fadjarp3g

Situsnya Guru Matematika

Diklat “In-country Training on Joyful Learning in Mathematics Education for Primary School Teachers.” Kolaborasi SEAMEO QITEP in Mathematics dengan Indonesian Overseas Alumni (IOA), 1-5 Agustus 2016, Waingapu, Sumba Timur, NTT

Bertempat di Sekolah Dasar Kristen Nasional Plus ‘Kasih Agape’telah dilaksanakan diklat untuk 30 guru SD terpilih di Waingapu, Sumba Timur, NTT. Terima kasih untuk Ibu Tanti (tanti@ioa.or.id)  dari IOA (Indonesian Overseas Alumni), Jakarta; Bapak Kadis PPO di Waingapu, Sumba Timur, NTT; Opa Simon Tanto dari Yayasan Perguruan Kristen Kasih Agape, Waingapu, Sumba Timur, NTT; Bpk Yanto dan Bpk Gerson, keduanya Kepala Sekolah di Waingapu, Sumba Timur, NTT yang telah begitu banyak membantu sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.

Berikut adalah PowerPoint untuk para guru yang mengikuti diklat dimaksud.

2 Current Issue

3 Phylosphical and Psychological of Joyful INDONESIA

4 Pemecahan Masalah

5 OutDoor Math

6 WGP Mathematics and Art

Ini beberapa PowerPoint yang berkait dengan materi pembelajaran matematika SD.

0 Addition and Subtr

1 Addition and Subtrac

2 Addition and Sub

3 BANGUN RUANG I

3 GeoDatarRuangSD

4 Statistika

Chance and Data

Open ended Problem

Tangram

Ini beberapa RPP dari Jepang yang berkait dengan materi pembelajaran matematika SD. KIta Guru SD dapat belajar darinya.

1.TeachingPlan_Kozo_Tsubota

2.TeachingPlan_Hiroshi_Tanaka

3 TP T Seiyama

4 TP Hosomisu

Harapan setelah diklat adalah:

  1. Mencobakan di kelas sendiri di depan siswa sendiri apa yang didapat selama pelatihan.
  2. Mencatat kesulitan ketika mencobakan apa yang didapat selama pelatihan di kelas sendiri di depan siswa sendiri.
  3. Mendiskusikan dan mencoba mencari jalan keluar secara mandiri dengan teman-teman sesama peserta.
  4. Mendiskusikan dan fasilitator dari SEAMEO QITEP in Mathematics, jika ketika Bapak dan Ibu peserta pelatihan merasa bahwa jalan keluar sebagai hasil diskusi secara mandiri dengan teman-teman sesama peserta masih perlu diperjelas atau belum ada jalan keluar sebagai hasil diskusi secara mandiri dengan teman-teman sesama peserta pelatihan.
  5. Cobalah untuk mengembangkan kompetensi (profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial) diri sendiri dengan mengacu pada permasalahan  pendidikan matematika di kelas sendiri dan di depan siswa sendiri.
  6. Gunakan buku, internet, pelatihan, workshop, seminar dan kegiatan lain dalam mengembangkan kompetensi (profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial) secara mandiri.
  7. Pengembangan kompetensi (profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial) secara mandiri, yang dikenal dengan personal development, akan semakin dibutuhkan, karena akan sangat menentukan kualitas Bapak dan Ibu peserta pelatihan sendiri.
  8. Cobalah untuk mengembangkan kompetensi (profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial) diri sendiri dengan mengacu pada permasalahan  pendidikan matematika di kelas sendiri dan di depan siswa sendiri dengan tetap saling berbagi pengalaman dan ide-ide dengan teman-teman sesama peserta pelatihan.
  9. Cobalah untuk mengembangkan kompetensi peserta pelatihan melaui internet seperti:
    1. http://www.fadjarp3g.wordpress.com
    2. http://www.p4tkmatematika.org
    3. http://qitepinmath.org/
    4. lainnya
  10. Cobalah untuk mengembangkan kompetensi profesional peserta pelatihan melaui internet seperti http://www.fadjarp3g.wordpress.com, terutama pada halaman olimpSD1, olimpSD2, olimpSMP dan olimpSMA/K.
  11. Agar guru selalu belajar.

Agustus 4, 2016 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Standards for Mathematics and Science Teacher and Standards on Basic Education for Mathematics and Science Classess

SEAMEO RECSAM (Southeast Asian Ministers of Education Organisation – Regional Centre for Education in Science and Mathematics), Penang, Malaysia published 5 standards that can be used by Mathematics and Science Teacher or Educators as resources in Indonesia and in SEAMEO member countries. These are the 5 standards:

1.SEARS-MT  (Standards for Mathematics Teacher in the Region)

2. DMTQS (Standards for Malaysian Mathematics Teacher)

3. SEA-BESMathExecSummaryJuly2016 (Mathematics Basic Education Standards)

I do believe that documents #1, #2 and #3 will be helpful for Mathematics Teacher and Mathematics Educator as resources.

4.SEA-BESScienceExeSum2016JulyRevised (Science Basic Education Standards)

5. SEARS-ST (standards for Science Teacher)

I also do believe that documents #4 and #5 will be helpful for Science Teacher and Science Educator as resources.

Juli 27, 2016 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Report on Conducting the Formasi (Forum Masyarakat Sinabung) Course for Secondary Mathematics Teachers in Hotel Grand Orri, Berastagi, Sumatera Utara, July 22 – 24, 2016

Today educators are confronted with the difficult task of educating young minds to meet the demands of an increasingly globalised world. Many countries face the challenge of preparing citizens who will be able to address and solve local, national and global problems in order to function equally well in these environments. The issues on today’s environmental problem are not local but on global scale which affect everyone no matter which race, age, gender or religion we are in. Therefore, not only the environmentalists are responsible for sustaining the environment, but to protect the environment for sustainable living is also everyone’s duty. In this regard, knowledge of ICT, language, science and mathematics is essential as it empowers people to systematically use the knowledge more effectively to solve problems. In addition, there is however a need to educate the young to acquire as well as to apply the knowledge and skills embodied in science and mathematics, at the same time take the advantages of the knowledge of technologies and engineering that would enable them to create innovative and creative ideas.

IMG-20160724-WA0016

In local scale, such as in Sinabung area; Formasi (Forum Masyarakat Sinabung), under the chief of Dr. Ir. Alexander Barus, Ph.D, also concerns about the limitation and difficulties of Secondary High School graduate students from Sinabung area in entering the favourite universities, especially in Jawa, such as Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gajah Mada (UGM), or Akademi Angkatan Bersenjata (Akabri). Therefore, Formasi should collaborate with SEAMOLEC and Surya Institute in enhancing the competencies of Secondary High School Mathematics, Physics English Teachers and Elementary School Teachers. Finally SEAMOLEC collaborates with SEAMOLEC Group, such as SEAMEO QITEP – Quality Improvement of Teachers and Education Personnel in Mathematics, Science and Language from Yogyakarta, Bandung and Jakarta. SEAMEO QITEP in Mathematics assign Fadjar Shadiq, M.App.Sc (The Deputy Director for Administration of SEAMEO QITEP in Mathematics, Yogyakarta, Indonesia, attending and participating during the course conducted by Formasi.

IMG-20160724-WA0017

Berikut ini adalah laporan pada Diklat dimaksud.

2016 1 Report on Formasi Course

Berikut ini adalah Power Point pada Diklat dimaksud.

2016 1 HMKI Formasi Masalah Materi

2016 2 HMKI Formasi Pedagogi Pem Mat

2016 3 HMKI Praktek Pem Mat

IMG-20160729-WA0011 (1)

Berikut ini adalah Power Point yang berkait dengan materi pada Diklat dimaksud.

1 BANGUN RUANG I

1 GeoDatarRuangSMK

2 logika 2

2 logika1

3 KombiPeluang

4 ProgLinear

5 Statistika

6 IrisanKerucut

7 BahanAjarFungsiInvers

8 BahanAjarInversMatriks

9 Suku Ke-n suatu BA

10 GRAFIK FUNGSI KUADRAT

Semoga laporan dan power point di atas akan berguna untuk para pengambil keputusan dan para guru matematika di lapangan.

 

Juli 27, 2016 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Selamat Hari Raya 1437 H. Taqobbal Allahu Minna wa Minkum

Alhamdulillah, kita telah melaksanakan shaum pada bulan romadhon 1437 H. Shaum (berpuasa) diwajibkan  bagi kita yang khusus dipanggil Allah dengan panggilan mesra dengan sebutan orang yang BERIMAN, “Ya ayyuhal ladzina amanu, kutiba alaikumus shiyamu, kama kutiba alal ladzina min qablikum la allakum tattaqun.” Jadi, kita, ummat beriman melakukan shiyam agar kita menjadi orang yang bertaqwa, dalam arti kita akan menjadi ummat yang akan berusaha untuk tetap mengerjakan segala perintah-Nya dan bertekad untuk menjauhi   segala larangan-Nya.

Oleh karena itu, selama bulan itu kita dididik untuk belajar tidak melakukan hal-hal yang haram dan tercela serta bertentangan dengan perintah-Nya, bahkan untuk yang halal sekalipun. Sebagai contoh, bagi kita yang sudah meniatkan (di dalam hati) untuk berpuasa, maka makan di siang hari akan menjadi haram meskipun yang akan kita makan itu merupakan makanan yang halal. Karena itu, konsekuensinya, selama bulan-bulan berikutnya sudah sewajarnya kita, ummat islam, dapat menjauhi yang haram. Itulah sejatinya inti puasa bagi ummat Islam. Cukuplah bagi saya, alQuran dan alHadits menjadi petunjuk  dan pedoman saya yang harus saya imani, agar saya menjadi orang yang berbahagia, tidak hanya di dunia yang fana ini, tetapi juga  akan berbahagia di hari pembalasan kelak. Saya akan selalu berdoa agar saya dan keluarga saya serta kakek, ayak dan bunda, serta anak cucu keturunan saya akan tetap teguh berpedoman dan tetap mengimani segala titah dan perintah Allah SWT sesuai yang ada pada alQuran serta telah dicontohkan panutan dan junjungan kita, nabi Muhammad s.a.w. melalui alHadits yang sohih. Aamiin y.r.a.

Selama bulan nan suci dan agung itu, kita akan tetap berusaha untuk mengisi waktu-waktu siang dan malamnya dengan sholat, tadarus al Quran, tarawih, sedekah, maupun amalan lainnya. Semuanya dilakukan untuk mendekatkan diri ini kepada-Nya. Marilah kita meluruskan niat puasa kita untuk mendekatkan diri ini kepada-Nya, bukan dengan niat lain, sehingga niat puasa kita tidak ikhlas untuk mencapai ridho-Nya. Karena itu, bulan romadhon merupakan bulan tarbiyah atau bulan pendidikan bagi ummat islam.

Selama bulan nan suci dan agung itu, jika ada yang menganggu kita atau mengajak kita untuk melakukan sesuatu yang dilarang Allah S.W.T, Rosulullah s.a.w. mengajari kita untuk mengelak dari gangguan dan ajakan yang sesat itu sambil berucap: “Saya sedang berpuasa.” Karena itu ada hadits yang menyatakan bahwa selama bulan Romadlon pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka. Selama bulan nan agung itu pula, kita dapat saja minum sepuas kita, karena tidak ada yang melihat. Namun hal itu tidak kita lakukan karena kita sebagai orang yang BERIMAN kepada-Nya dan kepada hal-hal yang gaib, sudah berniat untuk berpuasa agar kita menjadi orang yang bertaqwa. Itulah inti yang pertama kita berpuasa  agar kita menjadi orang yang sholeh secara individu. Itulah cara Allah S.W.T. melatih orang yang BERIMAN menjadi MUTTAQIN, Sekarang, tergantung pada diri kita masing-masing, akankah kita memanfaatkan peluang tersebut dengan sebaik-baiknya atau tidak. Bagi kita yang betul-betul mengaku orang yang BERIMAN maka peluang tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. InsyaAllah. Allahumma Aamiin YRA.

Bukan itu saja, selama bulan puasa kita dididik juga untuk makin peka terhadap lingkungan kita, akan kelaparan orang miskin, papa dan mereka yang terlunta-lunta hidupnya. Karena itu, selesai melaksanakan ibadah puasa, kita diwajibkan untuk mengeluarkan Zakat (Fitrah dan Mal) untuk menyucikan diri dan harta kita. Sekali lagi, harta yang halalpun harus dikeluarkan zakatnya. Agama Islam  mengajarkan bahwa pada harta kita yang halalpun ada hak orang fakir, miskin, papa, janda, dan mereka yang terlunta-lunta hidupnya. Iktibarnya, selama bulan-bulan berikutnya sudah sewajarnya kita dapat menjauhi yang haram, karena itu bukan hak kita. Itulah hak mereka yang fakir, miskin, janda, dan mereka yang terlunta-lunta hidupnya. Sekali lagi kita yang sudah berpuasa sebulan penuh diharapkan akan menjadi makin taqwa. Itulah inti yang kedua kita berpuasa  agar kita menjadi orang yang sholeh secara sosial.

Pertanyaan yang pantas diajukan berikutnya setelah melalui bulan romadhon 1437 H itu adalah, sejauh mana dan seberapa besar keberhasilan shaum dan amalan kita pada hari-hari di bulan tersebut dalam mendekatkan diri kepada-Nya dan kepada sesama? Menurut sabda junjungan kita, Nabi besar Muhammad s.a.w.; ada dua kebahagiaan bagi orang yang sedang shaum, yaitu di kala ia akan berbuka puasa dan di saat ia akan menemui Rob-nya, sang Kholik. Tentunya yang terakhir ini hanya akan diperuntukkan bagi mereka yang berhasil dan sukses melaksanakan shaum dan amalan lainnya sehingga ia menjadi seorang yang benar-benar bersih tanpa cacat dan cela di haribaan-Nya.

Pertanyaan berikutnya, akankah kita akan bertemu lagi di tahun-tahun yang akan datang dengan romadhan untuk makin mendekatkan diri kita dan akan menjadikan diri kita semakin taqwa kepada-Nya? InsyaAllah. Nabi dan para sahabat merasa sedih berpisah dengan bulan nan suci dan agung tersebut. Semoga kita juga akan merasa sedih berpisah dengan bulan nan suci dan agung tersebut.  Selama 11 bulan ke depan, buah romadhon tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya akan diuji. Kalau kita semakin melaksanakan perintah-Nya dan semakin menjauhi larangan-Nya, maka kadar ketaqwaan kita sudah semakin tinggi. Bagi mereka yang bertaqwa, janji Allah S.W.T.; surga balasannya. Bukan hanya surga balasannya nanti di hari akhir, namun dengan kesalihan Anda dan saya kebahagian itu akan didapat juga di dunia yang fana ini. Bukankah itu tujuan paling hakiki dari hidup kita ini? Mudah-mudahan Ramadhan 1437 H. akan meningkatkan ketaqwaan kita, ummat Islam pada umumnya,  penduduk mayoritas di negeri ini, akan menjadi WNI yang makin muttaqin. Aamiin YRA.

images

Kini bagaimana ucapan kita kepada saudara seiman yang baru menyelesaikan shaum. Pada waktu masih kecil, di Pamekasan, sekitar Jl Bonorogo, desa Barurambat Kota, pada sekitar tahun 1960-an, sebelum Sahur tetangga ada yang melakukan tarhim, dari atas pohon, sambil membangunkan warga bersahur, mereka menyerukan:

Taqobbal Allahu minkum … minna wa minkum ya Karim … .

Allohu Allah robbuna …. ….

Suara dan doa tersebut terasa sangat menyentuh hati. Atinya kurang lebih adalah:

Semoga Allah menerima amal kita dan amal Anda.

Begitu tulusnya mereka mendoakan kita, ummat Islam yang lain. Semoga puasa kita diterima-Nya. Kalau puasa kita diterima-Nya maka kita akan bertambah taqwa. Doa saudara kita tadi itu jauh lebih dahsyat dari hanya meminta maaf. Ketika besar, sadarlah penulis bahwa kalimat-kalimat itulah yang dicontohkan baginda Rasul kepada Ummat-Nya pada saat merayakan kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh, sehingga harus dicontoh dan diikuti. Alasan utamanya adalah karena kita pengikut Allah dan baginda Rasul, dan berdasarkan:

  1. Pernyataan-Nya bahwa Islam adalah sudah sempurna (Alyawma akmaltu lakum dienakum …. )
  2. Perintah-Nya agar menuruti perintah Allah dan contoh Rosulnya (Atiúllah wa atiür rosul ). Artinya, dalam hal ibadah kita harus mengikuti yang dicontohkan baginda Rasul. Contohnya Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda: ‘Sholatlah kamu sebagaimana aku sholat‘. Hal ini berarti juga bahwa tidak ada hak manusia untuk menambah hal-hal yang tidak dicontohkan Nabi dalam hal Ibadah dan akan dikategorikan sebagai ‘sesat’.
  3. Manusia sebagai ‘Cholifah fil Ardhi‘ (Q2:30), dalam hal keduniaan kita harus mengelola dunia sesuka kita selama tidak ada larangan Allah dan Rosul-Nya. Hal ini berarti juga bahwa tidak ada hak manusia untuk melarang hal-hal kreatif dan inovatif selama  hal-hal itu tidak dilarang Allah dan Rosul-Nya. Contohnya, ummat Islam seharusnya di depan dan paling dahulu mengelola alam berdasar IPTEK. Nabi sendiri mengakui bahwa dalam hal keduniaan kita harus lebih pintar dari Nabi (Antum aklamu bi umuriddunyakum), meskipun Nabi dikenal memiliki sifat fathonah, cerdas, smart.

Sekali lagi, cukuplah bagi saya alQuran dan alHadits menjadi petunjuk  dan pedoman saya yang harus saya imani. Karena itu yang dicontohkan baginda Nabi dan diikuti para sahabatnya, maka tidak ada lain selain berkata “samikna wa athokna” yang berarti kita mengikutinya dan menaatinya maka tanpa tanya ini dan itu. Saya, Fadjar Shadiq, M.App.Sc, dan Keluarga, mengucapkan dan berdoá dengan tulus:

Selamat  Idul Fitri 1437 H. Taqobbal Allahu minna wa minkum.
(Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian). Sebagaimana, disampaikan di depan, kita akan menjadi ummat yang makin bertaqwa. Aamiin YRA

kis_IMG_0017

IMG-20160708-WA0006

edt PK IMG_0182

selamat-idul-fitri-2

Berikut ini adalah WA yang saya terima.

📚 Pesan Dakwah
—————————-

MARI UCAPKAN YANG BENAR
By Ust. Arya Abie adham

Sejalan dengan akan datangnya IDUL FITRI sebentar lagi, sering kita dengar tersebar ucapan: “MOHON MAAF LAHIR & BATHIN.” Seolah-olah saat Idul Fitri hanya khusus dengan ucapan semacam itu.

Sungguh sebuah salah kaprah, karena Idul Fitri bukanlah waktu khusus untuk saling maaf memaafkan. Memaafkan bisa kapan saja tidak terpaku dihari Idul Fitri. Demikian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mengajarkan kita.

Tidak ada satu ayat Qur’an ataupun suatu Hadits yang menunjukkan keharusan mengucapkan “ Mohon Maaf Lahir dan Batin ” disaat-saat Idul Fitri.

Satu lagi, ucapan yang keliru saat Idul Fitri, yakni ucapan: “MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN”.
Arti dari ucapan tersebut adalah:“Kita kembali dan meraih kemenangan.” KITA MAU KEMBALI KEMANA? Apa pada ketaatan atau kemaksiatan?

Meraih kemenangan? Kemenangan apa? Apakah kita menang melawan bulan Ramadhan sehingga kita bisa kembali berbuat keburukan?

Satu hal lagi yang mesti dipahami, setiap kali ada yang ucapkan: “Minal ‘Aidin wal Faizin.” Lantas diikuti dengan kalimat “Mohon Maaf Lahir dan Batin.” mungkin kita MENGIRA artinya adalah kalimat selanjutnya.

Ini sungguh KELIRU luar biasa. LUAR BIASA keliru… hehe… ^^

Coba saja sampaikan kalimat itu pada saudara-saudara seiman kita di Pakistan, Turki, Saudi Arabia atau negara-negara lain…. PASTI PADA BENGONG BIN BINGUNG…!! ^^ Sebagaimana diterangkan di atas, dari sisi makna kalimat ini keliru sehingga sudah sepantasnya kita HINDARI.

Ucapan yang lebih baik dan dicontohkan langsung oleh para sahabat Rasulullah SAW, yaitu:
“Taqobbal Allahu minna wa minkum.” (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)

Jadi lebih baik, ucapan / SMS /BBM kita :
“Selamat  Idul Fitri. Taqobbal Allahu minna wa minkum”
(Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)

Semoga risalah ini bermanfaat dan saling berbagi niat untuk meluruskan kekeliruan yang selama ini terjadi…
Silahkan disebarkan.
Baraka Allah fiikum…. ^^

Note :
Untuk kalimat : “Mohon maaf lahir & bathin” bahasa arabnya adalah: AS’ALUKAL AFWAN MINAL DZAHiRAN WAL BATHINIAH.

Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Shiyamana wa Shiyamikum wa Ahalahullahu ‘Alaik. (Semoga Allah menerima <amalan> dari kami dan darimu, juga diterima-Nya puasaku dan puasamu sekalian, serta semoga Allah menyempurnakannya)

MINAL AIDIN WAL FAIDZIN agar memiliki arti yg jelas adalah “Ja‘alanallahu Minal Aidin wal Faidzin”
(semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang kembali <fitrah/suci> & orang-orang yang menang)

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqobbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

[Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, Darul Ma’rifah, 1379, 2/446.]

———————-

♻ Group Whatsapp Tarbiyah Online

Berikut ini adalah tulisan terbaru sahabat saya, Drs M Soleh:

2016 ARR

Berikut ini adalah tulisan sahabat saya, Drs M Soleh:

 IEDUL FITRI.

Berikutnya adalah foto keluarga besar Sahwanoeddin pada Lebaran 1436 H, setahun yang lalu.

Kel Besar Sah

Berikutnya ini adalah foto keluarga besar Sahwanoeddin pada Lebaran 1437 H, kemarin.

IMG-20160708-WA0004

Di bawah ini adalah beberapa foto Halal Bihalal 1437H Kel Besar Bani Shomad di Surabaya.

Berikut ini adalah tulisan sahabat saya, Pak Soleh:

2016 FITRAH SILATURRAHMI

Selamat membaca dan menyimaknya.

Juli 10, 2016 Posted by | Tak Berkategori | 1 Komentar

Wisuda Ananda Fitriani Fajar Sahwan

Alhamdulillah ananda Fitriani F Sahwan telah lulus dari Jurusan Pendidikan Akuntansi, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Terima kasih untuk Bapak dan Ibu Dosen di UNY yang telah membimbing ananda Fitriani F Sahwan sehingga lulus. Mudah-mudahan ilmunya akan bermanfaat untuk dirinya, keluarganya, bangsa dan manusia pada umumnya. Allahumma Amin YRA.

kis_IMG_0009

kis_IMG_0007

kis_IMG_0001

kis_IMG_0017

.

Juni 22, 2016 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Wisuda Ananda Fikri Fajar Sahwan

Alhamdulillah ananda Fikri F Sahwan telah lulus dari Jurusan Pendidikan Matematika, Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Terima kasih untuk Bapak dan Ibu Dosen di UAD yang telah membimbing ananda Fikri F Sahwan sehingga lulus, terutama untuk Ibu Dosen Fitriana, Ibu Dosen Uswatun Hasanah, Bapak Dosen Pembimbing skripsinya. Mudah-mudahan ilmunya akan bermanfaat untuk dirinya, keluarganya, bangsa dan manusia pada umumnya. Allahumma Amin YRA.

edt PK IMG_0164

edt PK IMG_0188

edt PK IMG_0170

edt PK IMG_0182

Juni 10, 2016 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Selamat Memenangkan Ibadah di Bulan Suci Romadhon 1437H dengan Menjadi Muttaqin

Assalaamu’alaykum wr. wb.

images OK 3

Beberapa hari yang lalu, kita telah memasuki bulan romadhon 1437 H. Selama bulan nan suci dan agung itu, kita akan tetap berusaha untuk mengisi waktu-waktu siang dan malamnya dengan sholat, tadarus al Quran, tarawih, sedekah, maupun amalan lainnya. Semuanya dilakukan untuk mendekatkan diri ini kepada-Nya. Marilah kita meluruskan niat puasa kita untuk mendekatkan diri ini kepada-Nya, bukan dengan niat lain, sehingga niat puasa kita tidak ikhlas untuk mencapai ridho-Nya.

Bulan romadhon merupakan bulan tarbiyah atau bulan pendidikan untuk kita yang khusus dipanggil Allah dengan panggilan mesra dengan sebutan orang yang BERIMAN untuk melakukan shiyam agar kita menjadi orang yang bertaqwa, dalam arti selama bulan itu kita dididik untuk belajar tidak melakukan hal-hal yang haram, bahkan untuk yang halal sekalipun. Sebagai contoh, bagi mereka yang sudah meniatkan dirinya untuk berpuasa, maka makan di siang hari menjadi haram meskipun yang akan kita makan itu merupakan makanan yang halal. Karena itu, selama bulan-bulan berikutnya sudah sewajarnya kita dapat menjauhi yang haram.

Selama bulan nan suci dan agung itu, jika ada yang menganggu kita atau mengajak kita untuk melakukan sesuatu yang dilarang Allah S.W.T, Rosulullah s.a.w. mengajari kita untuk mengelak dari gangguan dan ajakan yang sesat itu sambil berucap: “Saya sedang berpuasa.” Karena itu ada hadits yang menyatakan bahwa selama bulan Romadlon pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka. Selama bulan nan agung itu pula, kita dapat saja minum sepuas kita, karena tidak ada yang melihat. Namun hal itu tidak kita lakukan karena kita sebagai orang yang BERIMAN kepada-Nya dan kepada hal-hal yang gaib, sudah berniat untuk berpuasa agar kita menjadi orang yang bertaqwa. Itulah inti yang pertama kita berpuasa  agar kita menjadi orang yang sholeh secara individu. Itulah cara Allah S.W.T. melatih orang yang BERIMAN menjadi MUTTAQIN, Sekarang, tergantung pada diri kita masing-masing, akankah kita memanfaatkan peluang tersebut dengan sebaik-baiknya atau tidak. Bagi kita yang betul-betul mengaku orang yang BERIMAN maka peluang tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. InsyaAllah. Allahumma Aamiin YRA.

Bukan itu saja, selama bulan puasa kita dididik juga untuk makin peka terhadap lingkungan kita, akan kelaparan orang miskin, papa dan mereka yang terlunta-lunta hidupnya. Karena itu, selesai melaksanakan ibadah puasa, kita diwajibkan untuk mengeluarkan Zakat (Fitrah dan Mal) untuk menyucikan diri dan harta kita. Sekali lagi, harta yang halalpun harus dikeluarkan zakatnya. Agama Islam  mengajarkan bahwa pada harta kita yang halalpun ada hak orang fakir, miskin, papa, janda, dan mereka yang terlunta-lunta hidupnya. Iktibarnya, selama bulan-bulan berikutnya sudah sewajarnya kita dapat menjauhi yang haram, karena itu bukan hak kita. Itulah hak mereka yang fakir, miskin, janda, dan mereka yang terlunta-lunta hidupnya. Sekali lagi kita yang sudah berpuasa sebulan penuh diharapkan akan menjadi makin taqwa. Itulah inti yang kedua kita berpuasa  agar kita menjadi orang yang sholeh secara sosial.

Berkait dengan puasa dan karakter bangsa kita, sebagai pendidik kita harus merasa gagal melihat perkelahian antar pelajar, penyalah gunaan narkoba, korupsi yang telah merambah segala segi dan sisi kehidupan, kolusi, nepotisme, plagiarism, menghalalkan segala cara, ataupun kecurangan lainnya. Belum lagi, kalau kita mengambil contoh lain, kisah kelabu tentang pemimpin bangsa kita semisal Anas Urbaningrum, Akil Mochtar, KH Fuad Amin Imron dan Andi Malaranggeng. Meskipun dibanding dengan penghasilan sebagian besar rakyat Indonesia yang mereka pimpin pada umumnya, penghasilan keempatnya relatif cukup besar dan menggiurkan, tetapi mengapa keempatnya telah mengingkari nikmat dan anugerah Allah S.W.T., lalu mereka menjadi kufur nikmat?

kh-kholil-bangkalan

Belum lagi, kalau kita mengetahui bahwa KH Fuad Amin Imron yang dikenal luas sebagai ulama dan sesepuh di Bangkalan, Madura adalah juga merupakan cicit Syechona Holil. Orang Bangkalan mengetahui bahwa pasarean/makam Syechona Holil sering dikunjungi ummat Islam dari Jawa, luar jawa, maupun dari manca negara. Alasannya, Syechona Holil dikenal luas sebagai guru dari “Hadratussyekh” KH Hasyim Asyari, sang pendiri NU, kakek KH Abdurrahman Wahid, mantan Presiden RI. Lalu adilkah jika nama Syechona Holil yang tidak melakukan kekufur nikmatan tersebut lalu terbawa-bawa juga? Rasionalnya, KH Fuad Amin menjadi sesepuh di Bangkalan karena beliau adalah cicit Syechona Holil. Artinya, nama Syechona Holil melekat kuat sehingga tidak bisa dipisahkan dari nama KH Fuad Amin. Dengan kata lain, KH Fuad Amin tidak akan menjadi ulama dan sesepuh di Bangkalan  kalau beliau bukan cicit Syechona Holil. Alangkah sedihnya kita ummat Islam, nama besar Syechona Holil terbawa-bawa oleh perbuatan KH Fuad Amin.

Pertanyaaan menggelitik selanjutnya yang dapat diajukan adalah: “Mengapa hal seperti itu terjadi di negara kita dan tidak terjadi di negara lain yang beradab? Mengapa hal seperti itu terjadi pada Akil Mochtar dan Andi Malaranggeng yang bergelar pemimpin bangsa? Mengapa hal seperti itu terjadi pada KH Fuad Amin Imron yang bergelar pemimpin bangsa dan agama? Bagaimana warga bangsa yang mayoritas penduduknya beragama Islam ini menjadi seperti itu? Adakah yang salah dengan pendidikan dan Negara kita? Apakah kita akan diam saja melihat hal tersebut? Bagaimana mengatasinya?” Simpulan awal yang dapat ditarik, sehingga dapat kita pelajari adalah KKN sudah merambah segala segi kehidupan dan wajib diperangi, terutama oleh ummat Islam. Karena di samping bertentangan dengan norma hukum, juga bertentangan dengan keinginan Ummat dan Allah S.W.T. Harus diakui bahwa KKN dilakukan bukanlah karena gaji yang kecil. Rasionalnya, kalau alasannya adalah karena gaji yang kecil, tentunya pemimpin besar sekaliber Anas Urbaningrum, Akil Mochtar dan Andi Malaranggeng tidak akan melakukannya. KKN dapat terjadi juga di kalangan pemimpin agama. Rasionalnya, kalau alasannya adalah bukan karena tokoh agama atau keturunannya, tentunya KH Fuad Amin Imron tidak akan melakukan korupsi. Namun kenyataannya, mereka berempat ditangkap dan saat ini meringkuk di penjara karena mereka melanggar norma agama dan hukum, yaitu korupsi. Tinggal menunggu pembalasan di akhirat.

Berkait dengan karakter bangsa, kita, ummat Islam dan bangsa Indonesia dapat belajar dari, dan mengambil hikmah dari Ki Hadjar Dewantara (Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa, 1977:94) yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional yang telah menyatakan:  “Pengetahuan dan kepandaian janganlah dianggap maksud dan tujuan; tetapi hanya merupakan alat atau perkakas. Lain tidak. Bunganya yang kelak akan jadi buah yang harus diutamakan. Buah pendidikan adalah matangnya jiwa yang akan dapat mewujudkan hidup dan kehidupan yang tertib, suci, dan bermanfaat bagi orang lain.” Selanjutnya Ki Hadjar Dewantara juga pernah menyatakan: “Aku hanya orang biasa yang bekerja untuk bangsa Indonesia dengan cara Indonesia. Sesaatpun aku tidak pernah menghianati tanah air dan bangsaku. Aku tidak pernah mengkorup kekayaan Negara.” Sejatinya yang dinyatakan Ki Hadjar Dewantara adalah juga ajaran Islam bukan? Tetapi mengapa sebagian ummat Islam ada yang tidak patuh dan sungguh-sungguh melaksanakannya sehingga terperosok dan telah dihukum di dunia, dipenjara dan dicemooh, serta kalau tidak cepat-cepat bertobat akan dihukum di akhirat juga di kelak kemudian hari dengan siksa yang teramat pedih?

Lesson learn lainnya, pada waktu masih duduk di bangku SMA, ketika Presiden Soeharto, waktu itu, akan melakukan kunjungan kerja ke Madura untuk kali pertama, penulis diajak sang ayahanda untuk berbelanja semisal ball point, kertas, pigura dan lain-lain ke satu toko. Waktu itu, sang ayahanda menjabat sebagai Kepala Bagian Pembangunan di Kantor Pembantu Gubernur di Madura. Setelah berbelanja, sang tauke memberi Ayahanda uang sebesar Rp200,00. Waktu itu uang senilai itu sangat besar. Tetapi ayahanda tidak menerima uang itu. Pada waktu itu, penulis yang masih polos melihat kejadian itu dan berkata di dalam hati kecilnya: “Alangkah bodohnya ayah saya. Kenapa uang itu tidak diberikan saja kepada anaknya?” Selang beberapa kayuhan dari toko tersebut, penulis bertanya: “Mengapa uang pemberian itu ditolak? Kan uang itu nilainya cukup besar? Kalau Bapak tidak mau, mengapa tidak dikasihkan ke saya saja? Kan Bapak sudah membayar, baru tuan toko memberi uang? Kan bukan suap?” Kembali  penulis berkata di dalam hati kecilnya: “Alangkah bodohnya ayah saya tadi.” Lalu dengan tenang ayah berkata: “Itu termasuk suap. Kata Nabi, yang menyuap dan yang disuap akan dimasukkan ke neraka.” Artinya, ayah saya telah berupaya untuk secara konsekuen dan konsisten melaksanakan perintah Allah s.w.t. dan menjauhi larangan-Nya. Itulah ayah saya, meskipun tidak bergelar K.H. tetapi tetap berupaya untuk secara istiqomah menjadi insan yang muttaqin. Itulah sesungguhnya buah puasa selama bulan ramadhan. Ketika besar, penulis berpendapat bahwa yang dilakukan sang Ayahanda adalah benar adanya. Kita sebagai penganut agama islam, hendaknya dan harus berupaya untuk secara konsekuen dan konsisten, tanpa reserve, melaksanakan segala perintah Allah s.w.t. dan menjauhi setiap larangan-Nya, seperti yang telah dicontohkan Allahyarhamah Ayahanda tercinta.

00 ayah 2

Saya juga heran, pemimpin bangsa sekaliber Anas Urbaningrum, Akil Mochtar, KH Fuad Amin Imron dan Andi Malaranggeng dengan nama-nama Islam masih melakukan tindakan tidak terpuji. Ke mana hasil puasa mereka? Dalam kaadaan seperti inilah, meskipun dalam beberapa hal lainnya mungkin penulis tidak sepaham dengannya, penulis lalu teringat kepada Kakanda Nurcholis Majid, sang mantan Ketua PB HMI, bahwa sebagai kader HMI dengan huruf ‘I’ pada akhir singkatan itu, yang merepresentasikan ‘Islam’, hendaknya mereka mengamalkan ajaran Islam di dalam segala segi kehidupannya secara sungguh-sungguh, termasuk untuk tidak melakukan dan menjauhi korupsi, kolusi dan nepotisme. Perilaku itu tentunya tidak hanya berlaku untuk aktivis dan kader HMI, namun juga untuk aktivis Nasional, NU, Muhammadiyah, Al Irsyad ataupun Persis,seperti yang ditunjukkan dan dicontohkan Ki Hadjar Dewantara, Pak Natsir, Pak Syafii Maarif, Pak Mahfud MD, Pak Bagus Hadikusumo ataupun Pak Abdullah Hehamahua. Tentunya, contoh dari para pemimpin bangsa dan agama adalah untuk secara sungguh-sungguh melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Tentunya teladan tersebut akan berperan sangat besar untuk ummat. Bukankah kita sebagai ummat Islam meyakini bahwa Islam adalah rahmatan lil alamin dan kita juga meyakini bahwa pahala dan dosa adalah benar adanya? Pada intinya, warga Indonesia yang mayoritas beragama Islam harus beradab, dengan mengamalkan ajaran Islam dalam segala sisi kehidupannya. Sudah saatnya kini, sebagai bangsa besar yang mayoritas penduduknya beragama Islam seharusnya kita tidak lagi meniru-niru melakukan perbuatan tercela semacam itu, yang jelas-jelas bertentangan dengan aturan agama dan norma hukum. Jelaslah bahwa pendidikan di Indonesia, seperti yang diharapkan Ki Hadjar Dewantara, adalah dapat mewujudkan perilaku hidup dan kehidupan yang tertib, suci, dan bermanfaat bagi orang lain. Seperti yang diajarkan agama Islam.

Sejatinya, pendidikan harus dapat mendidik Bangsa Indonesia ini untuk mewujudkan Indonesia Raya yang maju dan beradab, utamanya pada tahun emas 2045, di saat Negara RI berusia 100 tahun. Bukankah itu cita-cita jajaran Kemdikbud? Karena itu, pendidikan harus menyiapkan kader-kader bangsa berikutnya yang memiliki karakter, idealis, berpikiran maju, dan rasional. Kata lainnya, warga bangsa ini ke depan harus memiliki sikap, keterampilan, pengetahuan, dan etos kerja prima sehingga pada akhirnya para siswa tersebut dapat bersaing dengan para siswa dari Negara lain. Sudah saatnya NU, Muhammadiyah, Al Irsyad ataupun Persis, serta organisasi Islam lainnya untuk secara sungguh-sungguh mengajak ummatnya untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, sehingga ikut menghasilkan intelek yang santri dan santri yang intelek. Prima baik perilakunya maupun cara berpikirnya.  Amin YRA.

 

th (18)

th (17)

th (19)

 

Kalaulah bangsa dan negara ini berhasil mengelola pendidikan seperti yang diinginkan sang Nabi, Ayahanda, Ki Hadjar Dewantara, di mana pendidikan karakter yang dikenal luas merupakan aspek sikap, maka tentunya tidak akan terjadi perkelahian antar sesama bangsa, korupsi, jurang antara si miskin dan si kaya, ataupun menghalalkan segala cara untuk tujuan yang dapat merugikan bangsa dan negaranya. Pernyataan sang Nabi, Ayahanda, Ki Hadjar Dewantara di atas menunjukkan bahwa beliau-beliau menempatkan pendidikan karakter sebagai dasar dan fondasi yang sangat penting. Kurikulum 2013 menempatkan hal itu pada Kompetensi Inti 1 dan 2. Di atasnya, Kompetensi Inti 3 (berkait dengan pengetahuan) dan Kompetensi Inti 4 (berkait dengan keterampilan) akan ditempatkan. Al Quran al Karim, Surah 13 Ar Ra’d ayat 11, menyatakan juga bahwa: “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum (termasuk Rakyat Indonesia) tanpa kaum itu mau merubah nasibnya sendiri.” Di samping itu, Sayyidina Ali bin Abi Thalib sudah bersabda: “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya. Sungguh mereka akan menghadapi masa yang berbeda dari masamu.” Di masa sekarang ini, kemampuan berpikir semakin dibutuhkan sebagaimana dinyatakan National Research Council (NRC, 1989:1) beberapa tahun yang lalu: “Communication has created a world economy in which working smarter is more important than merely working harder. … require worker who are mentally fit – workers who are prepared to absorb new ideas, to adapt to change, to cope with ambiguity, to perceive patterns, and to solve unconventional problems.” Secara umum, sekali lagi sebagai ummat Islam, saya mengidamkan pendidikan di Indonesia akan menghasilkan intelek yang santri dan santri yang intelek.

Untuk itulah, selama bulan romadhan dan sesudahnya, jangan nodai kebesaran dan keagungan agama Islam dengan tindakan yang melawan Allah S.W.T. dan Rasulnya Nabi Muhammad s.a.w. Kata lainnya, selama bulan romadhan dan sesudahnya, jangan nodai kebesaran dan keagungan agama Islam dengan tindakan yang tidak terpuji. Kita harus belajar dari kasus Kiai  Haji Fuad Amin Imron, Akil Mochtar, Atut Chosiah dan yang lainnya. Tindakan mereka dapat dikatakan telah mengingkari niknat (kufur nikmah) dan tidak bersyukur akan karunia Allah SWT. Ada yang menyatakan bahwa take home pay untuk pak Akil Mochtar adalah sekitar 200 juta rupiah. Dengan harta milyaran rupiah, apa yang dapat dilakukan pak Akil Mochtar di penjara seumur hidupnya? Bagaimana dengan keluarganya? Tetapi mengapa pak Akil Mochtar melakukan tindakan tidak terpuji dan melanggar ajaran agama Islam yang agung dan sempurna? Itulah salah satu yang merupakan tantangan terbesar bangsa kita, bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam namun belum sepenuhnya melaksanakan ajaran Islam dengan sungguh-sungguh. Belum menjadi Muttaqin.

Mudah-mudahan kita semua dapat belajar bahwa mereka yang mengingkari-Nya akan mendapat hukuman yang setimpal. Pada waktu lalu, sebelum ada KPK, mungkin beliau akan terlepas dari hukuman di dunia. Namun menurut keyakinan saya, sesuai dengan dan berdasar atas ajaran Islam, hukuman itu tidak hanya di dunia, namun akan kekal sampai di akhirat kelak, kecuali suluruh rakyat Indonesia memafkannya. Karena sejatinya beliau-beliau itu melawan Allah dan Rasul-Nya. Naudzubillah. Karena itu, setelah sebulan melaksakan puasa, belajar dengan sungguh-sungguh menjadi muttaqin, mudah-mudahan kita menjadi ummat islam yang selalu bersyukur akan karunia Allah SWT dan tidak pernah mengingkari-Nya sebagaimana puasa mengajarkan kepada kita semua. Selanjutnya, mudah-mudahan yang tidak bersyukur dan mengingkari-Nya akan kembali ke jalan yang benar dan haq dengan melaksanakan taubat, melaksanakan dengan sungguh-sungguh melaksanakan apa yang diperintah Allah dan dicontohkan Rosul-Nya dan dengan sungguh-sungguh menjauhi apa yang dilarang Allah dan Rosul-Nya.

Pertanyaan yang pantas diajukan berikutnya setelah melalui bulan itu adalah, sejauh mana dan seberapa besar keberhasilan shaum dan amalan kita pada hari-hari di bulan tersebut dalam mendekatkan diri kepada-Nya dan kepada sesama? Menurut sabda junjungan kita, Nabi besar Muhammad s.a.w.; ada dua kebahagiaan bagi orang yang sedang shaum, yaitu di kala ia akan berbuka puasa dan di saat ia akan menemui Rob-nya, sang Kholik. Tentunya yang terakhir ini hanya akan diperuntukkan bagi mereka yang berhasil dan sukses melaksanakan shaum dan amalan lainnya sehingga ia menjadi seorang yang benar-benar bersih tanpa cacat dan cela di haribaan-Nya. Itulah yang kita harapkan. Karena itu, setelah menyelesaikan shaum, di saat lebaran, di saat kita merayakan kemenangan karena berhasil melaksankan ujian untuk makin menjadi taqwa, para sahabat dibimbing Rosulullah untuk mengucapkan: “Taqobbalallahu minna wa minkum.” kepada sesama umat islam yang baru melaksanakan shaum. Ini pula yang harus diteladani. Suatu do’a, yang artinya mudah-mudahan amal kita dan amal Anda selama bulan romadhon nan agung ini diterima oleh-Nya. Insya Allah. Suatu do’a, agar kita makin Taqwa kepada-Nya. Insya Allah.

Pertanyaan berikutnya, akankah kita akan bertemu lagi di tahun-tahun yang akan datang dengan romadhan untuk makin mendekatkan diri kita dan akan menjadikan diri kita semakin taqwa kepada-Nya? InsyaAllah. Nabi dan para sahabat merasa sedih berpisah dengan bulan nan suci dan agung tersebut. Semoga kita juga akan merasa sedih berpisah dengan bulan nan suci dan agung tersebut.  Selama 11 bulan ke depan, buah romadhon tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya akan diuji. Kalau kita semakin melaksanakan perintah-Nya dan semakin menjauhi larangan-Nya, maka kadar ketaqwaan kita sudah semakin tinggi. Bagi mereka yang bertaqwa, janji Allah S.W.T.; surga balasannya. Bukan hanya surga balasannya nanti di hari akhir, namun dengan kesalihan Anda dan saya kebahagian itu akan didapat juga di dunia yang fana ini. Bukankah itu tujuan paling hakiki dari hidup kita ini? Mudah-mudahan Ramadhan 1437 H, ditambah dengan tindakan KPK akan meningkatkan ketaqwaan kita, ummat Islam pada umumnya,  penduduk mayoritas di negeri ini, akan menjadi WNI yang makin muttaqin. Aamiin YRA.

images Ok 2

Dari Bapak Drs M Soleh, M.Ed, mantan Instruktur PKG Matematika region Jakarta dan Pengawas Pendidikan Matematika di Jakarta, saya menerima 4 files di bawah ini. Bagi yang berminat membacanya, tinggal mengkliknya. Mudah-mudahan makin meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah s.w.t. Sekali lagi, bangsa Indornesia dengan mayoritas penduduknya beragama Islam mengidamkan pendidikan di Indonesia akan menghasilkan intelek yang santri dan santri yang intelek.Yang dalam Kurikulum 2013 hendaknya dicapai melalui  Kompetensi Inti 1 sampai Kompetensi Inti 4 (sikap, pengetahuan dan keterampilan)

MARHABAN RAMADHAN

PUASA1

PUASA2

PUASA3

MASYAA ALLAH

images

Berikut adalah tulisan P Soleh terbaru. Selamat membacanya.

PUASA IKHLAS 4

Berikut adalah tulisan P Soleh terbaru. Selamat membacanya.

Mei 31, 2016 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

KEGIATAN SEMINAR: PROMOTING MATHEMATICS ENGAGEMENT AND LEARNING OPPORTUNITIES FOR DISADVANTAGED COMMUNITIES IN WEST NUSA TENGGARA

Kedutaan Besar Australia pada tanggal 28 April 2016 mengirim surat undangan tentang kegiatan Seminar : “Promoting Mathematics Engagement and Learning Opportunities for Disadvantaged Communities in West Nusa Tenggara.” Selanjutnya Direktur SEAMEO QITEP in Mathematics menugaskan Fadjar Shadiq, M.App.Sc (Deputy Director for Administration SEAMEO QITEP in Mathematics) untuk mengikuti kegiatan dimaksud melalui Surat Tugas 57/QiM/PFI.1/A/2016. Berikut ini adalah Power Point dari SEAMEO QITEP in Mathematics pada kegiatan seminar di Australian Embassy, Jakarta.

0 2016 Fjr WorkShop Kedubes Australia OK

2016 Fjr WorkShop Kedubes Australia – No Picture

Tiga hal yang dipaparkan yaitu:

  1. Pengenalan SEAMEO QITEP in Mathematics
  2. Permasalahan Beangsa Indonesia
  3.  Pengalaman SEAMEO QITEP in Mathematics Berkait dengan Pembelajaran Matematika di Kelas.

Mei 14, 2016 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Beberapa Tulisan Pak Soleh (2)

Berikut ini adalah tulisan terbaru Pak Soleh. Pak Soleh, lengkapnya Drs. Moh Soleh, M.Ed., mantan Instruktur Nasional PKG (Pemantapan Kerja Guru) Matematika, region Jakarta mantan Pengawas di DKI Jakarta. Beliau mendapat gelar M.Ed dari University of Bristol (UK). Saya pernah satu kamar dengan Pak Soleh waktu kita mengikuti diklat di University of Bristol. Berkait dengan acara TV beliau suka acara Drama sedang saya suka acara Olah Raga. Ketika hari Sabtu, beliau ingin acaranya drama sedangkan saya ingin acaranya Olah Raga, yaitu sepak bola, waktu itu yang ditayangkan liga Italia. Jadilah kita rebutan acara TV. Akhirnya didapat kesepakatan tidak tertulis, bahwa untuk acara Olah Raga, yaitu sepak bola liga Italia, kita melihat acara  Olah Raga yang ditayangkan tersebut, selebihnya saya mengalah untuk melihat film drama. Beliau juga produktif menulis tentang Islam dikaitkan dengan Matematika. Tulisan beliau enak dibaca dan perlu. Selamat menikmati.
HARI PENDIDIKAN DAN ISRA
Profil-Biografi-Ki-Hajar-Dewantara-1
Berikut ini adalah tulisan Pak Soleh. Enak untuk dibaca.
  th (15)
AQIQAH DAN KARTINI
kata-bijak-ra-kartini-700x420
th (13)
th (10)
Berikut ini adalah dua tulisan  terbaru yang berkait dengan kejadian pada bulan Muharram dan juga peristiwa yang berkait dengan haji. Pembaca disilakan menikmati:
RENUNGAN TAHUN BARU HIJRIAH 1 MUHARAM
YATIM 2)
Berikut ini adalah tulisan Pak Soleh tentang:
dimulai dengan pengantar berikut.
“Sahabat sahabat tercinta.
Assalamualaikum ww.
Hari ini saya merasa seperti seorang ibu yang baru selesai masak untuk keluarga sendiri.
Tiba-tiba teringat ajaran Rasululah, agar mengantarkan juga makanan itu untuk tetangga, sebagai silaturrahmi.
Masakanku Qadha dan Qadar.  Aku senang berbagi masakan ini, tanpa berpikir, tetanggaku suka atau tidak.
Silakan saja, jika suka, alhamdulillah, jika tidak suka, buang saja.
Tetanggaku sangat beragam:
  1. sebagai orang yang aku sungkemi, pembimbingku dalam karirku.  Matur nuwun bu.
  2. sebagai kakak seniorku, teladanku dalam karirku, salam hormat, mas.
  3. sebagai rekan seperjuangan dalam dinas (di Kementerian, di Dinas, di P4TK, Instruktur, Pengawas, Kepala Sekolah, Guru, Staf Kantor atau staf Sekolahj)  baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun.  salam hangat bro.
  4. sebagai kerabatku, baik dari aku maupun dari istriku.  salam do’a  berakallahu.
  5. sebagai adik-adikku, tentunya yang masih aktif berdinas (MPS, MKKS, MGMP),  salam sukses ya say.
  6. sebagai anak didikku, (alumni SMPN 95,  mahasiswa STIT Insida Tanjung Priok). salam sayang, nak,  maju terus ya.”

th (11)

Berikut ini adalah tulisan yang berkait dengan Haji, Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail.a.s.

BUKAN DAGING DAN DARAH ITU

PADANG ARAFAH PADANG MAHSYAR

REFLEKSI IBRAHIM

Berikut ini adalalah tulisan Pak Soleh tentang Tuhan:

 APA (pak Sholeh)

Tulisan tentang: “Apa yang Kau Ketahui, Apa yang Kau Saksikan, dan Apa yang Kaucari Ya Duyufar Rahman?” yang merupakan catatan Pak Soleh tentang Nabi Muhammad, s.a.w., Islam, Iman dan Ihsan serta catatan beliau ketika menunaikan ibadah haji pada 2005. Selamat menikmati.

Berikut ini adalah editan Pak Soleh tentang Nabi Muhammad.
KEKHUSUSAN NABI MUHAMMAD SAW
Berikut ini adalah surat pengantar Pak Soleh tentang artikel di atas.
“Assalamualaikum wr. wb.
Sahabat-sahabatku
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw, saya sharing tulisan mengenai kekhususan Rasulullah s.a.w.
Semoga menambah kecintaan kita kepada Rasulullah saw.  Sebelumnya pernah saya kirim 2 tulisan: Meneladani kecerdasan Intra personal Rasulullah, dan meneladani kecerdasan inter personal Rasulullah. Kalau merasa belum terima, boleh saya kirim ulang.
Saya juga mengajak sahabat untuk menshalat gaibkan dan mendoakan saudara kita yang belum lama meninggalkan kita berpulang ke Rahmatullah, yaitu: saudara kita dari Jakarta: Bp Djoko Waliadi (mantan Konsultan PKG), dan Ibu Hartami (mantan Guru Inti PKG) dan untuk saudara kita dari Cirebon: Bp Nedi Sunaedi (mantan Instruktur PKG).
Kita berdoa:  Allahummaghfir lahum warhamhum. wa  afihim wa’fuanhum. Amin
Berikut ini adalah email ke saya:
“Alhamdulillah, Allah swt menggerakkan niat pak Fadjar untuk menyebarluaskan ajaran-Mu ya Allah. Terima kasih pak Fadjar atas kebaikannya mempostkan tulisan saya. Semua tulisan saya yang saya share ke teman2 saya ikhlaskan untuk dibaca banyak orang. Saya mohon ampun kepada Allah kalau ada kesalahan dalam tulisan itu, insya Allah Tuhan mengmpuninya. Kalau ada kebaikannya saya mengharap Allah mencatatnya sebagai pahala untuk bekal di akhirat. Aamiin y.r.a.”

 

Berikut, adalah tulisan  pak Soleh lainnya.

Sujud

2016 MAHYAYA

 

Mei 8, 2016 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Kuliah Umum di Universitas PGRI Yogyakarta (UPY)

Pada 20 April 2016, UPY mengadakan kegiatan KUliah Umum. UPY bekerja sama dengan SEAMEO (Southeast Asia Minister of Education Organization) QITEP (Quality Improvement of Teachers and Education Personal) in Mathematics.

20160420_083944

20160420_113357

Penulis dengan Ass Professor Alan L White menjadi pembicara pada kegiatan tersebut. yang pembicara kemukakan.

2016 FJR Kuliah Umum UPY FJR

Berikut adalah Power Point pendukungnya yang menjadi acuan pembicara.

2014 Paparan Menteri Anis – Kadisdik 141201 – Low v.0

Masami Isoda Mathematical Thinking QitepMath 24102015

Masami Isoda Problem Solving Approach 2015Oct24 QitepMath

Dengan beberapa papaan di atas, akan membuka hati para guru matematika akan beratnya tantangan yang akan dihadapi para pemimpin bangsa pada masa-masa yang akan datang. Semoga tantangan tersebut akan menghasilkan pendidikan matematika yang dapat memfasilitasi siswa Inddonesia menjadi WNI yang mandiri dan berkepribadian sebagaimana dipesankan MEndikbud Prof Anies Waswedan.

 

April 22, 2016 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya