fadjarp3g

Situsnya Guru Matematika

Andai Aku Menjadi …..

Beberapa hari ini penulis sering melihat acara Trans TV dengan judul ‘Andai Aku Jadi….’ Jika Anda menonton acara tersebut, apa yang Anda dapatkan? Yang penulis dapatkan di antaranya adalah:

  1. Ternyata, banyak warga bangsa kita yang perlu dibantu. Penulis lalu menjadi sedih dan terenyuh mendapatkan kenyataan seperti itu. Apa pendapat Anda jika orang-orang yang tidak beruntung itu adalah adik, kakak, paman, tante, orang tua, atau kakek dan nenek kita?
  2. Pada akhir setiap acara tersebut, penulis ikut senang dan berbahagia ketika mereka berbahagia mendapatkan sesuatu yang sangat berharga bagi mereka namun bagi sebagian orang lain yang bergelimang kemewahan, maka apa yang diberikan itu tidak atau kurang berharga. Penulis ikut merasa juga melihat kebahagian mereka. Sering juga penulis menangis bahagia melihat kebahagiaan mereka.
  3. Lalu, mengapa di negara kita tercinta ini, sebagian warga bangsa kita ada yang tidak berdaya sehingga perlu dibantu sedangkan warga lainnya begelimang dengan kemewahan?
  4. Tentunya, sebagian orang yang bergelimang kemewahan tersebut sedikit banyak ikut menyebabkan dan harus ikut bertanggung jawab terhadap orang-orang yang tidak beruntung itu. Semakin banyak si kaya, si pintar dan si empunya kekuasaan melakukan tindakan tercela maka hal itu akan menyebabkan hak-hak si miskin itu menjadi semakin terabaikan, sehingga akan semakin besar pula peran dan tanggung jawabnya.
  5. Bukankah Nabi Muhammad yang agung yang juga harus diacu muslimin dan muslimat pernah bersabda: “Tidak beriman seseorang jika ia tidur kekenyangan sedangkan tetangganya kelaparan.”  Sudahkah kita yang muslim melaksanakan sabda Nabi Muhammad itu? Tidak hanya itu bukankah Panca Sila mengajarkan kita tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?
  6. Kadangkala saya merasa sedih akan ketidakmampuan kita, bangsa dan pemimpin kita untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Namun banyak pejabat di negara ini yang bergelimang dengan kemewahan. Lalu apa fungsi negara, terutama pemimpinnya di eksekutif, legislatif, dan yudikatif,  jika ia tidak mampu untuk berbuat dan memecahkan masalah tersebut?
  7. Lalu apa peran kita semua sebagai warga bangsa ini agar jurang perbedaan yang miskin dengan yang kaya tidak terlalu lebar? Lalu apa peran orang kaya, orang pintar, pejabat, menteri, anggota DPR, Presiden dan Wakilnya?
  8. Tentunya mereka sudah memiliki peran-peran sendiri-sendiri, namun mengapa jurang itu menganga terlalu jauh. Apa yang harus dilakukakan?

India pernah punya pemimpin yang memberi contoh langsung bangsanya pada diri Mahatma Gandhi. Beliau menjadi pemimpin besar bangsa India karena ketulusan hatinya untuk mengentaskan rakyatnya. Tidak hanya itu, Sang Budha Gautama keluar dari kerajaan yang bergelimang kemewahan dan menentang kemewahan itu untuk kemakmuran dan kesjahteraan ummat manusia.

Paling tidak, saat ini bangsa Indonesia punya panutan dan contoh pada diri Pak Dahlan Iskan dan Pak Mahfud MD. Pak Mahfud pernah mengembalikan uang yang diberikan Direktur Harian SINDO. Apa yang dilakukan Pak Mahfud merupakan hal yang sangat tepat dan harus dicontoh semua orang di era reformasi sekarang ini meskipun ada sebagian orang yang mencemoohkan tindakan pak Mahfud tersebut. Beliau juga hidup bersahaja. Saya tidak tahu pemimpin lain yang berbakat menjadi pemimpin bangsa dengan kesederhanaan dan keteguhan hatinya untuk mensejahterakan dan memimpin bangsa dan ummat manusia.

Kesederhanaan tentunya akan menjadi salah satu faktor pemimpin bangsa ini di masa yang akan datang. Ternyata, ada empat orang lain yang dapat menjadi acuan bangsa kita ini dalam kesederhanaannya, seperti pak Emil Salim, pak Mar’ie Muhammad, pak Satrio Budihardjo Joedono, dan pak Sarwono Kusumaatmadja. Lebih lengkap lagi, baca di alamat blog ini

http://let-us-study.blogspot.com/2011/05/4-tokoh-super-bersih-dari-indonesia.html

Namun dari kelima beliau di atas, apakah pantas untuk memimpin bangsa kita ini? Tentunya  masih diperlukan keberanian, ketulusan hati yang teguh, serta beliau harus mencintai dan melindungi saudaranya seperti ia mencintai dan melindungi dirinya sendiri. Mudah-mudahan akan muncul pemimpin bangsa itu di kemudian hari. Mungkin Anda sendirilah pemimpin tersebut.

Mei 26, 2011 - Posted by | Lain-Lain

2 Komentar »

  1. wah, gak saya nyangkah bwah slh satu artikel saya akan d link kan dr blog bgus anda ini, trima ksih yah pak

    klau menurut saya presiden skrg sama dgan para koruptor cm ad 1 presiden yg saya eluh kan dlm hdup saya yaitu Alm. Gus Dur, knapa saya memilih dia ? krna dia lah presiden yg mengakui HAM slh satu cntoh nya adlh pengakuan terhadap suku tionghoa d indonesia ini

    Komentar oleh chainist | Mei 31, 2011 | Balas

  2. subhanallah …
    semoga apa yang bapak harapkan kepada bangsa ini untuk tidak melupakan rakyat yang masih belum merasakan kecukupan bisa terlaksana … amin
    semoga suatu saat saya yang seorang diri tak punya apa” ini bisa menjalankan pesan bapak …

    Komentar oleh afid | September 21, 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: