sudah sewajarnya kita dapat menjauhi yang haram, karena itu bukan hak kita. Itulah hak mereka yang fakir, miskin, janda, dan mereka yang terlunta-lunta hidupnya. Sekali lagi kita yang sudah berpuasa sebulan penuh diharapkan akan menjadi makin taqwa. Itulah inti yang kedua kita berpuasa  agar kita menjadi orang yang sholeh secara sosial.

Untuk itulah, selama bulan romadhan dan sesudahnya, jangan nodai kebesaran dan keagungan agama Islam dengan tindakan yang melawan Allah S.W.T. dan Rasulnya Nabi Muhammad s.a.w. Kata lainnya, selama bulan romadhan dan sesudahnya, jangan nodai kebesaran dan keagungan agama Islam dengan tindakan yang tidak terpuji. Kita harus belajar dari kasus Kiai Fuad Amin Imron, Akil Mochtar, Atut Chosiah dan yang lainnya. Tindakan mereka dapat dikatakan telah mengingkari dan tidak bersyukur akan karunia Allah SWT. Ada yang menyatakan bahwa take home pay untuk pak Akil Mochtar adalah sekitar 200 juta rupiah. Dengan harta milyaran rupiah, apa yang dapat dialkukan pak Akil Mochtar di penjara seumur hidupnya? Bagaimana dengan kel;uarganya? Tetapi mengapa pak Akil Mochtar melakukan tindakan tidak terpuji dan melanggar ajaran agama Islam yang agung dan sempurna? Itulah salah satu yang merupakan tantangan terbesar bangsa kita, bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam namun belum sepenuhnya melaksanakan ajaran Islam dengan sungguh-sungguh. Belum menjadi Muttaqin.

Mudah-mudahan kita semua dapat belajar bahwa mereka yang mengingkari-Nya akan mendapat hukuman yang setimpal. Pada waktu lalu, sebelum ada KPK, mungkin beliau akan terlepas dari hukuman di dunia. Namun menurut keyakinan saya, sesuai dengan dan berdasar atas ajaran Islam, hukuman itu tidak hanya di dunia, namun akan kekal sampai di akhirat kelak, kecuali suluruh rakyat Indonesia memafkannya. Karena sejatinya beliau-beliau itu melawan Allah dan Rasul-Nya. Naudzubillah. Karena itu, setelah sebulan melaksakan puasa, belajar dengan sungguh-sungguh menjadi muttaqin, mudah-mudahan kita menjadi ummat islam yang selalu bersyukur akan karunia Allah SWT dan tidak pernah mengingkari-Nya sebagaimana puasa mengajarkan kepada kita semua. Selanjutnya, mudah-mudahan yang tidak bersyukur dan mengingkari-Nya akan kembali ke jalan yang benar dan haq dengan melaksanakan taubat, melaksanakan dengan sungguh-sungguh melaksanakan apa yang diperintah Allah dan dicontohkan Rosul-Nya dan dengan sungguh-sungguh menjauhi apa yang dilarang Allah dan Rosul-Nya.

Pertanyaan yang pantas diajukan berikutnya setelah melalui bulan itu adalah, sejauh mana dan seberapa besar keberhasilan shaum dan amalan kita pada hari-hari di bulan tersebut dalam mendekatkan diri kepada-Nya dan kepada sesama? Menurut sabda junjungan kita, Nabi besar Muhammad s.a.w.; ada dua kebahagiaan bagi orang yang sedang shaum, yaitu di kala ia akan berbuka puasa dan di saat ia akan menemui Rob-nya, sang Kholik. Tentunya yang terakhir ini hanya akan diperuntukkan bagi mereka yang berhasil dan sukses melaksanakan shaum dan amalan lainnya sehingga ia menjadi seorang yang benar-benar bersih tanpa cacat dan cela di haribaan-Nya. Itulah yang kita harapkan. Karena itu, setelah menyelesaikan shaum, di saat lebaran, di saat kita merayakan kemenangan karena berhasil melaksankan ujian untuk makin menjadi taqwa, para sahabat dibimbing Rosulullah untuk mengucapkan: “Taqobbalallahu minna wa minkum.” kepada sesama umat islam yang baru melaksanakan shaum. Ini pula yang harus diteladani. Suatu do’a, yang artinya mudah-mudahan amal kita dan amal Anda selama bulan romadhon nan agung ini diterima oleh-Nya. Insya Allah. Suatu do’a, agar kita makin Taqwa kepada-Nya. Insya Allah.

Pertanyaan berikutnya, akankah kita akan bertemu lagi di tahun-tahun yang akan datang dengan romadhan untuk makin mendekatkan diri kita dan akan menjadikan diri kita semakin taqwa kepada-Nya? InsyaAllah. Nabi dan para sahabat merasa sedih berpisah dengan bulan nan suci dan agung tersebut. Semoga kita juga akan merasa sedih berpisah dengan bulan nan suci dan agung tersebut.  Selama 11 bulan ke depan, buah romadhon tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya akan diuji. Kalau kita semakin melaksanakan perintah-Nya dan semakin menjauhi larangan-Nya, maka kadar ketaqwaan kita sudah semakin tinggi. Bagi mereka yang bertaqwa, janji Allah S.W.T.; surga balasannya. Bukan hanya surga balasannya nanti di hari akhir, namun dengan kesalihan Anda dan saya kebahagian itu akan didapat juga di dunia yang fana ini. Bukankah itu tujuan paling hakiki dari hidup kita ini?

images Ok 2

Dari Bapak Drs M Soleh, M.Ed, mantan Instruktur PKG Matematika region Jakarta dan Pengawas Pendidikan Matematika di Jakarta, saya menerima 4 files di bawah ini. Bagi yang berminat membacanya, tinggal mengkliknya. Mudah-mudahan makin meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah s.w.t. Aamiin YRA.

MARHABAN RAMADHAN

PUASA1

PUASA2

PUASA3

MASYAA ALLAH

images

Juni 9, 2015 Posted by | Tanpa kategori | 2 Komentar

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya