fadjarp3g

Situsnya Guru Matematika

Penalaran Deduktif: Kelebihan dan Kekurangannya

Naskah ini dimuat di majalah ‘Limas’ Nomor 19, Desember 2007 yang merupakan majalah P4TK Matematika. JIka Anda berminat membacanya, klik pada kata berikut DownLoadDeduksi. Jika Anda ingin memberi komentar dan saran, sudilah mengklik pada judul di atas, tunggu sebentar, lalu ketik pada tempat yang disediakan di bawahnya.

Juni 17, 2008 - Posted by | Artikel |

2 Komentar »

  1. assalamualaikum….
    salam kenal utk pa fajar, sy sering sekali membuka blog bpk dan tulisan2 bpk sangat bermanfaat untuk saya sebagai tenaga pengajar. sekarang saya sedang studi di pend dasar UPI, saya sangat tertarik dengan pembelajaran matematika dengan metode penemuan, mungkin bpk bisa memberikan mengenai metode tersebut terutama jika dikaitkan dengan pembelajaran matematika di SD. terimakasih…

    Komentar oleh wida | Juli 5, 2009 | Balas

  2. Untuk Mbak WIDA, metode Penemuan adalah cara yang dilakukan guru sedemikian sehingga siswa diarahkan untuk dapat menemukan sendiri rumus, konsep, atau teori sendiri baik dengan atau tanpa bantuan guru sama sekali. Contohnya di SD:
    MInta siswa menentukan hasil pengurangan ini lalu minta ia melanjutkan sendiri:
    4 – 4 = ….
    4 – 3 = ….
    4 – 2 = ….
    4 – 1 = ….
    4 – 0 = ….
    Harapannya, ia akan dapat menentukan hasilnya sebagai berikut:
    4 – 4 = 0
    4 – 3 = 1
    4 – 2 = 2
    4 – 1 = 3
    4 – 0 = 4
    Lalu tanya siswa, “Apa yang menarik dari lima pengurangan di atas? Bagaimana polanya?”
    Harapan jawaban terakhir adalah: “SEmakin kecil pengurangnya semakin besar (nilai) hasilnya.”
    Dengan demikian para siswa diharapkan dapat menemukan dengan bantuan atau fasilitasi guru bahwa:
    4 – (-1) = 5
    4 – (-2) = 6
    4 – (-3) = 7

    Untuk Mas PURWOPUTRANTO, OK, tidak apa-apa.
    Untuk Pak IRFAN, maaf tidak bisa karena berkait dengan kerahasian soal.
    Untuk pak HANAFI, bagus kalau begitu. Cobalah untuk menulis atau merancang pada saat liburan seperti sekarang. Yang saya lakukan biasanya juga pada saat liburan. OK?
    Untuk PIN; soal olimpiade (terutama untuk final) adalah soal yang terkategori ‘masalah’ bagi para peserta. Artinya, soal tersebut ada hal barunya sehingga peserta belum tahu langkah-langkahnya. OK?
    Untuk IZUL, OK, tidak apa-apa.
    Untuk Mbak JOESHANTY, OK, terima kasih dukungannya.
    Juga untuk Maykel, terima kasih juga dukungannya.

    Komentar oleh fadjarp3g | Juli 6, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: