fadjarp3g

Situsnya Guru Matematika

Percikan Perenungan di Tepian Sungai Mahakam

Beberapa hari yang lalu, saya menjadi fasilitator diklat Vokasi (untuk SMK) di LPMP Kaltim. Tempatnya di dekat sungai Mahakam. Waktu itu terpikir di benak ini bahwa alangkah luasnya sungai tersebut. Berapa km sih panjangnya?; berapa km persegi luas permukaannya? Berapa kilometer kubik volumnya? Selanjutnya, jika dibuatkan keramba; ada berapa juta kerambanya? Berapa juta rupiah hasil keramba tersebut? Alangkah kayanya Kaltim, alangkah kayanya Indonesia. Ketika pikiran tersebut dilontarkan ke teman-teman peserta diklat mereka menjawab: “Yang banyak ikannya hanya di hulu pak.” Lalu saya mengajukan beberapa pertanyaan seperti ini:

  • mengapa ikannya hanya ada di hulu?
  • lalu siapa yang bertanggung jawab terhadap keadaan seperti itu?
  • mengapa kita, sebagai warga dan guru matematika (yang harus selalu bernalar dan berpikir) membiarkan keadaan seperti itu terjadi terus?
  • lalu apa peran kita?

Pada akhirnya kita bersepakat bahwa tugas kita semua untuk melestarikan alam. Tugas guru matematika jugalah untuk membantu para siswa bernalar sehingga mereka dapat mencintai dan mewariskan alam yang hijau, asri, dan indah untuk masa depan bangsanya.

Siapa yang harus memulai tugas ini? Menurut saya, guru matematika yang seharusnya ikut juga memulai dengan mengajukan beberapa pertanyaan di atas kepada para siswa kita. Tugas ini adalah tugas kekhalifahan kita yang harus kita tunaikan bersama-sama. Bukankah telah nyata kerusakan di bumi dan di laut akibat ulah kita sendiri? Lalu, sekali lagi, apakah kita akan membiarkannya? Selamat berjuang sahabatku di Kalimantan dan di seluruh Indonesia? Masa depan bangsa ini ada di tangan kita sendiri. Bukankah Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum atau bangsa tanpa kaum atau bangsa itu mau mengubah nasibnya sendiri?

Iklan

Juli 6, 2009 Posted by | Lingkungan Hidup | 11 Komentar