fadjarp3g

Situsnya Guru Matematika

Pembentukan DIPI (Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia)

borobudur-java-indonesia

Pada jaman dahulu, bangsa Indonesia pernah menghasilkan candi  Boroudur yang megah. Karenanya, Indonesia disebut bangsa dan negara besar, tetapi ironisnya mengapa sekarang penelitinya belum ada satupun yang mendapat penghargaan Nobel? Mungkinkah ada yang salah pada sistem pendidikan kita? Salah satu hasil perenungannya, ada pakar yang lalu menyatakan bahwa pendidikan kita hanya menghasilkan SDM yang hanya berkapasitas menghafal saja dan penelitinya hanya mengikuti dan membeo hasil penelitian dari luar lainnya? Lalu bagaimana upaya Pendidikan kita berbenah agar SDM-nya, menjadi kampiun di dunia dalam memecahkan masalah dan berinovasi? Mengalahkan Jepang, Korea dan Taiwan. Itulah sejatinya tantangan ke dapan bangsa ini kalau kita betul-betul ingin bangsa dan negara kita tetap eksis. Marilah kita rebut kembali kejayaan, marwah dan kebesaran bangsa dan negara indonesia.

th (2)

th

th (3)

Mungkin karena mencermati masalah tadi, pada bulan Maret 2016, AIPI (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia) dengan website http://www.aipi.or.id/ melaunching DIPI (Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia). Berikut ini adalah: “LAPORAN TENTANG PERESMIAN DANA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (DIPI) ATAU INDONESIAN SCIENCE FUND (ISF) dan DISKUSI TENTANG KEGIATAN YANG BERKAIT DENGAN KEDATANGAN PROFESSOR THOMAS LOWRIE” yang penulis laporkan ke lembaga SEAMEO QITEP in Mathematics.

2016 Lap FJR ttg DIPI dan Hasil Diskusi di Kedubes Australia

Yang berikut adalah PowerPoint yang berkait dengan launching DIPI (Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia) tersebut:

Announcing ISF-Prof Satryo

DIPI- MRC Joint Call for Proposals_Saputro

Newton Fund_slides announcement

Prof C Praeger_Indonesian Science Fund March 2016 FINAL

Pertanyaan berikutnya adalah:

  1. Setelah DIPI didirikan, apakah kita yakin bahwa pendidikan  dan penelitian di Indonesia akan menjadi lebih baik?
  2. Akankah pendirian DIPI tersebut akan mampu dan dapat menghasilkan peneliti Indonesia yang mendapat penghargaan Nobel pertama, kedua, ketiga … dan seterusnya?
  3. Sejauhmana keyakinan itu? Bagaimana kita meyakinkan diri kita sendiri bahwa sebagai bangsa besar kita mampu untuk itu?
  4. Bagaimana caranya?

th (1)

Majulah Indonesiaku, majulah bangsaku dan majulah pendidikan Indonesiaku.

April 12, 2016 - Posted by | Tak Berkategori

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: