fadjarp3g

Situsnya Guru Matematika

Pembelajaran Realistik pada Penyelesaian Soal Susul Menyusul

Naskah ini dimuat di majalah ‘Limas’ Nomor 18, Juni 2007 yang merupakan majalah P4TK Matematika. JIka Anda berminat membacanya, klik pada kata berikut DownLoadArtikelPaini. Jika Anda ingin memberi komentar dan saran, sudilah mengklik pada judul di atas, tunggu sebentar, lalu ketik pada tempat yang disediakan di bawahnya.

Juni 17, 2008 - Posted by | Artikel | ,

5 Komentar »

  1. halo, pak fadjar.

    pak, saya mau bertanya tentang matematika. apakah perbedaan antara metode investigasi, penemuan terbimbing, dan pembelajran realistik.

    apakah bapak dapat menjelaskan pembelajaran realistik dengan bahsa yang mudah dimengerti beserta contohnya terlebih untuk pembelajran matematika sma karena saya sudah membaca banyak artikel tentang pembelajaran matematika realistik tetapi saya masih belum mengerti hingga tuntas.

    mohon bantuannya, pak. dan jika bisa, tolong dikirim balasan ke alamat email saya saja. terima kasih banyak, pak.

    Komentar oleh Stephanie | Juli 27, 2008 | Balas

  2. Mbak, ini pendapat saya pribadi. Mungkin pendapat ini berbeda dengan pendapat pakar lain. Namun mudah2an saja tidak berbeda ya.

    Pada penemuan terbimbing, guru memfasilitasi siswa dengan pertanyaan atau tugas sehingga konsep atau rumus dapat ditemukan siswa sendiri dengan bantuan guru.
    Contohnya, siswa diminta untuk menentukan hasilnya dan meneruskan pengurangan berikut ini.
    4 – 3 = …
    4 – 2 = …
    4 – 1 = …
    4 – 0 = …

    Guru meminta siswa untuk melihat pola atau keteraturannya sehingga siswa dapat menemukan bahwa:
    4 – (-1) = 4 + 1 = 5

    Di SMA, setelah mendapat rumus turunan; siswa dapat diminta untuk menentukan turunan dari f(x) = 3x; f(x) = 4x^2; f(x) = 2x^3. Dari beberapa contoh ini, siswa dibimbing untuk menemukan rumus f'(x) jika f9x) = a x^n.

    Pada investigasi, ada yang menyebut sebagai kegiatan open ended (terbuka); kegiatan lanjutan yang akan dilakukan siswa ditentukan oleh siswa sendiri. Jadi agak berbeda dengan penemuan terbimbing yang tujuannya ditentukan guru.

    Ada beberapa istilah penting pada pembelajaran matematika realistik seperti; konstruktivisme, matematisasi horizontal dan vertikal, masalah kontekstual/realistik, …. Kalau saya, yang penting siswa difasilitasi untuk membangun sendiri pengetahuannya. Caranya adalah dengan menyajikan ‘masalah realistik’ bagi para siswa. Contohnya: “Pak Amir memegang 4 piring. Setiap piring berisi 2 kue. Ada berapa kue yang dimiliki pak Amir.” Dari masalah ini, akan muncul ide matematika tentang perkalian 4 x 2 = 2+2+2+2. Dengan cara seperti ini para siswa akan terbantu untuk memahami bahwa 5 x 3 adalah mencari banyaknya kue pada 5 piring, di mana pada setiap piring berisi 3 kue. Diharapkan para siswa akan terfasilitasi bahwa 5 x 3 = 3+3+3+3+3. Namun paham saja belum cukup. Pengetahuan ini harus diulang-ulang sehingga cepat muncul ketika ditanya gurunya.

    Contoh pembelajaran matematika realistik di SMA adalah pada permulaan pembelajaran turunan dengan menyajikan masalah realistik berikut.

    “Jarak yang ditempuh partikel pada t detik adalah s(t) = 5t^2.
    Tentukan kecepatan rata-rata partikel pada selang t = 4 s.d t = 6.
    Tentukan kecepatan rata-rata partikel pada selang t = 4 s.d t = 4,2.
    Tentukan kecepatan rata-rata partikel pada selang t = 4 s.d t = 4,02.
    Tentukan kecepatan rata-rata partikel pada tepat t = 4.”

    Pertanyaan terakhir ini memunculkan rumus kecepatan sesaat yang mengilhami munculnya teori turunan. Pada dasrnya, matematika ditemukan secara induktif seperti proses di atas. Karenanya proses pembelajarannya harus seperti itu, yang juga mendukung pembelajaran matematika realistik. Saya berpendapat, kunci utama pembelajaran matematika realistik adalah masalah realistik/kontektual pada awal proses pembelajaran. Menurut pakar pembelajaran matematika dari Australia yang saya temui, cara terbaik merancang masalah realistik atau masalah kontekstual adalah dengan mencari di buku, bagaimana teori matematika itu muncul; atau mencari dari buku matematika soal-soal penerapan yang ide matematikanya dapat muncul dari soal tersebut.

    Ok? Mudah2an bermanfaat.

    Komentar oleh fadjarp3g | Juli 28, 2008 | Balas

  3. sekses selalu p fajar
    pak saya ingin mengadakan ptk dengan menggunakan pendekatan penemuan terbimbing, tapi sampai saat ini saya belum menemukan refensi yang pas.
    mohon bantuan bapak untuk memberikan refensi penemuan terbimbing.(balasan lewat email saja)

    Komentar oleh sudiyono | Maret 16, 2009 | Balas

  4. Assalamu’alaikum pak fajar….?
    bapak punya file nggak powerpoint khusus matematika SMP,,klo ad bs enggak sy download..
    makasih sebelumnya

    Komentar oleh emi | Oktober 6, 2011 | Balas

  5. Balasanx lewat email sy aj ya pak???

    Komentar oleh emi | Oktober 6, 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: