fadjarp3g

Situsnya Guru Matematika

Untuk Apa Belajar Matematika?

Naskah ini dimuat di majalah ‘Widya’ yang merupakan majalah pendidikan, seni, oleah raga, dan pariwisata Vol. 4/ No 41/Desember 2008. JIka Anda berminat membacanya, klik pada kata berikut DownLoad-Artikel. Jika Anda ingin memberi komentar dan saran, sudilah mengklik pada judul di atas, tunggu sebentar, lalu ketik pada tempat yang disediakan di bawahnya’

Desember 22, 2008 - Posted by | Artikel | , ,

5 Komentar »

  1. Orang yang tahu cara menikamati matematika akan merasakan nyaman, senang berurusan dengan matematika. Tentunya bukan sekedar kenikmatan teori otak-atik rumus/konsep matematika dan berhasil dalam tes-tes teoritis matematika. Lebih dari itu, adalah bagaimana keterpakaian matematika itu sendiri bagi kehiduppan (pragmatisnya). Salah satu masalah praktis itu adalah mengenai perhitungan waktu, hari, bulan, tahun dan sebangsanya baik dalam tahun masehi atau terlebih tahun hijriyah. Setiap awal Ramadahan, penetapan satu Syawal, penuh perdebatan. Saya pribadi ingin tahu bagaiamana sih hitung-hitungannya/hisafnya. Apa tidak lebih baik perhitungan demikian diberikan di matematika sekolah atau universitas khususnya di jurusan matematika? Bagaimana P4TK Matematika menanggapi hal ini? Terima kasih Pa Fadjar.

    Komentar oleh Syaiful Yazan | Maret 18, 2009 | Balas

  2. Salam perkenalan
    dari yg lebih muda Pak.

    Tujuan no 5. Menghargai matematika dalam kehidupan.

    >>Masalahnya:
    Pak, bangsa kita jarang menulis/membaca. Bahkan presentasi di depan masyarakat awam menggunakan simbol2/tabel pun dianggap tabu(padahal kan terkandung filosophi logika matematika pemetaan dan himpunan).
    Terus bagaimana??

    >>Usul:
    Kalo sedari kecil siswa diminta menjelaskan masalah matematika sederhana ke temannya gimana pak? Supaya
    matematika dianggap sebagai bahasa. Kalau begitu kan
    seolah siswa harus belajar “bahasa” itu sendiri biar
    dapat menerangkan ke temannya.

    Komentar oleh at | Maret 28, 2009 | Balas

  3. Untuk Mas Syaiful Yasan, memang benar hal itu. Namun sudah banyak guru Fisika yang menanganinya, contohnya pak Ar Fisika (Webnya ada di Link/Taut webbbloig ini. Saya berpikir agar kita fokus di pemeblajaran MaT=-nya; sehingga ketika siswa sudah besar, ia dapat memilih dan memahami yang terbaik untuknya. OK? Tetapi usul Bapak akan saya sampaikan ke bagian Paly Ground atau Rancang Banngun untuik dibuatkan modelnya. OK? TK

    UIntuk At, Oh ya. Salam kenal juga. Terima kasih. Tujuan no 5 memang menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan. Namun masalah yang Anda sampaikan berkait dengan komunikasi, yaitu tentang menulis/membaca, dan presentasi di depan masyarakat awam menggunakan simbol2/tabel pun dianggap tabu(padahal kan terkandung filosophi logika matematika pemetaan dan himpunan). Ya tergantung audiencenya. Kalau mereka belum paham yang jangan terlalu dipaksakan.

    Usul Bapak sangatlah bagus jika sedari kecil siswa diminta menjelaskan masalah matematika sederhana ke temannya. Ya benar, matematika dianggap sebagai bahasa sehingga dapat memperjelas komunikasi. Di AS, siswa SD diminta menjelaskan kepada temannya 0 merupakan bilangan ganjil atau genap menggunakan barisan 1, 2, 3, 4, …
    Saya sangat mendukung usul Anda.

    Komentar oleh fadjarp3g | Maret 30, 2009 | Balas

  4. Ass. pak fadjar.
    mohon maaf saya tdk menanggapi posting bapak. karena saya masih diklat di p4tk sekarang (smk dasar) dan belum sempat download serta membaca artikelnya.
    wah weblog bapak sangat membantu saya dalam memecahkan persoalan matematika tanpa tatap muka di jogja. boleh kan pak….
    terima kasih banyak pak, bapak nerangkan materinya enak…. waktu terasa kurang setiap bapak masuk.
    jika bapak berkenan, mampir ke blog saya. sudah saya link weblognya bapak.
    sekali lagi terima kasih banyak, banyak ilmu yang didapat dari bapak.
    wss.

    Komentar oleh Imam Indra Gunawan | Mei 18, 2009 | Balas

  5. Logika Bahasa
    Bahasa bukan sekedar alat komunikasi dengan orang lain, tetapi bahasa adalah suara dan jiwa semua disiplin ilmu. Oleh karena itu, bahasa wajib dipelajari dan dipahami oleh semua orang.

    Komentar oleh maarus lili | Desember 16, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: