fadjarp3g

Situsnya Guru Matematika

Mengisi Syawalan 1440H, Guyub Rukun Purna Karya PPPPTK Matematika

Pada hari Sabtu, 29 JUni 2019, di rumah Bapak Djumari telah dilaksanakan acara Syawalan 1440H oleh perkumpulan Guyub Rukun Purna Karya PPPPTK Matematika. Penulis mendapat kesempatan mengisi acara tersebut. Berikut adalah pokok-pokok pikiran  yang penulis sampaikan.

@ Syawalan Guyub Purna P4TKM

Juli 11, 2019 Posted by | Tidak Dikategorikan | Tinggalkan komentar

Keluarga Besar Sahwan

Pada hari raya kemarin, 5 Juni 2019, saya pulang kampung di Madura. Menemui Ibunda dan saudara-saudara tercinta. Berikut ini adalah foto Keluarga Besar Sahwan di Lapangan kantor Bupati Pamekasan, setelah melakukan sholat ied.

IMG-20190605-WA0013

Sedang gambar ini gambar saya bersaudara, 9 orang, dengan Ibunda tercinta serta isteri atau suami saudara saya.

IMG-20190607-WA0006

Sedang gambar ini adalah gambar Ibunda tercinta dengan anak, menantu, cucu serta cicit tercintanya.

IMG-20190607-WA0005

 

Juni 13, 2019 Posted by | Tidak Dikategorikan | Tinggalkan komentar

Refleksi Gerakan Muhammadiyah Menghadapi Era Industri 4.0

Fadjar Shadiq, M.App.Sc, peserta Darul Arqom 2018, PCM Depok, Sleman, DIY yang juga adalah Purna Tugas Widya Iswara PPPPTK Matematika & Mantan Deputi Direktur untuk Administrasi di SEAMEO QITEP in Mathematics, Yogyakarta; diberi kesempatan Pengurus Ranting Muhammadiyah (PRM) Condong Catur Barat untuk menyampaikan pengajian.

Judul Pengajian Ranting Muhammadiyah sebagai mana judul tersebut di atas dilaksanakan pada 21 Romadhon 1440H bertepatan dengan 26 Mei 2019. Berikut ini PowerPointnya.

1 Muhammadiyah 1 ok

 

 

Mei 27, 2019 Posted by | Tidak Dikategorikan | Tinggalkan komentar

Pelaksanaan SEMINAR NASONAL PENELITIAN PENDIDIKAN MATEMATIKA “Inovasi Pembelajaran Matematika di Era Revolusi Industri 4.0 di UMT pada: 06 April 2019

Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) telah mengadakan ‘SEMINAR NASONAL PENELITIAN PENDIDIKAN MATEMATIKA ke-2,’ pada: 06 April 2019, hari Sabtu, dengan tema: “Inovasi Pembelajaran Matematika di Era Revolusi Industri 4.0.”

IMG-20190406-WA0044

Pengelola blog, Fadjar Shadiq, yang diundang untuk menjadi nara sumber pada kegiatan dimaksud, telah menampilkan PowerPoint dan artikel berikut.

1 a 2019 RevIndustri 4,0 Power Point Jadi

1 b 2019 Rev Industri 4.0 docx Jadi

Berikut ini adalah beberapa file pendukungnya:

2 a 2014 Nurturing creative thinking_25_eng

2 b 2016 Principles for the 21st Century_28_v3_002

2 c Korea Challenging Education for Future Change (ICER2013)

2 d Singapore Curriculum Reform

2 e Dadan Nugroho revolusi-industri-4

2 f Fjr ISMEI ELPSA Problem

3 a paparan hasil UN 2018 KaBalitbang

3 b Evaluasi Hasil UN Mtmtk 2018 Pranoto

4 a Buku Ahmad Dahlan

April 9, 2019 Posted by | Tidak Dikategorikan | Tinggalkan komentar

INVESTIGASI ATAU EKSPLORASI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA (Bagian Kedua)

Naskah ini sudah dimuat di Majalah LIMAS (PPPPTK Matematika) Edisi Nomor 38, Agustus 2018. Jika Anda berminat membacanya secara lengkap, klik pada kata berikut:

0 16 2 Eksplorasi Investigasi (Limas 2)

Jika Anda ingin memberi komentar dan saran, sudilah mengklik pada judul di atas, tunggu sebentar, lalu ketik pada tempat yang disediakan di bawahnya’.

Maret 5, 2019 Posted by | Tidak Dikategorikan | Tinggalkan komentar

Selamat Hari Raya 1439 H. Taqobbal Allahu Minna wa Minkum

Alhamdulillah, kita telah melaksanakan  pada bulan romadhon 1439 H. Shiyam (berpuasa) diwajibkan  bagi kita yang khusus dipanggil Allah dengan panggilan mesra dengan sebutan orang yang BERIMAN, “Ya ayyuhal ladzina amanu, kutiba alaikumus shiyamu, kama kutiba alal ladzina min qablikum la allakum tattaqun.” Jadi, kita, ummat beriman melakukan shiyam agar kita menjadi orang yang bertaqwa, dalam arti kita akan menjadi ummat yang akan berusaha untuk tetap mengerjakan segala perintah-Nya dan bertekad untuk menjauhi segala larangan-Nya.

Oleh karena itu, selama bulan itu kita dididik untuk belajar tidak melakukan hal-hal yang haram dan tercela serta bertentangan dengan perintah-Nya, bahkan untuk yang halal sekalipun. Sebagai contoh, bagi kita yang sudah meniatkan (di dalam hati) untuk berpuasa, maka makan di siang hari akan menjadi haram meskipun yang akan kita makan itu merupakan makanan yang halal. Karena itu, konsekuensinya, selama bulan-bulan berikutnya sudah sewajarnya kita, ummat islam, dapat menjauhi yang haram. Itulah sejatinya inti puasa bagi ummat Islam. Cukuplah bagi saya, alQuran dan alHadits menjadi petunjuk  dan pedoman saya yang harus saya imani, agar saya menjadi orang yang berbahagia, tidak hanya di dunia yang fana ini, tetapi juga  akan berbahagia di hari pembalasan kelak. Saya akan selalu berdoa agar saya dan keluarga saya serta kakek, ayak dan bunda, serta anak cucu keturunan saya akan tetap teguh berpedoman dan tetap mengimani segala titah dan perintah Allah SWT sesuai yang ada pada alQuran serta telah dicontohkan panutan dan junjungan kita, nabi Muhammad s.a.w. melalui alHadits yang sohih. Aamiin y.r.a.

Selama bulan nan suci dan agung itu, kita akan tetap berusaha untuk mengisi waktu-waktu siang dan malamnya dengan sholat, tadarus al Quran, tarawih, sedekah, maupun amalan lainnya. Semuanya dilakukan untuk mendekatkan diri ini kepada-Nya. Marilah kita meluruskan niat puasa kita untuk mendekatkan diri ini kepada-Nya, bukan dengan niat lain, sehingga niat puasa kita tidak ikhlas untuk mencapai ridho-Nya. Karena itu, bulan romadhon merupakan bulan tarbiyah atau bulan pendidikan bagi ummat islam.

Selama bulan nan suci dan agung itu, jika ada yang menganggu kita atau mengajak kita untuk melakukan sesuatu yang dilarang Allah S.W.T, Rosulullah s.a.w. mengajari kita untuk mengelak dari gangguan dan ajakan yang sesat itu sambil berucap: “Saya sedang berpuasa.” Karena itu ada hadits yang menyatakan bahwa selama bulan Romadlon pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka. Selama bulan nan agung itu pula, kita dapat saja minum sepuas kita, karena tidak ada yang melihat. Namun hal itu tidak kita lakukan karena kita sebagai orang yang BERIMAN kepada-Nya dan kepada hal-hal yang gaib, sudah berniat untuk berpuasa agar kita menjadi orang yang bertaqwa. Itulah inti yang pertama kita berpuasa  agar kita menjadi orang yang sholeh secara individu. Itulah cara Allah S.W.T. melatih orang yang BERIMAN menjadi MUTTAQIN, Sekarang, tergantung pada diri kita masing-masing, akankah kita memanfaatkan peluang tersebut dengan sebaik-baiknya atau tidak. Bagi kita yang betul-betul mengaku orang yang BERIMAN maka peluang tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. InsyaAllah. Allahumma Aamiin YRA.

Bukan itu saja, selama bulan puasa kita dididik juga untuk makin peka terhadap lingkungan kita, akan kelaparan orang miskin, papa dan mereka yang terlunta-lunta hidupnya. Karena itu, selesai melaksanakan ibadah puasa, kita diwajibkan untuk mengeluarkan Zakat (Fitrah dan Mal) untuk menyucikan diri dan harta kita. Sekali lagi, harta yang halalpun harus dikeluarkan zakatnya. Agama Islam  mengajarkan bahwa pada harta kita yang halalpun ada hak orang fakir, miskin, papa, janda, dan mereka yang terlunta-lunta hidupnya. Iktibarnya, selama bulan-bulan berikutnya sudah sewajarnya kita dapat menjauhi yang haram, karena itu bukan hak kita. Itulah hak mereka yang fakir, miskin, janda, dan mereka yang terlunta-lunta hidupnya. Sekali lagi kita yang sudah berpuasa sebulan penuh diharapkan akan menjadi makin taqwa. Itulah inti yang kedua kita berpuasa  agar kita menjadi orang yang sholeh secara sosial.

Pertanyaan yang pantas diajukan berikutnya setelah melalui bulan romadhon 1438 H itu adalah, sejauh mana dan seberapa besar keberhasilan shaum dan amalan kita pada hari-hari di bulan tersebut dalam mendekatkan diri kepada-Nya dan kepada sesama? Menurut sabda junjungan kita, Nabi besar Muhammad s.a.w.; ada dua kebahagiaan bagi orang yang sedang shaum, yaitu di kala ia akan berbuka puasa dan di saat ia akan menemui Rob-nya, sang Kholik. Tentunya yang terakhir ini hanya akan diperuntukkan bagi mereka yang berhasil dan sukses melaksanakan shaum dan amalan lainnya sehingga ia menjadi seorang yang benar-benar bersih tanpa cacat dan cela di haribaan-Nya.

Pertanyaan berikutnya, akankah kita akan bertemu lagi di tahun-tahun yang akan datang dengan romadhan untuk makin mendekatkan diri kita dan akan menjadikan diri kita semakin taqwa kepada-Nya? InsyaAllah. Nabi dan para sahabat merasa sedih berpisah dengan bulan nan suci dan agung tersebut. Semoga kita juga akan merasa sedih berpisah dengan bulan nan suci dan agung tersebut.  Selama 11 bulan ke depan, buah romadhon tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya akan diuji. Kalau kita semakin melaksanakan perintah-Nya dan semakin menjauhi larangan-Nya, maka kadar ketaqwaan kita sudah semakin tinggi. Bagi mereka yang bertaqwa, janji Allah S.W.T.; surga balasannya. Bukan hanya surga balasannya nanti di hari akhir, namun dengan kesalihan Anda dan saya kebahagian itu akan didapat juga di dunia yang fana ini. Bukankah itu tujuan paling hakiki dari hidup kita ini? Mudah-mudahan Ramadhan 1438 H. akan meningkatkan ketaqwaan kita, ummat Islam pada umumnya,  penduduk mayoritas di negeri ini, akan menjadi WNI yang makin muttaqin. Aamiin YRA.

images

Kini bagaimana ucapan kita kepada saudara seiman yang baru menyelesaikan shaum. Pada waktu masih kecil, di Pamekasan, sekitar Jl Bonorogo, desa Barurambat Kota, pada sekitar tahun 1960-an, sebelum Sahur tetangga ada yang melakukan tarhim, dari atas pohon, sambil membangunkan warga bersahur, mereka menyerukan:

Taqobbal Allahu minkum … minna wa minkum ya Karim … .

Allohu Allah robbuna …. ….

Suara dan doa tersebut terasa sangat menyentuh hati. Atinya kurang lebih adalah:

Semoga Allah menerima amal kita dan amal Anda.

Begitu tulusnya mereka mendoakan kita, ummat Islam yang lain. Semoga puasa kita diterima-Nya. Kalau puasa kita diterima-Nya maka kita akan bertambah taqwa. Doa saudara kita tadi itu jauh lebih dahsyat dari hanya meminta maaf. Ketika besar, sadarlah penulis bahwa kalimat-kalimat itulah yang dicontohkan baginda Rasul kepada Ummat-Nya pada saat merayakan kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh, sehingga harus dicontoh dan diikuti. Alasan utamanya adalah karena kita pengikut Allah dan baginda Rasul, dan berdasarkan:

  1. Pernyataan-Nya bahwa Islam adalah sudah sempurna (Alyawma akmaltu lakum dienakum …. )
  2. Perintah-Nya agar menuruti perintah Allah dan contoh Rosulnya (Atiúllah wa atiür rosul ). Artinya, dalam hal ibadah kita harus mengikuti yang dicontohkan baginda Rasul. Contohnya Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda: ‘Sholatlah kamu sebagaimana aku sholat‘. Hal ini berarti juga bahwa tidak ada hak manusia untuk menambah hal-hal yang tidak dicontohkan Nabi dalam hal Ibadah dan akan dikategorikan sebagai ‘sesat’.
  3. Manusia sebagai ‘Cholifah fil Ardhi‘ (Q2:30), dalam hal keduniaan kita harus mengelola dunia sesuka kita selama tidak ada larangan Allah dan Rosul-Nya. Hal ini berarti juga bahwa tidak ada hak manusia untuk melarang hal-hal kreatif dan inovatif selama  hal-hal itu tidak dilarang Allah dan Rosul-Nya. Contohnya, ummat Islam seharusnya di depan dan paling dahulu mengelola alam berdasar IPTEK. Nabi sendiri mengakui bahwa dalam hal keduniaan kita harus lebih pintar dari Nabi (Antum aklamu bi umuriddunyakum), meskipun Nabi dikenal memiliki sifat fathonah, cerdas, smart.

Sekali lagi, cukuplah bagi saya alQuran dan alHadits menjadi petunjuk  dan pedoman saya yang harus saya imani. Karena itu yang dicontohkan baginda Nabi dan diikuti para sahabatnya, maka tidak ada lain selain berkata “samikna wa athokna” yang berarti kita mengikutinya dan menaatinya maka tanpa tanya ini dan itu. Saya, Fadjar Shadiq, M.App.Sc, dan Keluarga, mengucapkan dan berdoá dengan tulus:

Selamat  Idul Fitri 1439 H. Taqobbal Allahu minna wa minkum.
(Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian). Sebagaimana, disampaikan di depan, kita akan menjadi ummat yang makin bertaqwa. Aamiin YRA

selamat-idul-fitri-2

Berikut ini adalah WA yang saya terima.

📚 Pesan Dakwah
—————————-

MARI UCAPKAN YANG BENAR
By Ust. Arya Abie adham

Sejalan dengan akan datangnya IDUL FITRI sebentar lagi, sering kita dengar tersebar ucapan: “MOHON MAAF LAHIR & BATHIN.” Seolah-olah saat Idul Fitri hanya khusus dengan ucapan semacam itu.

Sungguh sebuah salah kaprah, karena Idul Fitri bukanlah waktu khusus untuk saling maaf memaafkan. Memaafkan bisa kapan saja tidak terpaku dihari Idul Fitri. Demikian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mengajarkan kita.

Tidak ada satu ayat Qur’an ataupun suatu Hadits yang menunjukkan keharusan mengucapkan “ Mohon Maaf Lahir dan Batin ” disaat-saat Idul Fitri.

Satu lagi, ucapan yang keliru saat Idul Fitri, yakni ucapan: “MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN”.
Arti dari ucapan tersebut adalah:“Kita kembali dan meraih kemenangan.” KITA MAU KEMBALI KEMANA? Apa pada ketaatan atau kemaksiatan?

Meraih kemenangan? Kemenangan apa? Apakah kita menang melawan bulan Ramadhan sehingga kita bisa kembali berbuat keburukan?

Satu hal lagi yang mesti dipahami, setiap kali ada yang ucapkan: “Minal ‘Aidin wal Faizin.” Lantas diikuti dengan kalimat “Mohon Maaf Lahir dan Batin.” mungkin kita MENGIRA artinya adalah kalimat selanjutnya.

Ini sungguh KELIRU luar biasa. LUAR BIASA keliru… hehe… ^^

Coba saja sampaikan kalimat itu pada saudara-saudara seiman kita di Pakistan, Turki, Saudi Arabia atau negara-negara lain…. PASTI PADA BENGONG BIN BINGUNG…!! ^^ Sebagaimana diterangkan di atas, dari sisi makna kalimat ini keliru sehingga sudah sepantasnya kita HINDARI.

Ucapan yang lebih baik dan dicontohkan langsung oleh para sahabat Rasulullah SAW, yaitu:
“Taqobbal Allahu minna wa minkum.” (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)

Jadi lebih baik, ucapan / SMS /BBM kita :
“Selamat  Idul Fitri. Taqobbal Allahu minna wa minkum”
(Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)

Semoga risalah ini bermanfaat dan saling berbagi niat untuk meluruskan kekeliruan yang selama ini terjadi…
Silahkan disebarkan.
Baraka Allah fiikum…. ^^

Note :
Untuk kalimat : “Mohon maaf lahir & bathin” bahasa arabnya adalah: AS’ALUKAL AFWAN MINAL DZAHiRAN WAL BATHINIAH.

Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Shiyamana wa Shiyamikum wa Ahalahullahu ‘Alaik. (Semoga Allah menerima <amalan> dari kami dan darimu, juga diterima-Nya puasaku dan puasamu sekalian, serta semoga Allah menyempurnakannya)

MINAL AIDIN WAL FAIDZIN agar memiliki arti yg jelas adalah “Ja‘alanallahu Minal Aidin wal Faidzin”
(semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang kembali <fitrah/suci> & orang-orang yang menang)

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqobbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. [Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, Darul Ma’rifah, 1379, 2/446.]

Lebaran kali ini, dua keluarga, yaitu (1) keluarga Ir Firman Laili Sahwan, M.S. (peneliti utama di BPPT Jakarta) dengan Ir Erni Yanuarni dan (2) keluarga Dr Nizami dengan Dr Iis Sahwan, karena kesibukannya tidak berlebaran di Pamekasan.

Berikut ini adalah foto2 ketika sholat id di lapangan Ronggosukawati, rumah jabatan Bupati KDH II Pamekasan.

Yang ini foto, halal bihalal Keluarga Besar Abdusshomad di Surabaya. Abdusshomad sendiri adalah bapak ibuku. Berarti Abdusshomad adalah Kakekku.

Yang ini foto, halal bihalal Keluarga Besar PPPPTK Matematika dan SEAMEO QITEP in Mathematics. Saya menerima ikrar yang dibacakan pak Yuliawanto.

£B 1 ikrar halal bihalal p4tk

Sekarang kan sudah ada SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) dan TUKIN. Apa perlu ikrar lagi?

Juni 24, 2018 Posted by | Tidak Dikategorikan | Tinggalkan komentar

Tulisan Terbaru Pak Soleh

Berikut ini adalah tulisan terbaru Pak Soleh. Pak Soleh, lengkapnya Drs. Moh Soleh, M.Ed., mantan Instruktur Nasional PKG (Pemantapan Kerja Guru) Matematika, region Jakarta mantan Pengawas di DKI Jakarta. Beliau mendapat gelar M.Ed dari University of Bristol (UK).

Saya pernah satu kamar dengan Pak Soleh waktu kita mengikuti diklat di University of Bristol. Berkait dengan acara TV beliau suka acara Drama sedang saya suka acara Olah Raga. Ketika hari Sabtu, beliau ingin acaranya drama sedangkan saya ingin acaranya Olah Raga, yaitu sepak bola, waktu itu yang ditayangkan liga Italia. Jadilah kita rebutan acara TV. Akhirnya didapat kesepakatan tidak tertulis, bahwa untuk acara Olah Raga, yaitu sepak bola liga Italia, kita melihat acara  Olah Raga yang ditayangkan tersebut, selebihnya saya mengalah untuk melihat film drama.

Beliau juga produktif menulis tentang Islam dikaitkan dengan Matematika. Tulisan beliau enak dibaca dan perlu. Selamat menikmati.

Berikut ini adalah beberapa tulisannya:

25. GRAFIK UMUR vs AMAL

26. RENCANA ALLAH

27.QADHA DAN QADAR

28. DALAM HATINYA ADA PENYAKIT

29. IEDUL FITRI

30. OLIMPIADE DAN FASTABIQUL KHOIROT 

31. PENCERAHAN AYAT

Juni 22, 2018 Posted by | Tidak Dikategorikan | Tinggalkan komentar

The Japanese Problem Solving Approach (PSA) for Primary School Teachers

The PowerPoint that has been presented on the ‘Course on Joyful Learning in Mathematics Education for Primary School Teachers’ in QITEP in Mathematics, Jogyakarta, 7-20 March, 2018.

2018 PSA JL PrimarySchool Fadjar

Alternative Answer

Maret 15, 2018 Posted by | PowerPointku, Soal/Masalah | Tinggalkan komentar

What Can We Learn from the ELPSA, SA, and PSA Frameworks? The Experience of SEAQiM

00_cvr dalam seamej7_1fix

This article has been published on SEAMEJ (Southeast Asian Mathematics Education Journal) 2017. The SEAMEJ VOLUME 7, NO. 1 JUNE 2017,  is published by Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEORegional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (QITEP) in Mathematics, Yogyakarta, Indonesia. The SEAMEJ  (ISSN 2089-4716) 2017 (pages 65-76) can be downloaded from:

06_Fadjar Shadiq’s Article_

Desember 6, 2017 Posted by | Tidak Dikategorikan | Tinggalkan komentar

Tulisan Terbaru Pak Soleh (IV)

Berikut ini adalah tulisan terbaru Pak Soleh. Pak Soleh, lengkapnya Drs. Moh Soleh, M.Ed., mantan Instruktur Nasional PKG (Pemantapan Kerja Guru) Matematika, region Jakarta mantan Pengawas di DKI Jakarta. Beliau mendapat gelar M.Ed dari University of Bristol (UK).

Saya pernah satu kamar dengan Pak Soleh waktu kita mengikuti diklat di University of Bristol. Berkait dengan acara TV beliau suka acara Drama sedang saya suka acara Olah Raga. Ketika hari Sabtu, beliau ingin acaranya drama sedangkan saya ingin acaranya Olah Raga, yaitu sepak bola, waktu itu yang ditayangkan liga Italia. Jadilah kita rebutan acara TV. Akhirnya didapat kesepakatan tidak tertulis, bahwa untuk acara Olah Raga, yaitu sepak bola liga Italia, kita melihat acara  Olah Raga yang ditayangkan tersebut, selebihnya saya mengalah untuk melihat film drama.

Beliau juga produktif menulis tentang Islam dikaitkan dengan Matematika. Tulisan beliau enak dibaca dan perlu. Selamat menikmati.

Berikut ini adalah beberapa tulisannya:

ADZAB NERAKA DAN NIKMAT SURGA DALAM ALQUR’AN

ARRAHMAN ARRAHIIM

AYAT IMPLIKASI

BEBERAPA DOA DALAM ALQUR’AN

MENSYUKURI NIKMAT SIRAMAN QURANI (14.11.14

RABB KU MEMANGGIL

3 MENYANTUNI ANAK YATIM

 

 

Juni 8, 2017 Posted by | Tidak Dikategorikan | Tinggalkan komentar