fadjarp3g

Situsnya Guru Matematika

Telah Terbit Empat Buku Karangan Fadjar Shadiq Tentang Pemecahan Masalah dan Pembelajaran Matematika

Buku-buku tersebut diterbitkan atas kerjasama SEAMEO (South East Asia Minister of Education Organization)  QITEP (Qulity Improvement for Teachers and Educational Personel) in Mathematics dengan penerbit Graha ILmu. Terima kasih disampaikan untuk Prof Subanar, PhD., Direktur SEAMEO  QITEP in Mathematics yang banyak membantu penulis, sehingga buku-buku tersebut dapat terbit. Buku 1, 2 dan 3 tersebut sangat baik menjadi hadiah berharga untuk putera puteri Anda. Buku 4 sangat baik bagi Anda para Guru Matematika. Bagi yang berminat membelinya dapat menghubungi:

Graha Ilmu

Ruko Jambusari No 7A Yogyakarta 55283

Telp. 0274 889398, 0274 882262

Fax. 0274 889057

Email: info@grahailmu.co.id

atau

Koperasi PPPPTK Matematika

Sambisari, Condongcatur, Depok, Sleman 55283

Kalau Bapak/Ibu Guru ingin membaca sinopsisnya, mohon diklik pada buku yang bersngutan, lalu tungu sejenak. Buku yang diterbitkan beserta harganya adalah sebagai berikut.

Buku I

Strategi  Pemodelan pada Pemecahan Masalah Matematika

Harga Rp48.800,00

Strategi Pemodelan pada Pemecahan masalah Matematika

Buku II

Belajar Memecahkan Masalah Matematika

Harga Rp36.800,00

Belajar Memecahkan Masalah Matematika

Buku III

Ayo Belajar Memecahkan Masalah Logika

Harga Rp37.800,00

Ayo Belajar Memecahkan Masalah Logika

Buku IV

Pembelajaran Matematika, Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir Siswa

Harga Rp114.800,00

Pembelajaran Matematika

Berikut adalah foto ketika penulis menyerahkan 4 buku dimaksud kepada kepala PPPPTK Matematika, yang juga sebagai Guru Besar FMIPA UGM, Professor Widodo.

Fjr Widodo

Januari 8, 2015 Posted by | Fotoku, Lain-Lain | 12 Komentar

REPORT ON ATTENDING THE 8th APEC-TSUKUBA INTERNATIONAL CONFERENCE: INNOVATION OF MATHEMATICS EDUCATION THROUGH LESSON STUDY, CHALLENGES TO EMERGENCY PREPAREDNESS FOR MATHEMATICS AND PREPARING FOR THE FUTURE (III) FOCUS ON FIRE AND VOLCANIC ERUPTION. TOKYO, February 13-16, 2014

2014-02-12 14.08.49

There are a number of disasters in APEC economies, such as earthquakes, tsunamis, volcanic eruption, fires, landslides, typhoons, and flooding. Those disasters could be natural or as a result of man-made. Indonesia is one of country that is vulnerable to natural hazards especially towards floods, earthquakes, tsunamis, volcanic eruption, fires, and landslides. UNESCO (2010) has already differentiated between ‘hazards’ and ‘disasters’. Hazards are natural while disasters are not. Hazards such as floods, earthquakes, and tsunamis become disasters only when society lacks the ability to cope with them. UNESCO ISDR (2007) states that disasters such as the October 2005 earthquake in Pakistan, where over 16,000 children died in schools that collapsed, or the recent mudslide on Leyte Island in the Philippines, where more than 200 school children were buried alive, are just a few tragic examples of why more needs to be done to protect our children before disasters strikes.

2014-02-15 13.39.34

The lack of knowledge on disaster phenomena leads to a tremendous number of victims. People living along the coastline failed to recognize that the receding of water quickly and unexpectedly from the coast may be the sign of tsunami will be coming. People followed it instead of running toward higher ground and inland. Many lost their lives because they did not know the meaning of receding coast. For saving our life, Emergency Preparedness Education is one of the most urgently needed topics for school education. UNESCO ISDR (2007) gives two good examples that what people know is more important that what they have when it comes to saving lives and reducing loss. The first example, on a beach in Thailand, when the December 2004 Tsunami struck, British schoolgirl Tilly Smith saved many lives by urging people to flee the shore: her geography class in Britain had enabled her to recognize the first signs of a tsunami. The second example, at the same time, Anto, a young boy on the Indonesian island of Simeulue had learned from his grandfather what to do when an earthquake strikes. He and all the other islanders ran to higher ground before the tsunami struck, sparing all but eight members of the community.

20140212_154835

In the future, the problems of us will be different to the problem to our students. Therefore we need to give the chance to them the way to solve their problems by themselves. Therefore, other methods should be implemented to ensure that every students in each economy will learn how to identify the problems, how to collect information and data, and how to solve the problems by and for themselves.

Attached are the Report from SEAMEO QITEP in Mathematics Delegation (1 Report), the PowerPoint from the Project Overseer (G1),  KeyNote Speaker (KN 1 to KN 7), Lesson Plan (LP 1 and LP 2), Specialists (S1 – S11) and the Guide Line concerning Scince Museum. Please clik.

2014 REPORT of the 8 APECTsukuba International Conference

G 1 Maitree Inprasitha,Ph D,Thailand Masami Isoda,Ph D,Japan Ok

KN 1 Dr. Gabriele Kaiser, Germany

KN 2 Dr. Toh Tim Lam, Singapore

KN 3 Dr. Abraham Arcabi, Israel ok

KN 4 Dr. Klaus Rasumussen, Denmark

KN 5 Dr. Kirbani Sri Brotopuspito, Indonesia

KN 6 Dr. Ivan Vysotskiy, Russia

KN 7 Dr. Song Bo, China

LP 1 DrLitWinHongKong

LP 2 1 N Satoshi

LP 2 2 N Satoshi

LP 2 3 N Satoshi

S 1 2014 Volcanoes Erup Subanar & Fadjar Indonesia

S 2 Dr. Soledad.A.Ulep, the Philippines Dr. Eligio C. Obille Jr. the Philippines

S 3 Dr Maitree Inprasitha, Thailand Dr. Auijit Pattanajak, Thiland Dr. Narumol Inprasitha, Thailand

S 4 Dr. Patsy Wang-Iverson, America

S 5 Dr. Artuno Mena Lorea, Chile

S 6 Dr. Peggy Foo, Singapore Dr. Magdaline Kang, Singapore

S 7 Dr. Monica Mayumi Mmiyagui Miyagui, Peru Dr. Karina Natalia Sullon Acosta, Peru

S 8 Dr. NGUYEN Chi Thanh, Vietnam

S 9 Dr. Hee-Chan Lew, Korea

S 10 Dr. Suhaidah Tahir, Malaysia

S 11 Dr. Nobuaki Kawasaki, Japan

SMG Guide_Eng_Science_Museum

Februari 27, 2014 Posted by | Artikel, Fotoku, Lain-Lain | Tinggalkan komentar

ATTENDING the APEC – Tsukuba International Conference VI: Innovation of Mathematics Education through Lesson Study – Challenging from Mathematics Education to Emergency Preparedness Education February 14 – 18, 2012. Tokyo & Tsukuba, Japan

SONY DSCSince 2006, 19 APEC member economies have been participating in the APEC-HRDWG Mathematics Lesson Study project proposed by Japan and Thailand. It has great influence on the establishment of Lesson Study Movements in other subjects such as Science and English as a second language.

Paper for Uni of Tsukuba Final

Shizumi – Mathematics

 Max Stephen – Mathematics

AOYAMA – Statistics

Matsubara – Velocity Gradient

Yuji Yagi – Earthquake

Masanobu SHISHIKURA – Geological Field  Survey

Desember 28, 2012 Posted by | Artikel, Fotoku, Lain-Lain | Tinggalkan komentar

REPORT ON SHORT COURSE PROGRAMME AT THE UNIVERSITY OF WAIKATO NEW ZEALAND

Berikut ini adalah: “2011 REPORT ON WAIKATO SHORT COURSE ” beserta lampiran 4 power point berikut yang kami (Prof Subanar, PhD, Dr Wahyudi, dan Fadjar Shadiq, M.App.Sc) dapatkan.

1 Mathematics Education in the New Zealand Setting (Part 1)

2 Mathematics Education in the New Zealand Setting (Part 2)

3 Helping students acquire a range of mental strategies to solve problems 

4 Shasi Sharma Presentation 

Ada beberapa hasil yang dapat dipelajari Bapak dan Ibu, terutama yang berkait dengan:

  1. NDP (‘Numeracy Development Projects 2001-10’) yang dapat dibaca pada halaman 9 yang membagi kemampuan siswa yang berkait dengan ‘Numeracy atau Number Sense‘ dalam 9 stages (tingkatan). Stage 0, tidak bisa apa-apa, sampai ke stage 8.
  2. The Effective Pedagogy in Mathematics/Pàngarau: Best Evidence Synthesis Iteration [BES],” yang dikerjakan Associate Professor Glenda Anthony and Dr Margaret Walshaw yang dapat dibaca pada halaman 10. Hasil monumental tersebut dihargai dunia internasional dengan meminta kedua pakar tersebut untuk mensintesakannya dalam bentuk buku saku, dan telah diterbitkan IEA (http://www.iaoed.org) or of the IBE (http://www.ibe.unesco.org/publications.htm). IEA dan IBE telah menerbitkan beberapa serial lain yang dapat Bapak dan Ibu download dari alamat web di atas.

Di samping dua alamat di atas, alamat web lainnya yang dapat Bapak serta Ibu explore adalah:

http://www.nzmaths.co.nz
http://www.educationcounts.govt.nz/goto/BES

P1030007

Januari 4, 2012 Posted by | Lain-Lain | Tinggalkan komentar

Report on Education Institutions Visit in Hong Kong (Schools, Universities, Education Bureau, Pre-service and In-service of Mathematics Education): A Part of Benchmarking Programs of SEAMEO QITEP in Mathematics

0 P1020724

Hong Kong merupakan negara yang berhasil dengan gemilang pada kegiatan:

  1. Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS). Siswa HK berada pada posisi 4 dari 38 negara maju. Bandingkan dengan Indonesia yang berada di posisi 34.
  2. Program for International Student Assessment (PISA). Siswa HK berada pada posisi 1 dari 41 negara maju. Bandingkan dengan Indonesia yang berada di posisi 39.

Hasil atau informasi tersebut dapat membantu penentu kebijakan, peneliti, pendidik, dan masyarakat luas mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh tentang kemampuan matematika dan literasi matematika (mathematical literacy) siswa di seluruh dunia.

Hasil yang spektakuler tersebut menunjukkan bahwa sistem pendidikan di HK merupakan sistem terbaik di dunia. Karenanya SEAMEO QITEP in Mathematics mengirimkan TIM ke HK untuk mempelajari kelebihan sistem pendidikan di HK dari 27 November s.d. 03 Desember 2011. Beberapa hal penting yang didapatkan adalah:

  1. Pengetahuan Guru dan Calon Guru Matematika di HK yang berkait dengan materi matematika sangat baik.  Kemampuan bernalar, memecahkan masalah, dan berkomunikasi mereka juga patut diacungi jempol
  2. Orang tua sangat membantu proses pembelajaran matematika. Mereka menganggap matematika sangat penting untuk masa depan dan negara mereka. Budaya agar berhasil mempelajari matematika dengan belajar tekun dan sungguh-sungguh selalu ditanamkan dari generasi ke generasi.
  3. Para siswa sangat taat pada guru. Suasana kelas tidak terlalu ramai namun teratur. Para siswa mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan guru dan baru menjawab sambil berdiri jika diminta gurunya, sedangkan siswa lain menyimak.

Berikut ini beberapa hasil BENCH Mark dimaksud.

REPORT BenchMark HongKong

Appendix 1 PGDE

Appendix 2 Math Berau HK

Appendix 3 WS dan ICT

Januari 4, 2012 Posted by | Artikel, Fotoku, Lain-Lain | 1 Komentar

Surat Cinta Ala Matematikawan

Surat Cinta Matematikawan? Jika ingin membacanya, klik pada DownLoadSuratCinta

Juli 2, 2008 Posted by | Lain-Lain | 22 Komentar