fadjarp3g

Situsnya Guru Matematika

Contoh Penalaran Induktif dan Deduktif Menggunakan Kegiatan Bermain-main dengan Bilangan

Naskah ini sudah dimuat di Majalah LIMAS (PPPPTK Matematika) Edisi Nomor 28 (November, 2011). Jika Anda berminat membacanya secara lengkap, klik pada kata berikut: 11 Permainan Bil
Jika Anda ingin memberi komentar dan saran, sudilah mengklik pada judul di atas, tunggu sebentar, lalu ketik pada tempat yang disediakan di bawahnya’.

Iklan

Januari 17, 2012 Posted by | Artikel | Komentar Dinonaktifkan pada Contoh Penalaran Induktif dan Deduktif Menggunakan Kegiatan Bermain-main dengan Bilangan

Pengembangan Modul untuk Guru SMK dalam Rangka Peningkatan Pemahaman dan Penerapan Lima Tujuan Pelajaran Matematika

Naskah ini sudah dimuat di Jurnal Edukasi Matematika (EDUMAT, PPPPTK Matematika) Edisi Volume 2 Nomor 3 (Juni, 2011). Jika Anda berminat membacanya secara lengkap, klik pada kata berikut: 11 LaporanPenelitian 2009
Jika Anda ingin memberi komentar dan saran, sudilah mengklik pada judul di atas, tunggu sebentar, lalu ketik pada tempat yang disediakan di bawahnya’.

Januari 17, 2012 Posted by | Artikel | Tinggalkan komentar

REPORT ON SHORT COURSE PROGRAMME AT THE UNIVERSITY OF WAIKATO NEW ZEALAND

Berikut ini adalah: “2011 REPORT ON WAIKATO SHORT COURSE ” beserta lampiran 4 power point berikut yang kami (Prof Subanar, PhD, Dr Wahyudi, dan Fadjar Shadiq, M.App.Sc) dapatkan.

1 Mathematics Education in the New Zealand Setting (Part 1)

2 Mathematics Education in the New Zealand Setting (Part 2)

3 Helping students acquire a range of mental strategies to solve problems 

4 Shasi Sharma Presentation 

Ada beberapa hasil yang dapat dipelajari Bapak dan Ibu, terutama yang berkait dengan:

  1. NDP (‘Numeracy Development Projects 2001-10’) yang dapat dibaca pada halaman 9 yang membagi kemampuan siswa yang berkait dengan ‘Numeracy atau Number Sense‘ dalam 9 stages (tingkatan). Stage 0, tidak bisa apa-apa, sampai ke stage 8.
  2. The Effective Pedagogy in Mathematics/Pàngarau: Best Evidence Synthesis Iteration [BES],” yang dikerjakan Associate Professor Glenda Anthony and Dr Margaret Walshaw yang dapat dibaca pada halaman 10. Hasil monumental tersebut dihargai dunia internasional dengan meminta kedua pakar tersebut untuk mensintesakannya dalam bentuk buku saku, dan telah diterbitkan IEA (http://www.iaoed.org) or of the IBE (http://www.ibe.unesco.org/publications.htm). IEA dan IBE telah menerbitkan beberapa serial lain yang dapat Bapak dan Ibu download dari alamat web di atas.

Di samping dua alamat di atas, alamat web lainnya yang dapat Bapak serta Ibu explore adalah:

http://www.nzmaths.co.nz
http://www.educationcounts.govt.nz/goto/BES

P1030007

Januari 4, 2012 Posted by | Lain-Lain | Tinggalkan komentar

Report on Education Institutions Visit in Hong Kong (Schools, Universities, Education Bureau, Pre-service and In-service of Mathematics Education): A Part of Benchmarking Programs of SEAMEO QITEP in Mathematics

0 P1020724

Hong Kong merupakan negara yang berhasil dengan gemilang pada kegiatan:

  1. Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS). Siswa HK berada pada posisi 4 dari 38 negara maju. Bandingkan dengan Indonesia yang berada di posisi 34.
  2. Program for International Student Assessment (PISA). Siswa HK berada pada posisi 1 dari 41 negara maju. Bandingkan dengan Indonesia yang berada di posisi 39.

Hasil atau informasi tersebut dapat membantu penentu kebijakan, peneliti, pendidik, dan masyarakat luas mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh tentang kemampuan matematika dan literasi matematika (mathematical literacy) siswa di seluruh dunia.

Hasil yang spektakuler tersebut menunjukkan bahwa sistem pendidikan di HK merupakan sistem terbaik di dunia. Karenanya SEAMEO QITEP in Mathematics mengirimkan TIM ke HK untuk mempelajari kelebihan sistem pendidikan di HK dari 27 November s.d. 03 Desember 2011. Beberapa hal penting yang didapatkan adalah:

  1. Pengetahuan Guru dan Calon Guru Matematika di HK yang berkait dengan materi matematika sangat baik.  Kemampuan bernalar, memecahkan masalah, dan berkomunikasi mereka juga patut diacungi jempol
  2. Orang tua sangat membantu proses pembelajaran matematika. Mereka menganggap matematika sangat penting untuk masa depan dan negara mereka. Budaya agar berhasil mempelajari matematika dengan belajar tekun dan sungguh-sungguh selalu ditanamkan dari generasi ke generasi.
  3. Para siswa sangat taat pada guru. Suasana kelas tidak terlalu ramai namun teratur. Para siswa mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan guru dan baru menjawab sambil berdiri jika diminta gurunya, sedangkan siswa lain menyimak.

Berikut ini beberapa hasil BENCH Mark dimaksud.

REPORT BenchMark HongKong

Appendix 1 PGDE

Appendix 2 Math Berau HK

Appendix 3 WS dan ICT

Januari 4, 2012 Posted by | Artikel, Fotoku, Lain-Lain | 1 Komentar